Suara.com - Menjelang Hari AIDS sedunia pada 1 Desember mendatang, Kementerian Kesehatan mengingatkan masyarakat akan bahaya mengenai penyakit ini. Penyakit AIDS sendiri, hingga saat ini masih mengintai masyarakat serta menjadi perhatian bagi bidang kesehatan.
Berdasarkan keterangan Direktorat Promkes dan PM Kementerian Kesehatan, Dra. Herawati, MA, di Indonesia AIDS masih terbilang cukup tinggi, khususnya pada usia produktif. Herawati mengatakan, di Indonesia AIDS banyak menyerang pada masyarakat berusia 19-59 tahun.
“Pada usia produktif sih 19 sampai 59 tahun, ya mereka masih bekerja, di kalangan usia produktif pokoknya,” ucap Herawati saat diwawancarai di The Dharmawangsa Hotel, Selasa (29/11/2022).
Herawati mengungkapkan, dengan tingginya angka AIDS di Indonesia, nantinya para calon pengantin akan diminta untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu. Hal ini guna mencegah penularan AIDS. Apalagi, biasanya AIDS menular dari ibu hamil kepada bayi di dalam kandungannya.
“Ini kan penularan dari ibu hamil ke anak. Itulah yang harus di edukasi upayanya dilakukan memang untuk para catin (calon pengantin) itu, dia harus memeriksakan kesehatannya dulu. Nah kalau dia sehat itu ada sertifikatnya nanti bahwa dia sehat dan bisa lanjut untuk menikah karena ini untuk memperkecil penularan,” sambung Herawati.
Tidak hanya itu, dengan adanya pengembangan transformasi layanan primer, nantinya para kader akan diminta untuk mengunjungi rumah-rumah warga untuk melakukan kontrol serta edukasi sekaligus mengajak untuk melakukan pemeriksaan kesehatan.
“Sekarang adanya transformasi layanan primer, di posyandu para kader harus melakukan kunjungan rumah semua warga harus dikunjungi. Jadi komunikasinya juga harus baik supaya dia mau memeriksakan ke puskesmas,” jelasnya.
Menurut Herawati, edukasi yang diberikan kepada masyarakat juga dapat membantu menghilangkan stigma para penderita AIDS yang dianggap buruk.
Sementara itu, para penderita juga dapat terus mengonsumsi obat secara rutin dengan adanya pemantauan dari kader maupun keluarga. Dengan edukasi menghilangkan stigma yang ada, ini juga akan membantu penderita tidak merasa sedih dengan penyakit yang dideritanya.
Baca Juga: Daftar Hari Besar Desember 2022 Nasional dan Internasional: Hari AIDS Sedunia hingga Hari Ibu
“Upaya kita juga edukasi ya, memang ini sangat sensitif terutama orang yang udah kena AIDS itu kan jadi stigma ya, Tapi itulah menjadi tantangan bahwa stigma itu harus dihilangkan. Sementara kalau sudah menderita harus minum obat mau enggak mau. Banyak orang juga putus di tengah jalan gitu mau minum obat. Itulah peran pendamping bisa kader keluarga supaya dia minum obat,” pungkas Herawati.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anak Aktif Rentan Lecet? Ini Tips Perlindungan Luka agar Cepat Pulih dan Tetap Nyaman
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Heboh Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar, Bagaimana Perubahan Iklim Bisa Perparah Risiko?
-
Ratusan Ribu Kasus Stroke Terjadi Tiap Tahun, Penanganan Cepat Dinilai Sangat Krusial
-
Perempuan Jadi Kelompok Paling Rentan di Tengah Krisis Iklim dan Bencana, Bagaimana Solusinya?
-
Jangan Anggap Sepele Ruam dan Gangguan Cerna, Ini Pentingnya Deteksi Dini Alergi pada Anak
-
Pekan Imunisasi Dunia Jadi Pengingat, DBD Kini Mengancam Anak hingga Dewasa
-
Riset Harvard Ungkap Bermain Bersama Orang Tua Bantu Bangun Koneksi Otak Anak
-
Krisis Iklim Berdampak ke Kesehatan, Seberapa Siap Layanan Primer Indonesia?
-
Geger Hantavirus Menyebar di Kapal Pesiar, Tiga Orang Dilaporkan Meninggal Dunia