Suara.com - Tekanan darah rendah atau hipotensi merupakan kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di bawah batas normal.
Gejala yang sering muncul meliputi pusing, lemas, dan bahkan pingsan. Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti dehidrasi, kekurangan gizi, stres, atau efek samping obat-obatan.
Meskipun tidak selalu berbahaya, tekanan darah rendah yang tidak ditangani dengan baik dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Ada beberapa cara alami yang bisa dilakukan untuk mengatasi tekanan darah rendah dan menjaga kesehatan tubuh.
Menurut Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Singkawang dengan situs pafipcsingkawang.org, menjaga keseimbangan asupan nutrisi adalah salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan.
1. Konsumsi Makanan yang Kaya Nutrisi
Asupan makanan yang seimbang sangat penting bagi penderita tekanan darah rendah. Konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi, terutama makanan yang mengandung garam dan elektrolit, dapat membantu meningkatkan tekanan darah. Beberapa contoh makanan yang dapat dikonsumsi adalah bayam, kentang, dan ikan. Selain itu, mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin B12 dan asam folat juga sangat penting, karena kekurangan vitamin ini dapat menyebabkan anemia yang bisa memperparah gejala hipotensi.
2. Banyak Minum Air Putih
Dehidrasi dapat menjadi salah satu penyebab utama tekanan darah rendah. Oleh karena itu, penting untuk selalu menjaga tubuh tetap terhidrasi dengan cukup minum air putih. Minum minimal 8 gelas air per hari dapat membantu menjaga volume darah dan mencegah penurunan tekanan darah secara tiba-tiba. Selain itu, minum air kelapa juga dapat membantu mengembalikan keseimbangan elektrolit dalam tubuh yang sangat diperlukan untuk menjaga tekanan darah stabil.
Baca Juga: Dokter Bukan Robot: IDI Tegaskan Pentingnya Sentuhan Manusia di Era Teknologi
3. Minum Kopi atau Teh Hijau
Kafein dalam kopi dan teh hijau dapat memberikan dorongan sementara pada tekanan darah. Minuman ini bekerja dengan cara merangsang sistem saraf dan meningkatkan denyut jantung, sehingga tekanan darah meningkat. Namun, konsumsi kafein sebaiknya tidak berlebihan dan perlu diatur sesuai kebutuhan. Terlalu banyak kafein justru dapat menyebabkan efek samping seperti kecemasan atau insomnia, yang justru bisa memperburuk kondisi kesehatan.
4. Istirahat yang Cukup dan Teratur
Kurangnya tidur dan stres berlebihan dapat memicu tekanan darah rendah. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan istirahat yang cukup setiap harinya. Tidur malam yang berkualitas selama 7-8 jam dapat membantu tubuh pulih dan menjaga kesehatan jantung serta sirkulasi darah. Selain itu, melakukan teknik relaksasi seperti meditasi dan yoga juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan keseimbangan mental serta fisik.
5. Hindari Berdiri Terlalu Lama
Berdiri dalam waktu yang lama dapat menyebabkan darah terkumpul di kaki, sehingga mengurangi aliran darah ke jantung dan menyebabkan tekanan darah turun. Untuk menghindari hal ini, usahakan untuk tidak berdiri terlalu lama, terutama jika Anda memiliki riwayat tekanan darah rendah. Jika perlu berdiri dalam waktu yang lama, cobalah untuk sesekali menggerakkan kaki atau berjalan sejenak untuk membantu sirkulasi darah.
Berita Terkait
-
Alternatif Cara Mengobati Penyakit Stroke Ringan
-
Ngeri! Diabetes di Bawah 40 Tahun Tingkatkan Risiko Kematian Dini hingga 4 Kali Lipat
-
Transformasi Kesehatan, 10 Tahun Jokowi, JKN Jangkau 98 Persen Rakyat
-
Joging Efektif Turunkan Risiko Diabetes Tipe 2, Benarkah?
-
Manfaat Jalan Kaki 10.000 Langkah: Fakta atau Cuma Tren?
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Jawab Tantangan Diagnosis Kanker, RS Atma Jaya Luncurkan Layanan Hematologi dan Onkologi Terpadu
-
Jadi Oma Baru, Maia Estianty Cerita Pentingnya Menjaga Kesehatan Tulang dan Sendi agar Kuat
-
Jangan Anggap Sepele Gigi Berlubang, Ternyata Bisa Ganggu Tumbuh Kembang Anak
-
Hidrasi Bukan Sekadar Hilangkan Haus, Ini Manfaatnya bagi Kesehatan Tubuh
-
Hanya 4,9 Persen Pasien Berisiko Kardiovaskular Tinggi di Indonesia Capai Target LDL-C
-
Dari Kecelakaan Kerja hingga Cedera Kepala, MRI 1.5 Tesla Jadi Senjata Baru Penanganan Trauma
-
Bikin Anak Berani Berekspresi, Isi Libur Sekolah dengan Aktivitas Ini
-
Kenalan dengan HYROX, Fitness Race yang Sedang Digandrungi Komunitas Olahraga
-
Mudah Lelah dan Sesak Napas Bisa Jadi Tanda Kebocoran Katup Jantung
-
World Allergy Week 2026: Saatnya Ubah Sudut Pandang Soal Alergi Susu Sapi pada Anak