Suara.com - Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) resmi dibuka oleh Kemenkes. Lantas layanan Cek Kesehatan Gratis dapat apa saja dan siapa saja yang bisa ikut program ini? Nah untuk mengetahuinya, berikut ini ulasannya.
Diketahui bahwa Cek Kesehatan Gratis (CKG) ini merupakan program layanan kesehatan gratis dari Kemenkes untuk masyarakat yang sedang berulang tahun. Program ini resmi dibuka pada tanggal 10 Februari 2025 hingga April 2025.
Meski program CKG ulang tahun ini dibuka bulan Februari, tapi bukan berarti yang bisa mengikuti program ini hanya yang berulang tahun di bulan Februari. Mereka yang lahir di bulan Januari pun bisa tetap bisa mengikuti program ini.
Nah yang menjadi pertanyaan, program layanan Cek Kesehatan Gratis dapat apa saja dan siapa saja yang dapat mengikuti program ini? Untuk lebih jelasnya, berikut ini informasinya
Daftar Layanan Cek Kesehatan yang Didapat
Berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan No HK.01.07/MENKES/33/2025, berikut ini daftar layanan program cek kesehatan gratis yang didapat bagi yang berulang tahun sesuai dengan kelompok usianya.
1. Pemeriksaan kesehatan kelompok usia bayi
Cek layanan kesehatan gratis bagi yang berulang tahun untuk kelompok usia balita atau bayi akan mendapatkan jenis-jenis pemeriksaan sebagai berikut:
- Kekurangan hormon tiroid sejak lahir
- Kekurangan hormon adrenal sejak lahir
- Kekurangan enzim pelindung sel darah merah (G6PD)
- Penyakit jantung bawaan (PJB) kritis
- Kelainan saluran empedu
- Pertumbuhan dan Perkembangan
- Tuberkulosis
- Telinga, Mata, dan Gigi
- Talasemia
- Gula darah
2. Pemeriksaan kesehatan pada kelompok usia dewasa
Cek layanan kesehatan gratis bagi yang berulang tahun untuk kelompok usia dewasa akan mendapatkan jenis-jenis pemeriksaan sebagai berikut:
Baca Juga: Benarkah Yogurt Bisa Kurangi Risiko Kanker Usus? Ini Temuan Peneliti
a. Kardiovaskular
- Merokok
- Tingkat aktivitas fisik
- Status gizi
- Gigi
- Tekanan darah
- Gula darah
- Risiko stroke
- Risiko jantung
- Fungsi ginjal
b. Paru
- Tuberkulosis
- Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK)
c. Kanker
- Kanker payudara
- Kanker leher rahim
- Kanker paru
- Kanker usus
d. Fungsi indra
- Mata
- Telinga
e. Kesehatan jiwa
f. Hati
Berita Terkait
Terpopuler
- Terjaring OTT KPK, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Langsung Dibawa ke Jakarta
- Profil dan Biodata Anis Syarifah Istri Bos HS Meninggal Karena Kecelakaan Moge
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Surabaya
- Prabowo-Gibran Beri Penghormatan Terakhir di Pemakaman Try Sutrisno: Momen Khidmat di TMP Kalibata
- Rekam Jejak Muhammad Suryo: Pebisnis dari Nol hingga Jadi Bos Rokok HS
Pilihan
-
Skandal Saham BEBS Dibongkar OJK: Rp14,5 Triliun Dibekukan, Kantor Mirae Asset Digeledah!
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
Terkini
-
Bibir Sumbing pada Bayi: Penyebab, Waktu Operasi, dan Cara Perawatannya
-
5 Rekomendasi Susu Kambing Etawa untuk Jaga Kesehatan Tulang dan Peradangan pada Sendi
-
Mencetak Ahli Gizi Adaptif: Kunci Menghadapi Tantangan Malnutrisi di Era Digital
-
Tips Memilih Klinik Tulang Terpercaya untuk Terapi Skoliosis Non-Operasi
-
Presisi dan Personalisasi: Arah Baru Perawatan Kanker di Asia Tenggara
-
Lonjakan Kasus Kanker Global, Pencegahan dengan Bahan Alami Kian Dilirik
-
Cara Memilih dan Memakaikan Popok Dewasa untuk Cegah Iritasi pada Lansia
-
5 Fakta Keracunan MBG Cimahi: Pengelola Minta Maaf, Menu Ini Diduga Jadi Penyebab
-
4 Penjelasan Sains Puasa Membantu Tubuh Lebih Sehat: Autofagi, Insulin dan Kecerdasan
-
Mendampingi Anak Gamer: Antara Batasan, Keamanan, dan Literasi Digital