Suara.com - Setiap tanggal 17 Mei, dunia memperingati Hari Hipertensi Sedunia sebagai pengingat pentingnya menjaga tekanan darah tetap stabil dan mengendalikan faktor risiko penyakit tidak menular.
Hipertensi, atau tekanan darah tinggi, merupakan salah satu “silent killer” yang paling umum, sering kali tanpa gejala, namun mampu menimbulkan komplikasi serius seperti stroke dan penyakit jantung.
Di Indonesia, kondisi ini menjadi perhatian serius. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), prevalensi hipertensi meningkat dari 25,8% pada 2013 menjadi 34,1% pada 2018.
Diperkirakan lebih dari 63 juta penduduk dewasa di Indonesia mengalami hipertensi. Peningkatan ini mencerminkan gaya hidup masyarakat yang semakin jauh dari pola hidup sehat, minim olahraga, konsumsi garam tinggi, stres berkepanjangan, dan kurangnya pemeriksaan rutin.
Sebagai bentuk respons terhadap kondisi ini, berbagai pihak turut mengambil peran aktif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Salah satunya tampak dari kegiatan sosial yang digelar pada Sabtu, 17 November 2024, di kawasan Kertajaya, Surabaya.
Dalam rangka menyambut Hari Hipertensi Sedunia, Holywings Peduli bekerjasama dengan Helen’s Night Mart Kertajaya Surabaya menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang menyasar 50 warga dari Kelurahan Manyar Sabrangan.
Kegiatan ini tidak hanya mengusung semangat promotif dan preventif dalam bidang kesehatan, tetapi juga dikemas secara menarik dan penuh nuansa kebersamaan.
Warga yang hadir mengikuti pemeriksaan lengkap mulai dari pengukuran gula darah, kolesterol, tekanan darah, hingga konsultasi langsung dengan tenaga medis profesional. Mereka juga memperoleh obat-obatan atau vitamin sesuai hasil pemeriksaan medis masing-masing.
Salah satu momen penting dalam acara ini adalah seminar kesehatan yang dihadirkan secara khusus oleh dokter dari institusi layanan kesehatan ternama di Surabaya.
Baca Juga: Bobby Nasution Ungkap Alasannya Datangi KPK: Saya Diundang
Dalam seminar tersebut, warga mendapatkan penjelasan yang mudah dipahami mengenai apa itu hipertensi, penyebabnya, serta cara-cara sederhana untuk mencegahnya, mulai dari memperbaiki pola makan, menjaga berat badan ideal, hingga pentingnya mengelola stres.
Menurut banyak peserta, informasi yang diberikan terasa sangat relevan dan membuka wawasan baru. Selama ini, kesibukan sehari-hari seringkali membuat sebagian besar masyarakat abai terhadap kesehatannya sendiri.
Bahkan, tak sedikit yang baru menyadari kondisi hipertensi setelah muncul gejala yang sudah cukup parah. Namun, kegiatan ini tidak berhenti hanya pada sisi edukasi dan medis saja.
Guna menciptakan suasana yang lebih akrab dan menyenangkan, panitia menghadirkan hiburan bertema “Pesta Rakyat”. Masyarakat diajak untuk ikut serta dalam berbagai permainan ringan seperti lempar ring dan estafet bola pingpong dengan hadiah menarik berupa sembako hingga perlengkapan rumah tangga.
“Kami ingin mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan. Dan kegiatan CSR ini adalah komitmen Holywings Peduli untuk mendukung hidup sehat bagi masyarakat,” ujar Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group sekaligus Ketua Program CSR Holywings Peduli
Holywings Peduli berharap kegiatan ini mampu menggerakkan warga untuk lebih rutin menjaga kesehatan dan menjadikan gaya hidup sehat sebagai prioritas.
Dengan pendekatan yang menyenangkan, edukatif, dan langsung menyentuh masyarakat, pesan-pesan kesehatan dapat disampaikan lebih efektif dan membekas.
Lebih dari itu, kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap kesehatan masyarakat bisa hadir dari berbagai elemen, termasuk sektor usaha.
Melalui sinergi antara masyarakat, tenaga medis, dan berbagai pihak yang mendukung, upaya memerangi hipertensi bisa dilakukan lebih masif dan merata.
Momentum Hari Hipertensi Sedunia ini menjadi pengingat bersama bahwa menjaga tekanan darah bukan hanya tanggung jawab tenaga medis, tapi juga tanggung jawab individu dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan gaya hidup sehat, rutin memeriksakan diri, serta menghindari faktor risiko, masyarakat Indonesia bisa terhindar dari dampak buruk hipertensi dan menciptakan generasi yang lebih sehat dan produktif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
Terkini
-
Selamat Tinggal Ruam! Rahasia Si Kecil Bebas Bergerak dan Mengeksplorasi Tanpa Batasan Kenyamanan
-
Tantangan Penanganan Kanker di Indonesia: Edukasi, Akses, dan Deteksi Dini
-
Virus Nipah Mengintai: Mengapa Kita Harus Waspada Meski Belum Ada Kasus di Indonesia?
-
Transformasi Layanan Kesehatan Bawa Semarang jadi Kota Paling Berkelanjutan Ketiga se-Indonesia
-
Membangun Kebiasaan Sehat: Pentingnya Periksa Gigi Rutin bagi Seluruh Anggota Keluarga
-
Susu Kambing Etawa Indonesia Tembus Pameran Internasional: Etawanesia Unjuk Gigi di Expo Taiwan
-
Penanganan Penyintas Kanker Lansia Kini Fokus pada Kualitas Hidup, Bukan Sekadar Usia Panjang
-
Ini Rahasia Tubuh Tetap Bugar dan Kuat Menjalani Ramadan Optimal Tanpa Keluhan Tulang dan Sendi
-
Anak Sekolah Jadi Kelompok Rentan, Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue Diperluas di Palembang
-
Cuma Pakai Dua Jari, Dokter Ungkap Cara Deteksi Sakit Jantung dari Raba Nadi