- Indonesia menempati urutan kelima dunia dalam angka kelahiran prematur, sekitar 675.700 bayi per tahun.
- Edukasi intensif digelar oleh Nestlé bersama NICU untuk meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan merawat bayi prematur.
- Asupan gizi awal, termasuk ASI dan fortifier, serta dukungan emosional orang tua sangat menentukan hasil jangka panjang.
“Peran tenaga kesehatan sangat penting untuk mengedukasi dan mendampingi orang tua agar tumbuh kembang anak dapat berjalan optimal,” ujarnya.
Prematuritas bukan hanya situasi klinis, tetapi perjalanan emosional dan psikologis yang memengaruhi seluruh keluarga.
Ketangguhan Orang Tua: Kisah yang Jarang Tersorot
Dalam sesi berbagi inspirasi, aktris Arumi Bachsin menceritakan pengalaman emosionalnya merawat anak yang lahir prematur.
“Setiap detik terasa berharga, namun juga dipenuhi kekhawatiran,” ungkap Arumi.
“Bayi prematur sering kesulitan menyusu, sehingga saya harus berjuang memompa ASI dan memberikannya sedikit demi sedikit. Setiap tetes terasa seperti harapan baru.”
Ia mengenang dukungan tenaga kesehatan sebagai hal yang membuat proses ini lebih bisa dijalani—bahkan di tengah rasa takut dan kelelahan.
“Ada momen kecil seperti senyuman pertama atau berat badan yang bertambah sedikit demi sedikit. Semua itu membuat perjuangan ini terasa berarti.”
Cerita seperti ini memperlihatkan bahwa perjalanan bayi prematur adalah upaya bersama antara keluarga dan tenaga kesehatan.
Baca Juga: MDP Jelaskan Perannya sebagai Penegak Disiplin Tenaga Medis-Kesehatan
Siapkah Kita Menghadapi Krisis Ini?
Dengan beban kelahiran prematur yang tinggi, pertanyaannya bukan lagi apakah Indonesia menghadapi krisis—melainkan seberapa siapkah kita?
Vera N. Gozali, Category Marketing Manager LACTOGROW, menyampaikan: “Setiap langkah kecil tenaga kesehatan berarti besar bagi masa depan generasi yang lebih sehat dan tangguh.”
Kelahiran prematur adalah tantangan besar, namun bukan tanpa harapan. Dengan edukasi, kolaborasi, dan dukungan yang tepat sejak awal kehidupan, Indonesia memiliki peluang besar untuk menurunkan angka kematian bayi dan memperbaiki masa depan anak-anak prematur di seluruh negeri.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- 5 Sampo Penghitam Rambut yang Tahan Lama, Solusi Praktis Tutupi Uban
- 5 Mobil Nissan Bekas yang Jarang Rewel untuk Pemakaian Jangka Panjang
- 4 Bedak Wardah Terbaik untuk Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Samarkan Kerutan
- 7 Sepatu Skechers Wanita Tanpa Tali, Simple Cocok untuk Usia 45 Tahun ke Atas
Pilihan
-
John Herdman Termotivasi Memenangi Piala AFF 2026, Tapi...
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
Terkini
-
Era Baru Dunia Medis: Operasi Jarak Jauh Kini Bukan Lagi Sekadar Imajinasi
-
Angka Kematian Bayi Masih Tinggi, Menkes Dorong Program MMS bagi Ibu Hamil
-
Gaya Hidup Sedentari Tingkatkan Risiko Gangguan Muskuloskeletal, Fisioterapi Jadi Kunci Pencegahan
-
Hati-hati saat Banjir! Jangan Biarkan 6 Penyakit Ini Menyerang Keluarga Anda
-
Pankreas, Organ yang Jarang Disapa Tapi Selalu Bekerja Diam-Diam
-
Perawatan Kulit Personal Berbasis Medis, Solusi Praktis di Tengah Rutinitas
-
Implan Gigi Jadi Solusi Modern Atasi Masalah Gigi Hilang, Ini Penjelasan Ahli
-
Apa Beda Super Flu dengan Flu Biasa? Penyakitnya Sudah Ada di Indonesia
-
5 Obat Sakit Lutut Terbaik untuk Usia di Atas 50 Tahun, Harga Mulai Rp 13 Ribu
-
Kalimantan Utara Mulai Vaksinasi Dengue Massal, Kenapa Anak Jadi Sasaran Utama?