Indotnesia - Setiap tanggal 22 April, kita memperingati Hari Bumi. Pengajar lingkungan asal Amerika Serikat Gaylord Nelson adalah sosok pencetus peringatan Hari Bumi pada 1970.
Kemudian, dunia turut merayakan Hari Bumi sebagai peringatan untuk lebih memaknai dan menjaga keberadaan planet kita, terutama dari ancaman kerusakan lingkungan.
Umur Bumi yang kini telah mencapai 4,54 miliar tahun dan beranjak semakin tua serta rentan. Apalagi aktivitas manusia semakin merusak kondisi si planet biru, membuatnya kerap mengalami fenomena alam tak biasa.
Berdasarkan data badan antariksa NASA dan National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), pada 2021, Bumi memiliki suhu rata-rata 0,84 derajat Celcius di atas suhu rata-rata untuk abad ke-20.
Hal itu menjadikan tahun lalu sebagai tahun terpanas keenam sepanjang sejarah pencatatan cuaca mulai dari 2013. Emisi karbon berlebih dari semakin masifnya moda transportasi, jadi salah satu faktor kualitas udara yang menurun dan pemanasan global.
Tak hanya itu, masalah kelestarian di Bumi juga semakin problematik dengan adanya sampah plastik.
Dikutip dari data Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton), aktivis lingkungan hidup Gede Robi menyebutkan setiap tahun terdapat 8 juta ton sampah plastik di seluruh Indonesia, terutama di Pulau Jawa. Dari jumlah itu, hanya 3 juta ton sampah plastik yang bisa dikelola.
Mirisnya, sampah yang tidak dikelola itu berakhir dengan dibuang ke aliran sungai, dibakar, dan ditimbun begitu saja. Tanpa dikelola dengan benar, sampah dapat menghasilkan gas metana yang merusak lapisan ozon.
Tentunya, hal tersebut menambah daftar panjang masalah lingkungan di Indonesia dan membuat Bumi semakin tak lestari.
Jika aktivitas manusia terus mendorong pemanasan global, menurut laporan NOAA, tanda-tanda peningkatan suhu Bumi akan mengalami percepatan. Para ahli memperkirakan suhu Bumi naik menjadi 1,5 derajat Celcius pada 2030.
Suhu Bumi yang semakin panas akan menyebabkan lebih banyak es mencair, permukaan laut lebih tinggi, hingga cuaca ekstrem serta dampak lain pada kesehatan, pembangunan, dan keamanan pangan bagi manusia.
Oleh karena itu, manusia harus lebih peduli untuk menjaga Bumi agar tidak semakin banyak kerusakan alam yang terjadi.
Dalam rangka Hari Bumi tahun ini, Google Doodle juga memperingatinya dengan menampilkan gambar dari dampak perubahan iklim yang terjadi di sejumlah negara di atas kolom search mereka. Melalui gambar tersebut, Google ingin mengajak manusia untuk menciptakan perubahan iklim yang lebih baik dan mengurangi kerusakan alam.
“Acting now and together to live more sustainably is necessary to avoid the worst effects of climate change,” demikian ajakan kampanye Google Doodle.
Berita Terkait
-
Terhalang Mendung dan Hujan, Warga di TIM Saksikan Gerhana Bulan via Streaming
-
Debat ICW vs Politisi Muda: Soroti Larangan Pebisnis Ekstraktif Duduk di Legislatif
-
Kisah Kolaborasi Mengejutkan: Pramuka dan Kophi Jateng Satukan Kekuatan Jaga Lingkungan
-
Terdampak Krisis Iklim: Bagaimana Panas Ekstrem Membuat Harga Kopi Makin Melejit?
-
Parade 6 Planet Siap Hiasi Langit di 28 Februari 2026, Catat Waktu Terbaik Melihatnya
Terpopuler
- PP Nomor 9 Tahun 2026 Resmi Terbit, Ini Aturan THR dan Gaji ke-13 ASN
- Trump Umumkan Perang Lawan Iran 'Selesai' Usai Diskusi dengan Vladimir Putin
- 5 Rekomendasi Body Lotion Terbaik Mencerahkan Kulit di Indomaret
- Promo Kue Kaleng Lebaran Indomaret Alfamart Terbaru, Harga Serba Rp15 Ribuan
- Pelatih asal Spanyol Sebut Persib Bandung Kandidat Juara, Kedalaman Skuad Tak Tertandingi
Pilihan
-
Yaqut Diperiksa KPK Pekan Ini Usai Praperadilannya Ditolak, Langsung Ditahan?
-
Dua Kali Blunder Kiper Tottenham Antonin Kinsky Bikin Igo Tudor Kehabisan Kata-kata
-
Teror di Rumah Wali Kota New York Zohran Mamdani: Dua Remaja Lempar Bom Rakitan
-
Trump Bilang Perang Segera Selesai, Iran: Ngaku Saja, Amunisi Kalian Sudah Mau Habis
-
Selain Bupati, KPK Juga Gelandang Wabup Rejang Lebong ke Jakarta Usai OTT
Terkini
-
Pangkas Rantai Distribusi, Zulhas Gandeng Koperasi Desa Merah Putih Salurkan Bansos
-
Mayat dalam Boks Plastik di Medan Hebohkan Warga, Polisi Kantongi Identitas Korban
-
Terungkap! Proses Rahasia Pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Baru Iran
-
Cocok Buat yang Bosan Sama Mobil Jepang: Ini Harga Mobil Chery Terbaru Maret 2026 di Indonesia
-
Jalur Kepulangan Presiden Prabowo di Hambalang Bogor Terendam Banjir
-
Sekuel Manga Kitchen Princess Resmi Terbit di Nakayoshi Edisi Mei 2026
-
CEK FAKTA: Heboh Indonesia Tuan Rumah Piala Dunia 2026, Benarkah?
-
Terjaring OTT, Bupati Rejang Lebong Resmi Ditahan KPK
-
Puasa Nasi Udah Biasa, Cobain Puasa Plastik Biar Bumi Gak Ikut Kepanasan
-
Suzuki Siapkan Bengkel Siaga di 71 Titik Strategis Kawal Mudik Lebaran 2026