Indotnesia - Ibadah haji jadi cita-cita seluruh umat Muslim di dunia. Sayangnya, ibadah yang masuk dalam rukun Islam ke-5 ini tidak mudah untuk dilakukan. Selain biaya cukup mahal, para jemaah di Indonesia juga harus menunggu lama hingga puluhan tahun. Kira-kira kenapa begitu ya?
Haji adalah ibadah yang dilakukan oleh umat Islam di Tanah Suci Mekkah untuk berziarah ke Ka’bah selama bulan Dzulhijjah. Ibadah haji menjadi wajib dilakukan bagi mereka yang mampu.
Di Indonesia, warga yang ingin pergi ke Arab Saudi harus menunggu selama puluhan tahun. Dari laman resmi Kemenag, lama antrean tunggu haji paling cepat di Kabupaten Maybrat yaitu 9 tahun, sedangkan paling lama di Kabupaten Bantaeng yang harus menunggu hingga 97 tahun.
Kalau di Pulau Jawa, di Jawa Tengah lama antrean 63 tahun, Jawa Timur 69 tahun, Yogyakarta selama 65 tahun, dan Jakarta menunggu hingga 55 tahun.
Antrean panjang itu terjadi lantaran Indonesia termasuk jadi negara dengan pemeluk agama Islam terbesar. Jadi, banyak warga yang mendaftar untuk menjalankan rukun Islam ke-5 ini di tiap tahunnya, sedangkan kuota naik haji dibatasi tiap tahunnya.
Pada 2022, kuota jemaah Indonesia terbanyak di dunia mencapai 110.500. Jumlah itu turun 50% dari kuota jemaah tahun 2019. Antrean tersebut semakin menumpuk karena adanya penundaan selama pandemi.
Selain itu, ibadah ke Baitullah ini dilakukan dalam rangkaian yang cukup panjang selama kurang lebih 40 hari dan dilakukan sekali dalam setahun. Itu pun berbarengan dengan umat Islam di negara-negara lain.
Dibanding negara lain, lama antrean naik haji warga Indonesia, disebut nggak lama-lama banget. Beberapa negara ternyata juga harus menunggu lama untuk ibadah di Tanah Suci.
Sebut saja negara tetangga, menurut Kemenag Malaysia harus menunggu 120 tahun dulu untuk dapat mencium Hajar Aswad, sedangkan Singapura selama 34 tahun.
Selain lamanya antrean, melakukan ibadah ini juga memerlukan usaha dan menabung untuk biaya dan akomodasi selama beribadah di Mekkah. Melansir dari laman resmi Kemenag, berikut biaya haji reguler tahun 2022.
Kemenag menentukan besaran Bipih 1443 H/2022 M jemaah haji reguler per embarkasi:
1. Embarkasi Aceh Rp35.660.857;
2. Embarkasi Medan Rp36.393.073;
3. Embarkasi Batam Rp39.686.009;
4. Embarkasi Padang Rp37.411.480;
Berita Terkait
-
Terminal 2F Soetta Resmi Jadi Pusat Keberangkatan Jamaah Umrah
-
BPKH Pangkas Anggaran Operasional Rp100,31 Miliar
-
KPK Gagal Periksa Bos Maktour, Fuad Hasan Masyhur Pilih ke Luar Negeri Saat Kasus Haji Diusut
-
Mengapa Eropa Lebih Panas dari Timur Tengah? Suhu di Paris Lampaui Mekkah
-
Korupsi Haji Meluas! Dito Ariotedjo Diperiksa Terkait Sprindik Baru Tersangka Pihak Swasta
Terpopuler
- Link Download Logo dan Tema HUT Bhayangkara ke-80 2026 untuk Ulang Tahun Polri
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- Sunscreen Apa yang Bikin Glowing? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
- 5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
Pilihan
-
Rupiah Nyaris ke Rp18.000 Lagi Hari Ini
-
Ole Romeny Bakal Satu Tim dengan Justin Hubner di Liga Belanda, Fortuna Sittard Siapkan Tawaran
-
Antar Timnas Perancis ke 16 Besar, Mbappe Pecahkan Sejumlah Rekor Piala Dunia 2026
-
Prabowo ke Polisi: Gaji dan Senjata Kalian dari Rakyat, Jadi Jangan Menyusahkan Rakyat
-
Prabowo: Hukum Tak Boleh Dipakai untuk Balas Dendam Politik
Terkini
-
Brace Harry Kane Bawa Inggris Tantang Meksiko di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026
-
BRI Tegaskan Jadi Korban Dugaan Kredit Fiktif, Apresiasi Langkah Cepat Polda Sumsel
-
Bank Sumsel Babel Borong 6 Penghargaan Infobank 2026, Pertahankan Predikat Layanan Terbaik
-
Menembus Lautan, PTBA dan PKBM Pesona Hadirkan Akses Pendidikan di Pulau Tegal
-
Diduga Masalah Asmara, Begini Kronologi Siswi SMP Terjun ke Sungai Beliti
-
Sulitnya Cari Solar, Bus AKAP Mogok di Jalintas Sumatera karena Kehabisan BBM
-
Harga BBM Turun, Pengguna Pertamax di Palembang: Turunnya Dikit, Lumayan Lah!
-
Anggaran Lampu Jalan Palembang Melonjak dari Rp11 Miliar ke Rp140 Miliar, Ada Apa?
-
Ada Pihak Bantu Bupati Kuansing Saat OTT, KPK Sempat Kehilangan Jejak
-
Kasus Abdul Wahid, KPK Periksa Sekda Riau dan Bupati Indragiri Hulu