Suara.com - Bagi Anda yang baru terjun ke dunia pasar modal, istilah FTSE Russell mungkin terdengar seperti nama firma hukum atau tokoh sejarah.
Namun, di balik namanya yang klasik, lembaga ini adalah raksasa di balik layar yang menentukan ke mana triliunan dolar dana investor mengalir setiap harinya.
Mari kita bedah secara sederhana apa itu FTSE Russell dan mengapa pengumumannya selalu ditunggu-tunggu oleh para pelaku pasar, termasuk di Indonesia.
Apa Itu FTSE Russell?
FTSE Russell adalah sebuah perusahaan penyedia indeks pasar saham global yang dimiliki oleh London Stock Exchange Group (LSEG).
Bayangkan mereka seperti "kurator" atau pembuat daftar peringkat. Mereka mengelompokkan saham-saham dari seluruh dunia berdasarkan kriteria tertentu, seperti likuiditas (seberapa mudah saham diperjualbelikan) dan ukuran perusahaan (kapitalisasi pasar).
Produk mereka yang paling terkenal antara lain:
- FTSE 100: Berisi 100 perusahaan terbesar yang tercatat di bursa Inggris.
- Russell 2000: Menjadi acuan untuk perusahaan-perusahaan kecil (small-cap) di Amerika Serikat.
- FTSE Global Equity Index Series: Daftar yang mencakup ribuan saham dari negara maju hingga negara berkembang (seperti Indonesia).
Bagaimana Cara Kerjanya?
FTSE Russell tidak membeli saham. Mereka hanya membuat "resep" atau daftar.
Baca Juga: IHSG Akhirnya Rebound ke Level 8.000, Cek Saham yang Cuan
Namun, masalahnya adalah banyak manajer investasi besar di dunia (seperti BlackRock atau Vanguard) menggunakan daftar ini sebagai acuan utama untuk produk ETF (Exchange Traded Fund) atau reksa dana indeks mereka.
Jika sebuah saham masuk ke dalam indeks FTSE, maka pengelola dana tersebut wajib membeli saham itu agar isi portofolio mereka sama persis dengan daftar yang dibuat FTSE Russell.
Begitu juga sebaliknya, jika sebuah saham dikeluarkan (delisted), mereka harus segera menjualnya.
Dampak Terhadap Harga Saham
Lalu, apa pengaruhnya bagi kita sebagai investor? Dampaknya bisa sangat signifikan dalam jangka pendek maupun menengah:
- Lonjakan Volume Transaksi: Saat FTSE Russell mengumumkan perubahan anggota indeks (rebalancing), biasanya akan terjadi lonjakan volume transaksi yang luar biasa besar pada hari efektif perubahan tersebut.
- Kenaikan Harga (Inclusion): Jika sebuah saham Indonesia masuk ke dalam daftar FTSE Global Index, biasanya harga saham tersebut akan naik karena adanya permintaan masif dari investor asing. Ini sering disebut sebagai "sentimen positif".
- Tekanan Jual (Exclusion): Sebaliknya, jika sebuah saham didepak dari indeks, harga seringkali turun drastis karena manajer investasi global melakukan aksi jual serentak.
- Prestise dan Kepercayaan: Masuknya sebuah perusahaan ke dalam indeks global membuktikan bahwa perusahaan tersebut memiliki tata kelola yang baik dan likuiditas yang sehat di mata internasional.
FTSE Russell adalah "hakim" yang memberikan sertifikasi kelayakan bagi sebuah saham untuk dilirik oleh pemodal dunia. Bagi investor ritel, memantau pengumuman rebalancing FTSE adalah strategi cerdas untuk melihat ke mana arah "uang besar" akan bergerak.
Tentu saja, meskipun masuk indeks adalah kabar baik, fundamental perusahaan tetap menjadi kunci utama dalam jangka panjang. Indeks hanyalah pintu masuk, namun kinerja perusahaanlah yang menentukan seberapa jauh harga saham akan terbang.
Kontributor : Rizqi Amalia
Berita Terkait
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
IHSG Hari Ini Lagi Semringah, Naik 1,24% dan 578 Saham Melesat
-
Kapolri Perintahkan Jajaran Awasi Ketat Permainan Saham Gorengan
-
IHSG Sempat Loyo Tapi Berbalik Terbang di Selasa Pagi, 322 Saham Hijau
-
FTSE Russell Susul MSCI, Tunda Peninjauan IHSG di Tengah Penentuan Free Float
Terpopuler
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- 5 Pemain Top Dunia yang Berpotensi Ikuti Jejak Layvin Kurzawa Main di Super League
- Pasca Penonaktifan, 3.000 Warga Kota Yogyakarta Geruduk MPP untuk Reaktivasi PBI JK
- 10 HP OPPO RAM 8 GB dari yang Termurah hingga Flagship 2026
- 4 Pilihan Smart TV 32 Inci Rp1 Jutaan, Kualitas HD dan Hemat Daya
Pilihan
-
Bocah-bocah di Sarang Polisi: Asal Tangkap Perkara Aksi Agustus
-
Selamat Jalan 'Babeh' Romi Jahat: Ikon Rock N Roll Kotor Indonesia Tutup Usia
-
Sidang Adat Pandji Pragiwaksono di Toraja Dijaga Ketat
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
Terkini
-
Cara Daftar dan Cek Penerima BSU Terbaru 2026
-
Pelabuhan Karimun Masuk Radar Sanksi Uni Eropa terkait Distribusi Minyak Rusia
-
Strategi Bank Mandiri Taspen Perkuat Ekosistem Pensiunan
-
Pandu Sjahrir: Moodys Hanya Minta Kejelasan Arah Kebijakan Pemerintah
-
Kemenhub Deadline Kapal Penyeberangan: Bereskan Izin atau Dilarang Mudik
-
Kilau Emas Menggoda, Pembiayaan BCA Syariah Melesat 238 Persen
-
Antisipasi Mudik Lebaran 2026, KSOP Tanjung Wangi Siagakan 55 Kapal di Selat Bali
-
Skandal Ribuan Kontainer China: Mafia Impor Diduga Gerogoti Institusi Bea Cukai
-
Kinerja 2025 Moncer, Analyst Rekomendasikan 'BUY' Saham BRIS
-
BPDP Akui Produktivitas Sawit Indonesia Kalah dari Malaysia