Indotnesia - Kasus pelecehan seorang karyawan wanita perusahaan Kawan Lama Group dalam sebuah grup WhatsApp (WA) sempat ramai di Twitter. Setelah melakukan penyelidikan, pihak perusahaan mengenakan Surat Peringatan ke-3 (SP III) pada pelaku.
Sebelumnya, suami korban pada Sabtu (13/8/2022) membagikan utas di Twitter yang menceritakan kronologi pelecehan yang dialami oleh istrinya. Dia juga menyertakan tangkapan layar percakapan grup WA yang membuat bukti.
Melalui utas tersebut sang suami berusaha menuntut pihak perusahaan agar memberikan sanksi pada pelaku. Manajemen Kawan Lamo Group merespons dan menyebut akan melakukan penyelidikan.
Pihak perusahaan juga menyebut grup percakapan WA yang berisikan 13 anggota tersebut merupakan ranah privasi individu, sehingga yang terjadi di dalam grup menjadi di luar kewenangan perusahaan.
Meski begitu, dari hasil penyelidikan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan telah ditemukan pelanggaran norma yang diatur dalam Peraturan Perusahaan dan Standar Perilaku Bisnis Kawan Lama Group. Karena itu, para pelaku yang ikut terlibat dikenakan SP III.
Hal tersebut disampaikan pihak perusahaan dalam rilis Tanggapan Lanjutan Atas Informasi yang Beredar Terkait Dugaan Pelecehan Seksual Secara Verbal di Group Chat Pertemanan.
“Pada salah satu interaksi di dalam grup chat telah ditemukan pelanggaran norma yang diatur dalam Peraturan Perusahaan dan Standar Perilaku Bisnis Kawan Lama Group,” tulis Vice President Government Relations Kawan Lama Group, Dasep Suryanto dalam surat tanggapan pada Rabu (16/8/2022).
“Atas dasar itu kami memberikan sanksi kepada pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran berupa SP III (Surat Peringatan ke-3),” imbuhnya.
Dari rilis itu juga disampaikan apabila masih ada pihak-pihak yang merasa dirugikan dengan keputusan tersebut, maka Kawan Lama Group siap bekerjasama dalam setiap proses.
Baca Juga: Geram Istrinya Dilecehkan Rekan Kantor di Grup WA, RP Laporkan Pelaku ke Polres Metro Jakbar
Meski begitu, pihak perusahaan sangat menyayangkan peristiwa yang terjadi pada karyawannya dan juga pengangkatan masalah ke media sosial yang berpotensi menyebabkan kerugian pada perusahaan Kawan Lama Group.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
-
KPK Benarkan Lakukan OTT di Jakarta Hari Ini, Siapa Targetnya?
-
Resmi! Indonesia Masuk Daftar Kandidat Tuan Rumah Piala Asia 2031
Terkini
-
Siswa SD Akhiri Hidup: Menko PM Minta Pejabat Peka, Masyarakat Lapor Bila Sulit Ekonomi
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Lama Sekolah di Luar Negeri, Stella Christie Belajar Membaca Perbedaan Sistem Pendidikan Global
-
Redam Gejolak Pasar, Menko Airlangga Lobi Langsung Investor Institusional
-
Penyakit Khas Mobil Bekas Rp50 Jutaan yang Wajib Dicek Sebelum Beli
-
Nasib Borderlands 4 di Nintendo Switch 2: Dibatalkan atau Hanya Jeda?
-
All-Out di Negeri Seberang, BYD Siapkan Mobil Khusus untuk Pasar India
-
Ketua Komisi VII DPR Sentil Menpar Gara-Gara Jawaban Rapat Disampaikan Via Medsos
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
LIVE: Profesionalisme Penegakan Hukum dan Pengaruh Bagi Iklim Usaha I Round Table Discussion