Indotnesia - Pernahkah kalian merasa begitu cemas atau takut terhadap suatu objek atau situasi tertentu? Jika perasaan tersebut muncul, bisa jadi Anda mengalami fobia.
Fobia adalah ketakutan yang sangat berlebihan terhadap benda atau keadaan tertentu yang dapat menghambat kehidupan penderitanya. Gangguan ini bisa dialami oleh siapa pun.
Lebih jelasnya, berikut pengertian terkait apa itu fobia, gelaja, dan tips mengatasinya.
Apa itu fobia?
Melansir Very Well Health, fobia adalah ketakutan berlebihan yang berkelanjutan terhadap sesuatu yang spesifik.
Kondisi ini lebih parah dari sekadar ketakuan biasa karena berkaitan dengan emosi yang intens terhadap ancaman saat itu. Karena itu, seorang yang fobia akan menghindari apa yang mereka takuti atau mereka mengalaminya tetapi dengan perasaan tertekan.
Sementara, fobia spesifik adalah jenis gangguan kecemasan dengan ketakutan yang intens dan berkelanjutan terhadap sesuatu seperti ular, ketinggian, tempat tertutup, atau objek atau situasi lain. Fobia jenis ini, dialami oleh 12,5% orang dewasa di Amerika Serikat.
Gejala fobia
Meski memiliki ketakutan terhadap sesuatu adalah hal yang wajar, akan tetapi jika ketakutan tersebut terjadi secara terus menerus dan membahayakan maka perlu segera diatasi.
Baca Juga: Geram Lesti Kejora Cabut Laporan KDRT Rizky Billar, Warganet Minta KPI Boikot Leslar dari TV
Fobia ekstrem terhadap objek atau situasi tertentu dapat menyebabkan gejala kecemasan yang signifikan bahkan mengganggu kehidupan sehari-hari. Karena itu perlu dipahami beberapa gejala fobia berikut agar Anda bisa segera melakukan perawatan.
1. Mengalami ketakutan berlebihan dan irasional tentang objek atau situasi tertentu.
2. Menghindari objek atau situasi yang ditakuti secara irasional atau berlebihan.
3. Mengalami gejala kecemasan segera setelah dihadapkan dengan objek atau situasi yang ditakuti
Lebih spesifik, seorang yang mengalami fobia akan merasakan pusing, leher seperti tercekik, dada berdebar, sesak napas, mual muntah,dan keringat berlebih ketika menghadapi ketakukan Anda. Sementara gejala psikologis merasa cemas berlebihan, linglung, atau hilang kendali.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil Hybrid Paling Murah dan Irit, Cocok untuk Pemula
- 7 HP Terbaru di 2026 Spek Premium, Performa Flagship Mulai Rp3 Jutaan
- Bedak Apa yang Tahan Lama? Ini 5 Produk yang Bisa Awet hingga 12 Jam
- Bedak Apa yang Bikin Muka Glowing? Ini 7 Rekomendasi Andalannya
- 7 Sepatu Running Adidas dengan Sol Paling Empuk dan Stabil untuk Pelari
Pilihan
-
Ziarah Telepon Selular: HP Sultan Motorola Aura Sampai Nokia Bunglon
-
Ucap Sumpah di atas Alkitab, Keponakan Prabowo Sah Jabat Deputi Gubernur BI
-
Liburan Keluarga Berakhir Pilu, Bocah Indonesia Ditabrak Mati di Singapura
-
Viral Oknum Paspampres Diduga Aniaya Driver Ojol di Jakbar, Dipicu Salah Titik dan Kata 'Monyet'
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
Terkini
-
7 Mobil Subaru Bekas Murah di Bawah 150 Juta, Bandel dan Keren!
-
Pertarungan di Senayan: Menghapus Ambang Batas Parlemen Demi Suara Rakyat atau Stabilitas Politik?
-
Lilypad, Antagonis Utama Film Toy Story 5 Bawa Ancaman Baru Bagi Woody cs
-
Pertamina EP Raup EBITDA USD 887,44 juta di 2025
-
Fraksi PSI Kritik Pemprov DKI: Subsidi Pangan Sulit Diakses, Stunting Masih Tinggi
-
BCA Syariah Catat Pembiayaan Emas Meroket 200% Capai Rp 520 M di 2025
-
5 Prompt Poster Tarhib Ramadhan 2026 yang Menarik dan Penuh Makna
-
Dharma Pongrekun Kritik Respons Pemerintah soal Virus Nipah: Hanya Mengikuti Alarm Global!
-
Bongkar Sindikat Narkoba di Jakarta, Polisi Sita 450 Ekstasi dan 66,5 Gram Sabu
-
Kunci Jawaban Buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas 8 Kurikulum Merdeka Halaman 190