Indotnesia - Penyanyi Celine Dion mengidap penyakit langka bernama stiff person syndrome. Akibat sindrom yang ia derita, perempuan berusia 54 tahun ini harus membatalkan dan menunda tur konsernya.
Lalu apa itu stiff person syndrom? Bagaimana gejala dan penanganannya?
Mengutip Rare Disease, stiff-person syndrome atau SPS adalah kelainan neurologis langka yang ditandai dengan otot kaku secara progresif dan kejang otot berulang yang menyakitkan.
Kekakuan otot kerap kali berfluktuasi, artinya bisa bertambah buruk dan kemudian membaik. Otot yang kaku juga biasanya terjadi bersamaan dengan kejang otot. Kejang ini bisa cukup kuat untuk mematahkan tulang dan tiap kali penderitanya jatuh dapat menyebabkan cedera parah.
Kejang terjadi secara acak atau dipicu oleh berbagai peristiwa yang berbeda termasuk kebisingan yang tiba-tiba atau bahkan kontak fisik ringan. Tingkat keparahan dan perkembangan SPS bervariasi pada setiap penderitanya.
Jika tidak mendapatkan perawatan, SPS berpotensi menyebabkan kesulitan berjalan dan berdampak signifikan pada kemampuan seseorang untuk melakukan sehari-sehari.
Sejauh ini penyebab pasti SPS belum diketahui, namun diyakini sebagai gangguan autoimun. Namun saking langkanya dan gejalanya yang ambigu, penderitanya mencari pengobatan untuk nyeri kronis sebelum mendapatkan perawatan neurologis.
Rata-rata butuh sekitar 7 tahun bagi seseorang untuk memperoleh diagnosis SPS. Kenapa penyakit ini begitu langka?
Mengutip CNN, SPS mempengaruhi 1 dari 1 juta orang. Sebagian besar ahli saraf bahkan hanya akan melihat satu atau dua kasus sepanjang hidup mereka.
Baca Juga: Dulu Disebut Bakal Jadi Kota Masa Depan, Kini Meikarta Diamuk Konsumen
Kasus pertama sindrom orang kaku ini dilaporkan pada 1950-an dan pernah disebut sebagai "stiff man syndrome". Seiring berjalannya waktu, penyakit ini ternyata diidap dua kali lebih banyak pada perempuan ketimbang pria. Kemudian, namanya berganti menjadi "stiff person syndrome".
Sampai sekarang, tidak ada obat untuk menyembuhkan SPS, namun dengan terapi obat-obatan tertentu dapat meringankan gejalanya. Pengobatan immunoglobulin dapat membantu menurunkan kepekaan terhadap pemicu cahaya atau suara sehingga berpotensi membantu mencegah jatuh atau kejang.
Selain itu, penderita juga diberikan obat pereda nyeri, obat anticemas, dan pelemas otot. The Stiff Person Syndrome Center juga menggunakan suntikan toksin botulinum sebagai bagian dari pengobatan penyakit ini. Terapi fisik dan air juga penting untuk pasien dengan SPS.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan
-
Jadwal Padat Piala Presiden 2026 Diprotes Klub, Panpel Klaim Sudah Direstui AFC
-
Sambut HUT RI ke-81, PB ORADO Gelar Turnamen Bertajuk Piala Panglima TNI
-
Terancam Sanksi! FK UGM Investigasi dr. Elda Putri Soal Komentar Rendahkan Pasien BPJS
-
Tiket Pesawat Jakarta-Yogyakarta Rp890 Ribuan! Ini Daftar Promo untuk Liburan Hemat
-
Perang Timur Tengah Belum Goyahkan Ekspor RI, BPS Ungkap Mesin Pertumbuhan Ekonomi Masih Ngebut
-
Bukan Sekadar Tempat Transit, Wajah Baru Lounge Bandara Ini Setara Hotel Berbintang
-
Bahlil Beri Tugas Baru Lemigas Urus Impor Minyak dan LPG, Targetkan Pasokan Nasional Lebih Terjamin
-
Tunda Kenaikan Gaji Kepala Daerah! Korupsi Itu Soal Integritas, Bukan Kurang Penghasilan
-
Industri Kecantikan Indonesia Makin Bergairah, Inovasi dan Teknologi Jadi Kunci Persaingan