Absennya Lionel Messi dalam pertandingan kedua FIFA Matchday Juni 2023 melawan Timnas Indonesia telah diatur sejak jauh hari. Hal itu diakui oleh salah satu Jurnalis asal Argentina yang diundang Najwa Shihab dalam wawancaranya.
Banyak cerita yang beredar, La Pulga tiba-tiba memutuskan untuk tidak ikut ke Jakarta setelah membantu Argentina meraih kemenangan 2-0 atas Australia di Beijing, China, pada tanggal 15 Juni.
Namun, seorang jurnalis dari media Argentina, TyC Sports, bernama Gaston Edul, menegaskan bahwa keputusan Lionel Messi untuk hanya bermain dalam pertandingan pertama FIFA Matchday Juni 2023 telah diambil sejak lama.
Edul bahkan mengklaim bahwa Messi dan pelatih Lionel Scaloni telah membahas hal ini sebelum Argentina menetapkan jadwal pertandingan FIFA Matchday melawan Australia dan Indonesia.
"Keputusan tersebut telah diambil sejak lama, sebelum jadwal pertandingan ditentukan. Itu bukan keputusan spontan atau mendadak, itu sudah direncanakan sejak jauh hari," kata Gaston Edul dikutip dari kanal YouTube Najwa Shihab, Senin (26/6/2023).
"Meski Messi perlu istirahat, pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengetahui hal ini. Itulah sebabnya dia mengizinkannya meninggalkan skuad," kata Edul dalam keterangan di video tersebut.
Klaim yang disampaikan oleh Gaston Edul menimbulkan pertanyaan mengenai pengetahuan PSSI tentang rencana absennya Lionel Messi dalam pertandingan kedua FIFA Matchday Juni 2023.
PSSI mengklaim tidak ada pemberitahuan batalnya Lionel Messi sejak undangan pertama dilayangkan ke federasi sepak bola setempat.
Bahkan, salah satu anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Ahmad Riyadh, sempat membantah rumor bahwa Messi tidak akan datang ke Indonesia beberapa hari sebelum Argentina bertanding melawan Australia di China.
"Tidak ada pembicaraan (dengan AFA) mengenai ketidakhadiran Messi. Tidak ada sedikitpun," kata Riyadh kepada media beberapa waktu yang lalu.
"Hingga saat ini, jadwal pertandingan Messi tetap ada," tambah Riyadh saat itu.
Dalam wawancara dengan Najwa Shihab, Gaston Edul menjelaskan bahwa sebenarnya Lionel Messi masih memiliki kesempatan untuk bermain melawan Timnas Indonesia.
Hal itu mungkin terjadi jika pertandingan antara Indonesia dan Argentina di Jakarta dijadwalkan sebelum pertandingan Argentina melawan Australia di China.
"Pada kenyataannya, masalahnya bukanlah Indonesia, tetapi masalahnya adalah tanggal pertandingan," kata Gaston Edul.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022
-
Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko
-
Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
Jaksa KPK Tuntut Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara dan Uang Pengganti Rp1,45 Miliar