Ia pun mengaku mempunyai pilihan Capres-Cawapres lain yang bakal didukung pada Pilpres 2024 mendatang.
"Kalau dukung sih saya ke yang lain, tapi kalau ini kan dikasih duit, jadi lumayan lah buat nambah-nambah beli bensin," kata Haji Edi saat ditemui di Cimuncang, Kota Serang, Kamis (30/11/2023).
Pria yang sudah lebih dari 20 tahun menjadi supir angkot itu mengeluhkan sepinya penumpang jadi alasan para supir angkot menerima tawaran dari tim kampanye untuk memasang gambar Ganjar-Mahfud di angkotnya hanya dibayar Rp100 ribu.
"Namanya supir mah namanya juga di jalan nyari nafkah, jadi mau aja kalau ada buat nambah beli bensin, urusan milih kan pribadi. Ini mereka ngasih Rp100 ribu (pasang stiker Ganjar - Mahfud). Tapi ini enggak diwaktu, ga ngomong orangnya sampe kapan dipasangnya," ujarnya.
Hal serupa juga diungkapkan Imi (50) warga Tunjung, Kabupaten Serang yang mengaku didatangi seseorang yang diduga tim kampanye untuk memasang stiker bergambar Ganjar-Mahfud di kaca belakang kendaraannya sejak Selasa 28 November 2023 lalu.
Meski hingga sat ini, ia belum menentukan sosok capres-cawapres yang akan dipilihnya, Imi tak masalah angkot yang operasikan ditempel gambar Ganjar-Mahfud demi uang tambahan.
"Kalau pilihan sih belum, belum menentukan pilihan, gimana nanti aja. Ini baru pasang (stiker) 2-3 hari lah, ada yang minta pasang yaudah pasang, mereka bayar," ungkapnya.
"Kemarin itu mereka cuma ngasih Rp150 ribu, tapi ga tau sampai kapan, palingan 2 mingguan, lumayan buat beli bensin, apalagi narik lagi sepi," katanya.
Sementara itu, supir angkot lain, Sukri (46) warga Pabuaran, Kabupaten Serang mengatakan, kendaraan angkotnya tidak dipasangi stiker bergambar Ganjar - Mahfud seperti yang lain lantaran belum menerima tawaran dari pihak yang bersangkutan.
Baca Juga: Cerita Sopir Angkot Terpaksa Pasang Stiker Ganjar-Mahfud di Mobilnya, Ngaku Dibayar Rp100 Ribu
Namun, ia mengaku siap untuk memasang stiker bergambar Capres dan Cawapres bila menerima tawaran tersebut lantaran membutuhkan uang tambahan.
"Saya enggak (pasang) karena jarang narik juga, belum ada tawaran ke saya. (Kalau ditawarin) ya mau, ga apa-apa siapa juga mau capres, mau caleg juga siap aja, kita kan butuh uang tambahan ini," ungkap Sukri.
Kontributor : Yandi Sofyan
Tag
Berita Terkait
-
Kaesang Incar Suara Jateng untuk PSI, Ganjar: Orang Nyalon Kok Nantang
-
Kaesang Maju di Dapil Puan, Ganjar: Silakan, Saya Masih Yakin Jateng Kandang Banteng!
-
Dari Angkot hingga MRT: Bagaimana Transportasi Publik Jakarta Menemani Perjalanan Hidupku
-
Kemarau Bongkar Jejak Permukiman yang Tenggelam di Bendungan Karian
-
Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim