- Ketua DPR RI, Puan Maharani, menolak usulan pembahasan revisi UU Pemilu karena ingin fokus kesejahteraan rakyat.
- Pembahasan undang-undang harus melibatkan eksekutif dan legislatif melalui proses panjang dan matang.
- DPR saat ini memprioritaskan mitigasi geopolitik global dan kesejahteraan rakyat, bukan politik 2029.
Suara.com - Ketua DPR RI, Puan Maharani, menanggapi usulan sejumlah pihak, termasuk mantan Menko Polhukam Mahfud MD dan kelompok masyarakat sipil (civil society), yang mendorong agar revisi Undang-Undang Pemilu mulai dibahas tahun ini.
Puan menegaskan, bahwa DPR tidak ingin terburu-buru dalam mengambil keputusan dan lebih memilih fokus pada penuntasan program kesejahteraan rakyat.
Ia menjelaskan, bahwa setiap pembahasan undang-undang merupakan proses panjang yang harus melibatkan kesepakatan antara pemerintah (eksekutif) dan DPR (legislatif).
"Semua undang-undang pembahasannya itu harus melibatkan dua pihak, yaitu eksekutif dan legislatif. Kami akan membahas semua undang-undang ini dengan sebaik-baiknya, meminta masukan dari semua pihak. Jadi tidak perlu terburu-buru," ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).
Terkait arah politik menuju Pemilu 2029, Puan mengungkapkan bahwa sebenarnya komunikasi antarpartai politik maupun dengan pemerintah sudah mulai berjalan, baik secara formal maupun informal.
Pembahasan tersebut dilakukan untuk memetakan sistem terbaik bagi pelaksanaan pesta demokrasi mendatang.
"Terkait dengan undang-undang pemilu, saat ini semua partai politik juga bersama pemerintah secara formal dan informal juga sudah melakukan pembahasan secara detail atau secara baik, bagaimana sebenarnya yang terbaik untuk dilakukan nanti saat pemilu tahun 2029," jelasnya.
Meski komunikasi politik sudah berjalan, Puan menekankan bahwa prioritas utama DPR dan Pemerintah saat ini bukanlah agenda politik 2029, melainkan mitigasi dampak situasi geopolitik global terhadap masyarakat Indonesia.
Ia ingin memastikan sinergi antara legislatif dan eksekutif benar-benar dirasakan manfaatnya oleh rakyat, terutama dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan.
Baca Juga: Mahfud MD Paparkan Solusi Atasi Kekosongan Kepala Daerah, Pemilu Sela hingga Perpanjangan Jabatan?
"Apalagi dengan situasi geopolitik seperti ini, kita belum berpikir politik 2029, kita fokus urusan rakyat dahulu. Bagaimana semua kebijakan, semua program pemerintah itu bisa berjalan dengan baik, bagaimana kesejahteraan rakyat itu masih bisa kemudian berjalan sesuai dengan harapannya," tegasnya.
Ia pernyataannya dengan menekankan pentingnya kerja sama yang solid antara DPR dan Pemerintah.
"Bagaimana sinergi antara eksekutif dan legislatif ini memang bisa bekerja sama untuk kepentingan rakyat. Itu yang kita fokuskan," pungkasnya.
Berita Terkait
-
DPR Mulai Proses 3 Surpres: RUU Perlindungan Saksi, Keamanan Siber, hingga CEPA Kanada
-
Tok! DPR Sahkan RUU PPRT, Hak Cipta, dan Pengelolaan Keuangan Haji Jadi Usul Inisiatif
-
Mahfud MD Paparkan Solusi Atasi Kekosongan Kepala Daerah, Pemilu Sela hingga Perpanjangan Jabatan?
-
Mulai Bahas Revisi UU Pemilu, Komisi II DPR Hadirkan Mahfud MD hingga Refly Harun ke Senayan
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil