Badan Pusat Statistik (BPS) memaparkan capaian Indeks Demokrasi Indonesia atau IDI tahun 2021 sebesar 78,12%. Namun capaian ini masih dikategorikan "sedang" mengingat IDI level pusat mencapai 81,33% dan provinsi 76,80%.
IDI sendiri merupakan alat ukur kuantitatif yang digunakan untuk mengevaluasi sejauh mana perkembangan dan penerapan demokrasi di provinsi. Manfaat akademis IDI adalah dapat menunjukkan tingkat perkembangan demokrasi di setiap provinsi di Indonesia.
IDI tahun 2021, diukur dengan 22 indikator yang meliputi aspek kebebasan, aspek kesetaraan, dan aspek kapasitas lembaga demokrasi. Namun hal itu dirasa kurang komprehensif.
Lebih lanjut BPS menyelesaikan revisi terhadap komponen pembentuk dan metode penghitungan tersebut pada triwulan I tahun 2022. Hasilnya, metode baru penghitungan IDI tidak hanya mengukur demokrasi dalam bidang politik, tetapi juga meliputi bidang ekonomi dan sosial.
Merespons hal tersebut, pemerintah, melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menilai bahwa salah satu indikator yang memengaruhi IDI adalah peran lembaga-lembaga politik. Ini termasuk DPRD hingga partai politik.
Alhasil, Indonesia pada 2022 dinilai memiliki budaya politik yang masih rendah. Data Economist Intelligence Unit (EIU) menunjukkan, skor indeks demokrasi Indonesia mencapai 6,71 poin dari skala 10.
Terdapat lima kategori yang membentuk nilai indeks itu yang turut diberi skor dengan skala 0-10.
Pertama, kategori pemilu dan pluralisme Indonesia menyentuh 7,92 poin. Kedua, fungsi pemerintahan dengan skor 7,86.
Ketiga, partisipasi politik mendapat skor 7,22. Disusul posisi keempat, kebebasan sipil menyentuh 6,18. Kelima, budaya politik yang hanya 4,38.
Baca Juga: CEK FAKTA: Amien Rais Langsung Dieksekusi di Tempat oleh Presiden Jokowi, Kapolri Menyaksikan
Komponen indeks demokrasi Indonesia sebenarnya banyak yang di atas rata-rata indeks dunia. Namun, hanya budaya politik yang di bawah standar itu. Artinya, budaya politik di Indonesia masih tergolong rendah.
Adapun rata-rata skor komponen indeks demokrasi global adalah pemilu dan pluralisme (5,59), fungsi pemerintahan (4,70), partisipasi politik (5,44), kebebasan sipil (5,43), dan budaya politik (5,32). Rata-rata total skor global mencapai 5,29.
EIU menyebut, kawasan Asia dan Australia juga mengalami penurunan poin di kategori budaya politik.
"Skor kawasan ini untuk budaya politik turun sedikit, karena persepsi publik yang lebih negatif terhadap peran kepemimpinan dan demokrasi di tempat-tempat seperti Hong Kong dan Korea Selatan," tulis EIU dalam laporannya, dikutip Liberte Suara, Selasa (27/6/2023).
Indeks demokrasi EIU menggunakan 60 indikator dalam penelitiannya dan diukur dengan skala 0 sampai 10.
Indikator dikelompokkan ke dalam lima kategori, yakni proses pemilu dan pluralisme; kebebasan sipil; berfungsinya pemerintahan; partisipasi politik; dan budaya politik.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
Sukses, Peserta dari Empat Provinsi Antusias Ikuti Workshop "AI Tools for Journalists" di Palembang
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'