Suara.com - Musim kemarau kali ini ternyata menjadi berkah tersendiri bagi petanai tembakau di Temanggung, Jawa Tengah. Bagaimana tidak, di akhir masa panen 2015 ini, tembakau srintil yang menjadi ciri khas daerah tersebut , harganya menembus Rp1 juta per kilogram.
Grader PT Gudang Garam Perwakilan Temanggung Tjung Yen di Temanggung, Jumat (30/10/2015), mengatakan tembakau dengan kualitas terbaik ini berasal dari lereng Gunung Sumbing, di Desa Legoksari, Kecamatan Tlogomulyo.
Ia mengatakan tembakau srintil tidak dimiliki oleh semua petani, tembakau ini hanya dimiliki beberapa petani yang rajin merawat dan mempertahankan kualitas tembakau asli Temanggung.
Ia mengatakan, selama dirinya terjun di dunia pertembakauan, tembakau srintil paling baik pada 2015, pada panen tahun-tahun sebelumnya memang ada tetapi kualitasnya tidak sebaik tembakau srintil yang muncul tahun ini.
"Tahun 2011, tahun 2013 juga ada tetapi kualitasnya masih kurang baik, masih kalah dengan tahun ini. Sebelumnya tembakau srintil terbaik juga muncul tahun 1979, saat itu dibeli dengan harga Rp100 ribu per kilogram," katanya.
Ia mengatakan panen tembakau ini, tidak hanya satu atau dua keranjang tembakau yang dibeli dengan harga di atas Rp500 ribu per kilogram. Pihaknya membeli hingga ratusan keranjang tembakau dengan harga di atas Rp500 ribu per kilogram.
"Kalau yang harganya Rp1 juta per kilogram memang terbatas, tetapi kalau yang harganya di atas Rp500 ribu, sudah ratusan keranjang yang dibeli PT Gudang Garam," katanya.
Ia mengatakan tembakau dengan harga Rp500 ribu per kilogram tidak hanya berasal dari lereng gunung Sumbing saja, tembakau dari lereng Gunung Sindoro juga ada yang tembus Rp500 ribu per kilogram.
"Kalau dari lereng Gunung Sindoro paling tinggi saya beli dengan harga Rp500 ribu per kilogram, tembakau milik petani di Desa Malatan Kecamatan Bansari," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Modus Rokok Modifikasi: Cara Licik Selundupkan Tembakau Sintetis ke Lapas Karawang Terbongkar
-
Petani Tembakau Madura Desak Pemerintah Ubah Kebijakan Rokok Ilegal
-
Gus Lilur Suarakan 5 Tuntutan Petani Tembakau di Tengah Isu Rokok Ilegal
-
Sektor Alternatif: Dorong Pemahaman Profil Risiko Produk Tembakau Non-Bakar
-
APINDO Minta Pemerintah Pikir Ulang Aturan Soal Industri Rokok Terbaru
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
Terkini
-
5 Tinted Sunscreen yang Bagus untuk Flek Hitam dan Melasma
-
Lokasi Tes Kesehatan Manajer Kopdes Merah Putih 2026 yang Diakui, Salah Dikit Bisa Gugur
-
Pendaftaran Manajer Koperasi Merah Putih Dibuka sampai Kapan? Ini Link dan Syaratnya
-
7 Rekomendasi Tumbler Tahan Banting dan Tahan Suhu Tinggi: Harga Miring, Desain Kece!
-
Hari Kartini Apakah Libur? Ini Aturan Resmi SKB 3 Menteri untuk 21 April 2026
-
5 Sabun Cuci Muka Wardah untuk Flek Hitam Membandel, Bikin Wajah Cerah
-
Aturan Label Nutri Level GGL Berlaku, Pemerintah Beri Masa Transisi 2 Tahun untuk Industri
-
Apa Itu Fenomena Wellness di Jalan? Tren Baru Road Trip 2026
-
Cara Pakai Aplikasi Cek Bansos 2026, Pantau Bantuan Pemerintah Dari Rumah
-
Manajer Koperasi Merah Putih Jadi Pegawai BUMN? Ini Penjelasan Status dan Masa Kerjanya