Suara.com - Direktur Komunikasi dan Advokasi World Wildlife Fund (WWF) Indonesia Nyoman Iswarayoga mengatakan mengurangi sampah lebih penting daripada mendaur ulang atau menggunakan kembali barang bekas.
"Sampai saat ini masyarakat masih akrab dengan 3R, yaitu 'reuse', 'reduce' dan 'recycle'. Sebenarnya, yang paling penting adalah 'reduce' atau mengurangi sampah," kata Nyoman dihubungi di Jakarta, Senin (25/4/2016).
Nyoman mengatakan mengurangi sampah penting dilakukan agar tumpukan sampah di tempat pembuangan sampah akhir (TPA) tidak semakin menggunung.
Meskipun didaur ulang atau digunakan kembali, pada dasarnya barang-barang bekas tidak menghilangkan sampah yang diproduksi. Barang daur ulang bila tidak digunakan bisa kembali menjadi sampah.
"Daur ulang sampah sudah menjadi industri rumahan. Jangan sampai sampah justru menjadi bahan baku, sehingga kemudian mereka mencari-cari sampah. Kalau seperti itu, pengurangan sampah tidak berjalan," tuturnya.
Menurut Nyoman, mengubah perilaku masyarakat dalam memilah dan mengolah sampah memerlukan waktu yang tidak singkat. Perlu edukasi dan sosialisasi terus menerus agar itu menjadi kebiasaan masyarakat.
Contoh yang paling mudah adalah masyarakat Indonesia yang masih asal membuang sampah di tempat sampah tanpa melihat mana tempat sampah organik dan anorganik. Apalagi masih ada yang berperilaku membuang sampah di sembarang tempat.
"Di negara maju, itu berlangsung puluhan tahun. Di Jepang misalnya, kini masyarakatnya sudah terbiasa memisahkan botol minuman dari label dan tutupnya kemudian membuang di tempat sampah masing-masing yang sesuai," katanya.
Berita Terkait
-
Kota Bersih, Sampah Dipindahkan: Lingkaran Setan Pengelolaan Sampah Kita
-
Paradoks Sampah: Sibuk Daur Ulang, Sementara Plastik Terus Diproduksi?
-
Sampah Produk Tak Hanya Urusan Pemerintah, Produsen Harus Bertanggung Jawab
-
Tak Lagi Membosankan, Bagaimana Warga Gandaria Utara Pilah Sampah Lewat Smart Geprek?
-
Bukan Dari Sampah! Kebakaran TPA Galuga Berawal dari Ladang, Tak Ada Korban Jiwa
Terpopuler
- Daftar Shio yang Paling Berpotensi Jadi Pengusaha Sukses
- Harga Sepatu Skechers Original, Cek 5 Pilihan Terbaik untuk Jalan dan Lari
- Kipas Angin Model AC yang Resmi dan Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasinya
- Status Gunung Api Malam Ini: Merapi, Semeru, Anak Krakatau Siaga, 3 Gunung di Maluku Waspada
- 4 Shio Beruntung 6 September 2026, Hidup akan Lebih Ringan
Pilihan
-
Siswa SMK di Karo Diduga Hilang Ingatan Usai Keracunan MBG, Amnesty Desak Program Disetop
-
Gunung Anak Krakatau Masih Siaga, 6 Kali Erupsi Strombolian Terekam
-
Gunung Anak Krakatau 'Muntah-muntah' Lagi Selasa Pagi Ini, 3 Kali Erupsi
-
Bandara Soetta dan Halim Mulai Dibuka untuk Penerbangan
-
Warga Serbu Pasar Asemka Cari Masker, Pedagang: Stok KF95 Kosong Sejak Kemarin!
Terkini
-
Mitsubishi Chemical Bidik Bisnis Hijau, Garap Material Canggih untuk Industri Teknologi Tinggi
-
Kasus ISPA Tembus 4.500! Pemprov Banten Perpanjang PJJ Akibat Paparan Abu Vulkanik
-
Menteri PANRB: Arsitektur Pemerintah Digital dan Keadilan Digital Harus Dibangun Bersama
-
7 Dampak Letusan Gunung Anak Krakatau: Apa Saja yang Bisa Terjadi?
-
AS Resmi Jatuhkan 36 Sanksi Baru untuk Lumpuhkan Iran, Pesawat Sipil Dilarang Melintas
-
Bukan Debu Biasa, Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Bisa Picu Peradangan Paru hingga Sesak Napas
-
Segera Beli, Harga Emas Antam Lagi Murah Jadi Rp2,61 Juta/Gram
-
5 Tanda Kulit Butuh Eksfoliasi, Jangan Diabaikan agar Wajah Tidak Kusam
-
Purbaya Klaim Ekonomi RI Membaik karena Aksi Demo Lebih Sedikit
-
800 Aset Pemprov Dikuasai Pihak Luar! Kejati Sultra Dikerahkan Tuntaskan Temuan BPK