Suara.com - Dunia mengakui seni ukir khas Dayak. Sayangnya seni tradisi Dayak khususnya di Kalimantan Tengah ini terancam 'punah' karena menurunnya minat generasi muda untuk mempelajari seni ukir dengan motif khas daerahnya.
"Saya tidak henti-hentinya mengajak generasi muda untuk belajar mengukir karena seni ukir khas Dayak Kalimantan Tengah ini harus dilestarikan. Di beberapa daerah di Kalimantan ini, seni ukir Dayak justru mulai ditekuni oleh orang luar daerah seperti Bali dan Jawa," kata salah satu seniman ukir Kalimantan Tengah, Muhammad Haitami di Sampit, beberapa waktu lalu.
Haitami yang juga seorang guru, mulai menggeluti seni sejak 1974 silam, dengna mengajar melukis, musik dan menyanyi. Seni ukir khas Dayak mulai digelutinya pada 1989.
Saat itu dia berpikir memanfaatkan kayu-kayu sisa di sekitar tempat tinggalnya agar menjadi benda bernilai ekonomis. Mulailah dia membuat beberapa ukiran kayu dengan motif Dayak dan ternyata mendapat sambutan antusias.
"Saya ini hidup di tiga era kemajuan Dayak, yakni saat tradisional atau primitif, masa transisi hingga era modern saat ini. Tahapan perkembangan itu memberi saya banyak ide dalam berkarya. Saya harap generasi muda juga belajar mengukir agar salah satu kekayaan budaya kita ini tetap lestari," kata Haitami.
Hasil-hasil karya ukirannya cukup diminati masyarakat bahkan hingga dibawa ke luar negeri. Terlebih ukiran dengan motif Dayak, sangat diminati pembeli karena dinilai unik.
Hingga kini, Haitami yang sudah berusia senja, masih aktif mengerjakan pesanan berbagai jenis ukiran kayu. Kini di rumahnya di Kelurahan Mentaya Seberang, dia dibantu anak-anaknya yang ternyata mewarisi bakat seni serupa, setiap hari mengerjakan banyak pesanan ukiran.
Namun masih ada yang mengganjal dalam benak Haitami, karena makin sedikit generasi muda yang meminati seni ini. Dia berharap kemahiran mengukir bisa dimiliki banyak pemuda lain agar seni ukir Dayak tetap lestari. Haitami dan anak-anaknya selalu siap berbagi ilmu dan kemampuan membuat ukiran khas Dayak.
"Ini bisa menjadi peluang usaha dan bisa membuka lapangan pekerjaan. Terlebih di era MEA (masyarakat ekonomi ASEAN) ini, kita harus memiliki keunggulan dalam bersaing dengan pencari kerja dari luar negeri," kata Haitami.
Haitami meyakinkan generasi muda bahwa setiap orang memiliki kelebihan dan itu harus dimanfaatkan dengan baik dan benar. Pemerintah juga diharap membantu mengarahkan masyarakat untuk berkreasi dan mandiri. (Antara)
Berita Terkait
-
Ada Ritual 'Tepung Tawar' Suku Dayak di Tengah Aksi Massa Kaltim, Apa Maknanya?
-
Kasus Deforestasi PT Mayawana, Kepala Adat Dayak Penjaga Hutan di Kalbar Dijadikan Tersangka
-
Rizky Kabah, TikToker yang Dilaporkan Hina Suku Dayak?
-
"Hot News Will Begin Darling", Status IG Terakhir Rizky Kabah Sebelum Ditangkap Polisi
-
Rizky Kabah Tak Berkutik di Kamar Kos, Detik-detik Penangkapan TikTokers Penghina Suku Dayak!
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- JK Jadi Tersangka Korupsi Ekspor Logam Tanah Jarang, Langsung Ditahan Kejagung
Pilihan
-
Ironi Hukum: Menuju Indonesia Emas, Ternyata Emasnya Ada di Rumah Febrie!
-
Bikin Melongo! Polri Pamerkan 74 Kg Emas hingga Ratusan Miliar Hasil Sitaan Kasus Jampidsus
-
Jampidsus Febrie Adriansyah: Saya Tidak Mundur! Masih Terima Perintah Usut Kasus Korupsi
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
Terkini
-
Tak Banyak yang Tahu, Pilihan Menu di Hotel Ternyata Bisa Berdampak pada Kelestarian Laut
-
Moisturizer Citra Pearly Glow UV Bisa Bikin Cerah? Cek Klaim dan Ulasan Pengguna
-
3 Review Facial Wash Non SLS Wardah, Tidak Bikin Wajah Ketarik setelah Cuci Muka
-
5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!
-
Belum Punya Riwayat Kredit? Kini Peluang Dapat Pembiayaan Bisa Lebih Besar Berkat Data Digital
-
Limbah Jahe Selama Ini Banyak Terbuang, Bagaimana Peneliti BRINDiubah Menjadi Sumber Energi Bersih?
-
6 Tips Feng Shui untuk Menjual Rumah, Cepat Laku dengan Harga Tinggi
-
Awas Tertipu, Begini Cara Membedakan Sunscreen Facetology Asli dan Palsu
-
Bukan Cuma Estetik, Begini Cara Memilih Lantai Rumah yang Awet, Aman, dan Minim Perawatan
-
Bedak Tabur Apa yang Bikin Glowing dan Tahan Lama? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review dan Harga