- Konten kreator Rizky Kabah ditangkap paksa di Jakarta oleh tim Siber Polda Kalbar setelah dua kali mangkir dari panggilan pemeriksaan
- Sesaat sebelum ditangkap, Rizky mengunggah Instagram Story dengan tulisan "Hot news will begin darling,"
- Penangkapan ini merupakan tindak lanjut dari laporan Ormas Dayak atas konten Rizky
Suara.com - "Hot news will begin darling (Berita hangat akan dimulai sayang)," tulis konten kreator Rizky Kabah dalam unggahan Instagram Story terakhirnya. Siapa sangka, pesan misterius yang diunggahnya pada Rabu (1/10/2025) malam itu menjadi kenyataan pahit bagi dirinya.
Beberapa saat kemudian, ia dijemput paksa oleh aparat kepolisian di kediamannya di kawasan Jakarta Pusat.
Penangkapan dramatis kreator asal Pontianak ini menjadi puncak dari kasus dugaan penghinaan terhadap suku Dayak yang menjeratnya.
Pihak kepolisian terpaksa mengambil langkah tegas setelah Rizky dua kali mangkir dari panggilan resmi yang dilayangkan Polda Kalimantan Barat (Kalbar).
"Benar, RK ditangkap saat sedang berada di wilayah Jakarta Pusat," kata Kabid Humas Polda Kalbar Kombes Bayu Suseno, dikutip Kamis (2/10/2025).
Penjemputan paksa ini dilakukan langsung oleh tim Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar. Menurut Bayu, tindakan ini merupakan prosedur yang harus ditempuh karena Rizky, yang memiliki nama lengkap Riezky Kabah Nizar, tidak menunjukkan itikad baik untuk memenuhi panggilan penyidik.
"Penjemputan dilakukan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar setelah RK mangkir dari dua kali panggilan resmi. Aparat menempuh langkah tegas untuk menjemput RK yang sedang berada di wilayah Jakarta Pusat," jelas Bayu.
Setelah ditangkap, Rizky tidak ditahan di Jakarta. Ia langsung diterbangkan ke Pontianak untuk menjalani pemeriksaan intensif di Markas Polda Kalbar.
Dalam video yang beredar, Rizky terlihat digiring petugas di Bandara Internasional Supadio Pontianak dengan mengenakan pakaian yang sama persis seperti di unggahan Instagram Story terakhirnya yakni kemeja hitam, kacamata, dan masker yang diturunkan ke dagu.
Baca Juga: Rizky Kabah Tak Berkutik di Kamar Kos, Detik-detik Penangkapan TikTokers Penghina Suku Dayak!
"Ya benar, hari ini penyidik Ditreskrimsus Polda Kalbar telah membawa RK untuk selanjutnya dilakukan pemeriksaan. Untuk perkembangan informasi akan kami infokan lebih lanjut," ujar Bayu.
Kasus ini bermula dari sebuah konten yang diunggah Rizky dan dinilai telah melukai perasaan masyarakat Dayak. Pada 9 September 2025, sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Organisasi Kepemudaan (OKP) Dayak secara resmi melaporkannya ke polisi.
Rizky dituding telah menghina suku Dayak dengan menyebut mereka menganut ilmu hitam. Ironisnya, pernyataan itu ia sampaikan dalam sebuah konten yang direkam di depan Rumah Radakng, rumah adat kebanggaan masyarakat Dayak di Pontianak.
Langkah cepat Polda Kalbar dalam menangani kasus ini mendapat apresiasi dari pihak pelapor.
"Saya sebagai pelapor dan mewakili masyarakat Dayak mengucapkan terima kasih kepada Polda Kalbar yang telah bekerja keras dan mantap. Sehingga Rizky Kabah yang menghina suku Dayak telah ditangkap Polda Kalbar. Sukses dan jaya selalu," kata Ketua Ormas Mangkok Merah Kalimantan Barat (MMKB), Iyen Bagago, secara terpisah.
Pihak kepolisian pun mengingatkan agar kasus ini menjadi pelajaran bagi seluruh masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial. "Proses ini juga menjadi pembelajaran bersama agar kebebasan berekspresi tetap menghormati aturan dan etika," imbuh Kombes Bayu.
Berita Terkait
-
Rizky Kabah Tak Berkutik di Kamar Kos, Detik-detik Penangkapan TikTokers Penghina Suku Dayak!
-
Sebut Suku Dayak Punya Ilmu Hitam, Konten Kreator Riezky Kabah Diciduk Polisi di Jakarta
-
Konten Hina Suku Dayak, Riezky Kabah Terancam Denda Rp1 Miliar
-
Profil Riezky Kabah, TikTokers yang Dilaporkan karena Hina Suku Dayak
-
Jatam Ungkap Cara KCP 'Usir' Warga Lokal dari Lokasi Tambang: Sungai Diracun, Sekolah Ditutup
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Proyek PSEL Makassar: Investor Akan Gugat Pemkot Makassar Rp2,4 Triliun
- 5 Rekomendasi Tablet Murah dengan Keyboard Bawaan, Jadi Lebih Praktis
- Sepeda Lipat Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Rekomendasi Terbaik untuk Gowes
Pilihan
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Benjamin Netanyahu Resmi Diseret ke Pengadilan Duduk di Kursi Terdakwa
-
Biadab! Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera di Gaza pakai Serangan Drone
-
Iran Tuduh AS-Israel Langgar Kesepakatan, Gencatan Senjata Terancam Batal
-
Jambret Bersenjata di Halmahera Semarang: Residivis Kambuhan yang Tak Pernah Belajar
Terkini
-
Diperiksa KPK, Haji Her Bantah Kenal Tersangka Korupsi Bea Cukai
-
Lift Mati Saat Blackout, 10 Penumpang MRT Lebak Bulus Dievakuasi Tanpa Luka
-
Ada Nama Riza Chalid, Kejagung Tetapkan 7 Tersangka Dugaan Korupsi Petral
-
Al A'Raf: Panglima TNI dan Menhan Harus Diminta Pertanggungjawaban di Kasus Andrie Yunus
-
PLN Buka Suara Soal Listrik Padam di Jakarta, Begini Katanya
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
-
Nostalgia Masa Kecil Rano Karno, Trem Bakal Hidup Lagi di Kawasan Kota Tua Jakarta
-
Pramono Bantah Isu IKJ Pindah ke Kota Tua, Siapkan Ruang Ekspresi Seni ala Amsterdam
-
Skandal Foto AI di JAKI: Kronologi hingga Pencopotan Lurah Kalisari
-
Polri Bongkar Kasus BBM dan LPG Subsidi, Boni Hargens: Respons Cepat Hadapi Krisis Energi Global