Suara.com - Pesona kecantikan perempuan Jepang sudah banyak diakui dunia. Bahkan kini produsen kosmetik Jepang sudah mengembangkan sayapnya hingga ke mancanegara untuk membagikan resep cantik para perempuan di negara itu.
Ya kita semua tahu perempuan Jepang memiliki kulit yang sempurna. Meski hal ini dipengaruhi faktor genetik bukan berarti Anda tak boleh mengetahui empat rahasia kecantikan para perempuan Jepang, seperti dilansir Boldsky berikut ini.
1. Banyak konsumsi sayur dan buah
Para perempuan Jepang mengatakan bahwa pola hidup sehat merupakan kunci dari setiap kesempurnaan penampilan mereka. Konsumsi buah dan sayur menjadi hal wajib yang harus mereka penuhi untuk membuat kulit cantik, sehat dan bercahaya.
2. Menggunakan minyak esensial untuk kelembapan kulit
Perempuan Jepang kerap menggunakan bahan-bahan alami untuk membantu mendapatkan kulit yang lembab. Salah satunya dengan menggunakan minyak esensial seperti minyak bunga lavender, cendana dan beberapa jenis minyak lainnya setiap hari. Selain untuk melembabkan, minyak tersebut juga mereka gunakan untuk menghapus sisa make up dan membersihkan pori-pori mereka.
3. Melindungi kulit dari paparan sinar matahari
Meski imbauan penggunaan tabir surya sebelum ke luar ruangan sudah banyak didengungkan, para perempuan Jepang percaya kulit mereka masih terpapar sinar radiasi UV yang berbahaya. Sehingga, mereka memilih untuk membatasi aktivitas di luar ruangan atau menggunakan pakaian tertutup saat ke luar ruangan.
4. Masker alami
Perempuan Jepang memiliki teknik masker tersendiri untuk menjaga kecantikan dan kesehatan kulitnya. Salah satunya dengan menempelkan kapas yang telah direndam dalam air ke wajah selama sepuluh menit. Metode ini diyakini dapat membantu mengencangkan kulit, menunda penuaan dini dan menjaga kulit tetap lembab.
5. Gaya hidup aktif
Sudah menjadi rahasia umum jika perempuan Jepang adalah pekerja keras. Tak ada istilah bagi mereka untuk bermalas-malasan, dan menurut para pakar gaya hidup aktif melancarkan peredaran darah yang pada gilirannya akan membuat kulit sehat. Selamat mencoba!
Berita Terkait
-
Di Balik Valentine: Memaknai Ulang Cinta, Mencegah Femisida dalam Pacaran
-
Novel Perempuan dan Anak-anaknya,Tragedi 1965 dalam Sudut Pandang Keluarga
-
PNM Raih Apresiasi Internasional, Komitmen Perluas Pemberdayaan Perempuan Lewat Orange Bonds
-
3 Pemain Liga Indonesia yang Viral karena Dugaan Kekerasan terhadap Perempuan
-
Nyi Sadikem: Menguak Rahasia Tradisi Gowok dan Keteguhan Perempuan Jawa
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Kronologi Penembakan Pesawat Smart Air di Papua: Pilot dan Kopilot Gugur Usai Mendarat
Pilihan
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
-
Kabar Duka: Mantan Pemain Timnas Indonesia Elly Idris Meninggal Dunia
Terkini
-
5 Rekomendasi Baju Cheongsam Anak Laki yang Keren dan Menggemaskan
-
Profil Zian Fahrezi Qori Cilik dari Bima, Juara Dunia MTQ di Irak dan Sederet Prestasinya
-
Dari Sirkuit ke Streetwear, Formula 1 Kini Resmi Jadi Inspirasi Fashion Global
-
Mulai Dibuka Hari Ini, Simak Link dan Cara Tukar Uang Baru via Aplikasi PINTAR BI
-
Ini Dia Drive Thru Kafe Jus Buah Pertama di Indonesia yang Bikin Sehat Makin Praktis
-
Ramalan Keuangan Zodiak 14 Februari 2026: 6 Zodiak Ini Makin Cuan di Hari Valentine
-
30 Link Download Poster Takjil Ramadan, Estetik dan Mudah Diedit Buat Jualan atau Baksos
-
Imlek Perayaan untuk Agama Apa? Begini Makna Aslinya
-
Fokus Konservasi Budaya dan Lingkungan, Siak Perkuat Pariwisata Berkelanjutan
-
Menemukan Diri di Tengah Hutan: Mengapa Ubud Populer Jadi Tempat Healing