Menjawab keinginan pasar
Sejak debut Omnipork di Hong Kong tahun lalu, Omnipork telah dimasukkan ke dalam menu ratusan restoran di seluruh kota. Sekarang dijual di Hong Kong, Makao, Taiwan, Singapura dan Thailand. Perusahaan Right Treat yang mengembangkan Omnipork, berencana untuk membuat terobosan ke daratan Cina pada akhir kuartal ketiga tahun ini.
Sebagai produsen dan konsumen daging babi terbesar di dunia, China adalah pasar yang pantang dilewatkan oleh para pembuat protein nabati seperti Right Treat. Menurut Yeung, besarnya populasi vegan dan generasi muda yang peduli tentang makanan sehat, menjadikannya kekuatan pendorong utama bagi perubahan pola makan nasional.
"Perubahan mendasar datang dari dua sumber - apa yang orang inginkan dan apa yang orang takutkan," katanya.
Yeung percaya keinginan untuk perubahan pola makan sudah ada. Dan ketakutan berakar pada meningkatnya kekhawatiran atas keamanan makanan dan demam babi Afrika baru-baru ini.
Awalnya, Omnipork akan diluncurkan di kota-kota besar, di mana orang-orang cenderung lebih berpikiran terbuka, lebih siap untuk mencoba sesuatu yang baru, dan lebih terhubung dengan tren global.
Tetapi, mengingat e-commerce yang berkembang di negara itu, berarti lokasi geografis tidak benar-benar menjadi masalah bagi Right Treat, sehingga memungkinkan perusahaan untuk menjangkau konsumen di kota-kota kecil dan desa-desa lainnya.
Alternatif yang lebih sehat?
Yeung tidak ragu bahwa produk nabati akan berkembang di China.
"Selama 5.000 tahun, China bukan negara peminum kopi. Tapi hari ini, kedai kopi ada di mana-mana. Di masa lalu, orang China bukan pecinta steak. Tapi sekarang, McDonalds ada di mana-mana," kata Yeung.
Baca Juga: Asik! Diet Vegetarian Mampu Mencegah Kita Terkena Penyakit Mematikan Ini
Omnipork sendiri diklaim memiliki 71 persen lemak jenuh lebih rendah dan 62 persen kalori lebih rendah daripada daging babi asli, serta 233 persen lebih tinggi kalsium dan 53 persen lebih tinggi zat besi, demikian menurut Yeung.
Tetapi tidak semua orang setuju dengan argumen ini. Meskipun alternatif daging digembar-gemborkan sebagai era baru teknologi pangan dan menjadi andalan bisnis baru yang diproyeksikan bernilai miliaran dolar selama 10 tahun ke depan, mantan Menteri Pertanian AS Dan Glickman mengatakan ada kekurangan ilmu gizi untuk mendukung klaim produsen.
Pertanyaan apakah pengganti daging nabati lebih baik bagi konsumen daripada daging, tetap membutuhkan penelitian, demikian kata Glickman dalam sebuah wawancara dengan CNBC baru-baru ini.
"Itu pasti tidak akan membuatmu sakit. Bisa terasa enak, tapi itu tidak berarti lebih baik untukmu," katanya.
Lebih banyak penelitian perlu dilakukan sebelum menyimpulkan bahwa produk nabati adalah penyedia nutrisi yang lebih baik.
Dan meski saat ini Omnipork baru ramai di kawasan China dan Asia Timur lainnya, bukan tak mungkin suatu hari produk daging babi nabati ini masuk ke pasar Indonesia. Lalu, akankah MUI memberinya label halal? Kita tunggu saja.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
-
Polisi: Begal Petugas Damkar Tertangkap Saat Pesta Narkoba Didampingi Wanita di Pluit
Terkini
-
Belajar dari Kasus Mahasiswa FH UI, Ini 8 Bentuk Kekerasan Seksual yang Jarang Disadari
-
Mikroplastik Ancam Dasar Laut, Cacing Bambu Jadi Korban Pertama
-
5 Bedak Tabur di Alfamart yang Murah dan Tahan Lama, Bikin Makeup Flawless
-
6 Sepatu Adidas Unisex Termurah di Foot Locker, Diskon 64 Persen Jadi Satu Harga
-
5 Pilihan Foundation Wardah yang Tahan Lama dan Ampuh untuk Menutupi Flek Hitam
-
Geger 16 Mahasiswa FH UI Dinonaktifkan Sementara Buntut Kasus Pelecehan Seksual, Apa Efeknya?
-
Tren Staycation Berubah, Gen Z Cari Hotel Bisa Nyaman Work From Anywhere
-
Rahasia Pentol dan Ceker Tetap Jadi Jagoan Street Food di Tengah Gempuran Jajanan Kekinian
-
Handbody Merek Apa yang Cepat Memutihkan Kulit? 5 Produk Ini Ada Kandungan Pencerah
-
Profil Supriadi, Napi Kasus Korupsi Rp233 M Terekam Ngopi ke Kafe Bareng Petugas