Suara.com - Bunuh diri masih menjadi hal tabu untuk dibicarakan di Indonesia. Bahkan hingga kini, Indonesia sendiri masih belum memiliki sistem pendataan bunuh diri secara nasional.
Tabunya bunuh diri untuk dibahas dan didiskusikan membuat seseorang menjadi ignoran, cuek, atau bahkan tidak tahu-menahu soal bunuh diri. Hal tersebut jadi sorotan dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ, atau akrab disapa Noriyu.
Dalam buku barunya yang bertajuk Jelajah Jiwa Hapus Stigma, Noriyu mengupas tuntas mengenai studi kasus dua pelukis yang meninggal karena bunuh diri di Yogyakarta. Noriyu juga meneliti lebih mendalam soal bunuh diri dan stigmanya.
Buku ini merupakan tesis yang ia jalani pada tahun 2008 lalu sebagai syarat kelulusan menjadi dokter spesialis jiwa. Ide menulis tentang bunuh diri ini bermula ketika salah seorang dosennya menyebutkan bahwa seniman memiliki kecenderungan gangguan jiwa dan bunuh diri yang lebih tinggi.
"Saat itu saya berpikir, wow menarik juga, dan akhirnya saya pikir oke, ini harus saya teliti, tetapi tidak mudah mencari siapa yang akan diteliti," kata Noriyu pada acara peluncuran bukunya di @america, Rabu (11/3/2020).
Ia berharap tulisannya bisa mengedukasi banyak orang yang masih belum mengetahui soal bunuh diri, dan bisa berperan untuk mencegah bunuh diri.
Judul 'Jelajah Jiwa' ia pilih karena baginya memahami seorang manusia bisa sangat dalam dan sangat luas, tak cukup hanya dijelaskan dalam sebuah buku.
Dan 'Hapus Stigma' dengan harapan tidak ada lagi orang yang memberikan stigma pada orang-orang yang memiliki ide untuk bunuh diri. "Justru kita harus bersama-sama dalam upaya mencegah bunuh diri," tegasnya.
Data WHO menyatakan bahwa tingkat bunuh diri di Indonesia adalah 3,4 per 100.000 orang, dengan rincian laki-laki 5,2 per 100.000 orang dan perempuan 2,2 per 100.000 orang.
Baca Juga: Prisa Rianzi Muncul Lagi, Ternyata Sempat Mau Bunuh Diri
Personal Growth melakukan survei di tahun 2018 pada 101 orang dengan rentang usia 14-37 tahun, dan terungkap bahwa 84 persen respoden pernah terpikir untuk melakukan bunuh diri, 71 persen mengenal orang yang pernah melakukan percobaan bunuh diri, dan 10 persen pernah melakukan percobaan bunuh diri.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Di Balik Ledakan Data Era AI, Sosok Perempuan Ini Bicara soal Masa Depan Bisnis Indonesia
-
Gak Perlu Presto! Ini 5 Trik Rahasia Merebus Daging Sapi Jadi Super Empuk dalam Sekejap
-
Bolehkah Menjual Daging Kurban? Ini Penjelasan Hukum Sesuai Syariat Islam
-
4 Rahasia Chef Olah Daging Kambing Anti Prengus, Bebas Alot dan Super Juicy
-
5 Rekomendasi AC Panasonic 1/2 PK Terbaik untuk Ruangan Kecil versi Pengguna
-
Daging Kurban Perlu Dicuci Dulu atau Tidak? Ini Cara Membersihkannya yang Benar
-
Apa Hukum Kurban Pakai Uang Negara? Ini Kata MUI Soal Prabowo Gunakan APBN untuk Berkurban
-
Daging Kurban Jangan Langsung Masuk Kulkas, Ini Cara Simpan yang Benar Agar Tak Alot
-
6 Resep Olahan Daging Kurban Selain Sate, Cocok Dimakan Saat Cuaca Panas
-
Rin Culinary Art, Fine Dining dengan Sentuhan Jepang dan Bahan Lokal Indonesia