"Banyak dosa besar yang aku lakukan dalam hidupku, hingga aku menemukan hal-hal itu sebagai sebuah terapi," aku Hana.
Kini nama Hana semakin dikenal, banyak orang mengapresiasi hasil karyanya. Makin banyak merek-merek terkenal yang ingin bekerjasama menggunakan desainnya. Tiga tahun belakangan ini diakuinya ia cukup intens bekerja.
Sesekali, seperti seniman pada umumnya, Hana menemui jalan buntu. Namun ia tak perlu khawatir dengan hadirnya pasangan yang selalu menemaninya dari awal sebagai seorang caregiver hingga ke jenjang pernikahan.
"Dia kayaknya udah kasihan lihat aku nangis terus tanpa sebab, histeris, sering nyakitin diri. Disodorin kanvas, dikasih banyak warna, di situ aku mulai main warna," kisahnya.
Gambar-gambarnya pun bermetamorfosis, dari yang sebelumnya sangat gelap, menjadi berwarna. Dari yang sebelumnya hanya coretan, lalu dipindai dan diwarnai di komputer, kini sudah menggunakan media canvas.
Ia juga menggunakan Hana Madness sebagai nama 'panggungnya'. Alasannya, ia menyukai band asal Inggris bernama sama dan merasa cukup unik karena sesuai dengan kondisi mental dirinya.
Hana menyebut kini ia sedang berada dalam titik terbaik dirinya. Ia berdamai dengan dirinya sendiri, dengan keluarganya, bahkan hubungan mereka sangat membaik dan sudah mulai saling mendoakan.
"Aku bersyukur sih, tapi aku masih berjuang ya sampai sekarang. Aku ada di titik terbaik dalam hidup aku," ungkap Hana.
Ia juga menjadikan gambarnya sebagai salah satu jalan untuk mengadvokasikan kesehatan jiwa kepada siapapun. Ia telah berkeliling Indonesia seperti kota Ambon, Palu, Semarang, Malang, bahkan ke luar negeri seperti Jerman, Korea, Jepang, dan Inggris.
Baca Juga: Disulap Seniman, Masker N95 Jadi Keren Bak Lampu Disko
Hana kini sedang kembali menjalani pengobatan, tapi ia merasa jauh lebih baik dan bersyukur karena gejala-gejalanya sudah sangat berkurang ia rasakan.
Ia juga tak ingin ada lagi stigma mengenai kesehatan jiwa yang erat dengan seniman. Baginya mungkin karena seniman dekat dengan perfeksionisme dan kompleksitas, serta dituntut untuk terus menghasilkan sesuatu sehingga ada tekanan dalam dirinya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Di Tengah Laju Pembangunan Bali, Inisiatif 1.000 Pohon Ini Jadi Alternatif Jaga Ruang bagi Alam
-
Apa itu By Name By Address? Sistem Masjid Istiqlal untuk Bagi Daging Kurban
-
Kesenjangan Keterampilan Masih Tinggi, Perguruan Tinggi Perkuat Pembelajaran Berbasis AI
-
Arti Mimpi Beli Makanan atau Jajan, Benarkah Jadi Pertanda Rezeki?
-
Kekayaan Irfan Hakim yang Punya Bisnis Kurban, Laris Diborong Seskab Teddy hingga Raffi Ahmad
-
Prabowo Salurkan 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar, Sahkah Menurut Hukum Islam?
-
Moisturizer untuk Ibu Hamil Seperti Apa? Ini 5 Pilihan Produknya untuk Cerahkan Wajah
-
Takbir Idul Adha Berlangsung Berapa Lama? Ini Hukumnya Menurut Para Ulama
-
Kekayaan Prabowo yang Beli 1.098 Sapi Kurban Pakai APBN Rp100 Miliar
-
Makna Kurban Idul Adha 2026 yang Penuh Pengorbanan