Suara.com - Asyik, Sekarang Bisa Jalan-jalan di Taman Safari Kenya Secara Virtual!
Setelah museum, kini wisata taman safari pun bisa dilakukan secara virtual loh!
Dilansir VOA Indonesia, dalam usaha mengalihkan perhatian orang-orang dari tekanan akibat lockdown terkait wabah virus corona, dan mencari dukungan bagi taman-taman nasional di Afrika, sejumlah pegawai taman nasional di Kenya menawarkan safari virtual.
Sesuai namanya, safari yang satu ini tidak mengharuskan pesertanya hadir di hutan-hutan Afrika. Mereka cukup menonton keberadaan hewan-hewan liar di hutan terbuka lewat tangkapan kamera video ponsel para pegawai taman nasional yang ditayangkan secara langsung di media-media sosial.
Wisata kehidupan liar merupakan sumber pendapatan utama negara-negara seperti Kenya. Wabah virus corona mengakibatkan wisata yang satu ini sepi pengunjung.
Para pengelola taman nasional khawatir jika situasi ini berkelanjutan, perhatian dunia terhadap hewan-hewan liar, terutama yang terancam keberadaannya, akan menyusut.
Di Suaka Alam Ol Pejeta, Kenya, para pegawainya menciptakan apa yang mereka sebut Sofa Safari.
Para pegawainya berkeliling di hutan dengan jip khusus mereka, dan menayangkan secara langsung apa yang terekam kamera video ponsel mereka ke media sosial.
"Kami berusaha berinovasi dengan menghadirkan kehidupan liar ke rumah-rumah, ke televisi-televisi mereka dan ke ponsel-ponsel mereka," kata Richard Vigne, direktur pelaksana suaka tersebut.
Baca Juga: Unik! Lahir di Tengah Pandemi, Gajah Jantan di Taman Safari Dinamai Covid
Di antara hewan-hewan yang ditampilkan adalah dua badak putih betina yang dinyatakan hampir punah, dan hanya ada di suaka alam itu.
Para periset telah berusaha mengembangbiakkan hewan itu lewat fertilisasi buatan untuk menyelamatkan eksistensinya.
Mereka memanfaatkan sel telur dari kedua betina yang masih hidup itu dan sperma beku dari jantan yang sudah mati.
"Sangat penting untuk terus menggalang kesadaran," kata Ellie Jones-Perrott, seorang mahasiswa ilmu zoologi dan pencipta Sofa Safari.
Dengan jaringan internet yang terbatas di kawasan-kawasan pedalaman Afrika, tayangan langsung safari sebetulnya sulit dilakukan.
Jones-Perrott mengaku, koneksi internet sering terganggu sehingga tayangan tampak terputus-putus. Namun, menurutnya, tayangan langsung menawarkan sensasi yang berbeda karena seolah membawa penontonnya langsung ke dalam hutan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- 3 Klub Pemain Timnas Indonesia Berhasil Raih Tiket Promosi Musim Ini
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- HP Vivo yang Bagus Seri Apa? Ini Rekomendasi Seri X, V, dan Y Sesuai Kebutuhan
- 4 Rekomendasi Sampo Urang-Aring untuk Menghitamkan dan Menyuburkan Rambut
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
Terkini
-
Cara Cerdas Kelola Keuangan Jangka Panjang di Tengah Fenomena Gap Literasi Finansial
-
3 Zodiak Paling Cocok Jadi Pasangan Scorpio untuk Komitmen Jangka Panjang
-
Flag Football, Olahraga Baru dari Amerika yang Mulai Dilirik Anak Muda Indonesia, Apa Menariknya?
-
5 Zodiak yang Dianggap Red Flag untuk Diajak Berteman dan Jalin Hubungan
-
4 Masker Wajah Indomaret untuk Atasi Jerawat dan Cerahkan Kulit Wajah
-
Urutan Skincare Pagi Glad2Glow untuk Mencerahkan Wajah Kusam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
-
Hukum Membekukan Sel Telur dalam Islam, Boleh atau Tidak? Begini Penjelasannya
-
Profil Mirwan Suwarso, Pria Indonesia yang Sukses Sulap Como 1907 Jadi Raksasa Baru Italia
-
5 Tanaman yang Tidak Boleh Ditanam di Depan Rumah Menurut Fengshui
-
Mineral Sunscreen untuk Kulit Apa? Cek 5 Pilihan dengan Perlindungan Maksimal