Suara.com - Sejak Donald Trump terpilih menjadi Presiden Amerika Serikat pada 2017, Melania Trump juga secara resmi menjadi ibu negara.
Saat Donald Trump dilantik, Melania Trump menjadi Ibu Negara AS keduanya memiliki peran politik penting selama beberapa tahun terakhir. Namun, seorang ahli menjelaskan mengapa Melania kesulitan melakukan suatu hal. Apa itu?
Dilansir dari Express Uk, Melania dan Donald telah menikah selama 15 tahun, sejak 22 Januari 2005. Mereka bertemu di sebuah pesta tujuh tahun sebelumnya saat Melania bekerja sebagai model fesyen.
Donald terkenal sebagai pengusaha sukses dan tokoh televisi. Meski mereka berdua di mata publik, peran mereka benar-benar berubah ketika Donald menjadi Presiden.
Ibu Negara mengambil tugas tambahan seperti mendukung amal dan kampanye yang penting baginya. Dia mendirikan inisiatif Be Best yang berfokus pada kesejahteraan anak-anak dan dia telah membicarakannya berkali-kali.
Melania juga baru-baru ini membagikan pandangannya saat berpidato di konvensi Konvensi Nasional Partai Republik bulan lalu.
Saat berbicara di Gedung Putih, ibu satu anak itu menjelaskan mengapa dia yakin Donald harus dipilih kembali.
Saat menganalisis pidato yang dibuat Melania, James Bryce, CEO dan pendiri perusahaan analisis komunikasi mengomentari gayanya.
Dia menjelaskan bahwa Melania tampaknya mengandalkan skrip dan teleprompter saat berbicara. Ini mungkin menghentikan Melania untuk menunjukkan kepribadiannya selama beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Wow, Patung Kayu Melania Trump yang Hangus Kini Dipamerkan di Galeri Seni
"Dengan pendekatan ini, dia akan merasa sulit untuk memasukkan kepribadian penuhnya ke dalam pidatinya, karena ketergantungannya pada tele-prompter.
"Penontonnya hanya bisa merasakan sedikit tentang siapa dia, tapi tidak bisa memahami sepenuhnya."
Menjadi istri Presiden pasti akan datang dengan banyak tekanan. Pakar itu mengklaim model sebelumnya mungkin mengandalkan skrip untuk membantu menghadapi situasi seperti itu.
"Saya akan menyarankan bahwa Melania telah menjalani beberapa pelatihan untuk memungkinkannya menghadapi situasi tekanan tinggi," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp20 Ribu dan Rp10 Ribu di Tangerang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 3 Cara Melihat Data Kepemilikan Saham di Atas 1 Persen: Resmi KSE dan BEI
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- 6 Sepatu Lari Lokal Berkualitas Selevel HOKA Ori, Cocok untuk Trail Run
Pilihan
-
WHO: 13 Rumah Sakit di Iran Hancur Dibom Israel dan Amerika Serikat
-
Bahlil Lahadalia: Bagi Golkar, Lailatul Qadar Itu Kalau Kursi Tambah
-
Gedung DPR Dikepung Massa, Tuntut Pembatalan Kerja Sama RI-AS dan Tolak BoP
-
Tak Terbukti Lakukan Tindak Pidana, Delpedro Dkk Divonis Bebas!
-
Iran Tutup Pintu Negosiasi, Dubes: Kami Bereskan Musuh di Medan Perang
Terkini
-
Self Reward, Yuk! Inilah Destinasi yang Punya Fasilitas Spa Kelas Dunia
-
Jangan Sampai Salah, Ini Waktu yang Haram untuk Bayar Zakat Fitrah
-
Apa Saja yang Dilakukan saat Iktikaf? Panduan Amalan Ibadah di Masjid
-
Kenapa China dan Rusia Tidak Bantu Iran Hadapi Serangan AS-Israel?
-
Bolehkah Anak Membayarkan Zakat Fitrah untuk Orang Tua? Ini Penjelasan Hukumnya
-
Mengapa BBM Langka? Masyarakat Mulai Panic Buying Picu Antrean Panjang di SPBU
-
Sosok 2 Anak Fadia Arafiq yang Diduga Terlibat Korupsi, Jadi Direktur Dadakan Tilap Miliaran
-
Tukar Uang Baru di Bank BRI Minimal Berapa? Ini Ketentuannya
-
Kenapa Puasa Justru Bisa Menyembuhkan Maag? Ini Penjelasan Ahli
-
Spot Hangout Baru di BSD: Pop Up Store untuk Belanja Super Gemas