Suara.com - Pernyataan Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan resmi memvonis Ferdy Sambo hukuman mati atas kasus pembunuhan terhadap Brigadir J hingga kini masih menjadi perbincangan. Masyarakat mengaku senang karena keluarga Brigadir J mendapatkan keadilan sesuai diharapkan.
Namun, di antara ramainya vonis hukuman mati Ferdy Sambo, warganet justru kembali menyoroti sosok Syarifah Ima. Sosok Syarifah Ima ini merupakan penggemar yang sebelumnya mengaku ingin menggantikan Ferdy Sambo dipenjara.
Warganet kembali menyoroti ucapan Syarifah Ima yang mengaku rela menggantikan Ferdy Sambo meskipun mendapat hukuman mati.
"Kan banyak yang bilang kalau dihukum mati gimana? Ya aku maunya ditembak mati berdua, aku mau mati berdua sama Pak Sambo," ungkap Syarifah Ima seperti dikutip dari video di kanal Youtube Uya Kuya TV beberapa bulan lalu.
Sementara dalam potongan video yang diunggah akun Instagram @lambegosiip. Dalam potongan video tersebut, Uya Kuya sempat bertanya, apa maksud dari Syarifah Ima mau menggantikan Ferdy Sambo.
Syarifah Ima justru menjawab, ia ingin kalau Ferdy Sambo dibebaskan. Syarifah Ima meminta agar ia yang menggantikan posisinya untuk mati dibandingkan Ferdy Sambo.
“Maksudnya menggantikan posisinya itu apa?” tanya Uya Kuya
“Ya saya mau gitu pak Sambo bebas, saya yang mati gitu,” jawab Syarifah Ima.
Warganet yang melihat video tersebut lantas kembali menagih ucapan Syarifah Ima. Beberapa berkomentar kalau vonis Ferdy Sambo sudah dikatakan oleh hakim, untuk itu Syarifah Ima bisa segera menggantikannya.
Baca Juga: Bharada E Divonis Ringan, Ini Pertimbangan Kejagung Sebelum Putuskan Banding
Beberapa warganet lainnya menuliskan kalau Syarifah Ima hanya membuat kegaduhan agar viral semata.
“Janji harus ditepati, ibarat hutang yang harus dibayar, jangan ngumpet,” tulis salah seorang warganet.
“Buktikan janjimu mbak, Ferdy Sambo menunggu,” komentar warganet lainnya.
“Bininya aja enggak pernah bilang gitu. Eh si ini mbak malah rela mati, yaudah gih sono,” sahut warganet lainnya.
“Demi viral segala cara akan dilakukan, salah satunya kayak mbak ini gak punya rasa malu. Saya yakin si mbak ini hanya numpang viral pada kasus pak Sambo biar diundang TV dan podcast artis-artis atau jangan-jangan ini ODGJ kabur dari RSJ,” tulis akun lainnya.
“Dia bisa begitu biar bisa viral memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan,” komentar warganet lain.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 HP Murah dengan NFC Harga Rp1 Jutaan untuk Multitasking dan Transaksi Cashless Lancar
- 6 Shio yang Menarik Keberuntungan 14 Juli 2026, Banyak Teka-teki Akhirnya Terjawab
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Potensi Menang Praperadilan: Siasat Redam Konflik Polri-Kejagung
Pilihan
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
Terkini
-
Modal Bisa dari Mana Saja, Pramono Tegaskan JPO Tendean Tetap Dibangun Ulang
-
Lionel Scaloni Minta Argentina vs Inggris Tak Dicampur Isu Politik: Ini Murni Sepak Bola
-
Di Kedubes Qatar, Sugiono Puji Warisan Sheikh Hamad untuk Dunia dan Indonesia
-
Karier Febrie Adriansyah Tamat, Tapi Kepercayaan pada Hukum Tak Boleh Mati
-
Polisi Buru Terduga Penganiaya Kekasih di Bekasi, Korban Kabur Lewat Jendela
-
Seru, Dapatkan Harga Istimewa Hyundai Creta Lewat Program Triple Zero & Trade-In Benefit
-
Purbaya Pastikan Ada Efisiensi Anggaran MBG Tahun Depan, Jadi Rp 174 Triliun?
-
Kontestasi 2029: Menguji Batas Antara Pelayanan Publik dan Modal Politik
-
7 HP All-Rounder Terbaik Mulai Rp2 Jutaan, Performa Mantap untuk Hiburan dan Multitasking
-
Rawan Titipan, ADAKSI Tolak Menteri Jadi Penentu Rektor di RUU Sisdiknas