Suara.com - Ketua Komisi 1 DPR RI sekaligus mantan jurnalis Meutya Hafid berbagi kebahagiaannya memiliki buah hati di usia 44 tahun. Perjuangannya menjadi seorang ibu ternyata tak main-main, Meutya Hafid dan sang suami sudah 10 kali menjalani program bayi tabung dan 3 kali mengalami keguguran.
Pengalaman pahit ini diceritakan suami Meutya Hafid, Noer Fajriensyah. Lelaki yang disapa Fajri itu menceritakan bahwa mereka menunda memiliki anak setelah menikah di tahun 2014 lalu. Namun keputusan ini malah membuat dia dan Meutya Hafid harus berjuang lebih keras untuk mendapat momongan.
"Jadi saya kasih pesan, jangan kasih ucapan punya anak nanti dulu ya. Akhirnya kita bayar waktu yang tidak bisa kita kembalikan. Jadi kita akhirnya malah bablas (tertunda) sampai 5 tahun," ujar Fajri melalui rilis peluncuran buku Lyora yang diterima Suara.com, Sabtu (11/11/2023).
Ketika Meutya Hafid menginjak usia 37 tahun, barulah pasangan ini menjalani program bayi tabung. Namun, perjalanan tidak mudah. Meutya dan Fajri harus menjalani 10 kali percobaan yang biayanya pun tidak murah.
Mirisnya, Meutya harus 3 kali mengalami keguguran sehingga meninggalkan trauma mendalam bagi jurnalis yang pernah disandera di Irak itu.
Kabar baik akhirnya menghampiri pasangan Meutya Hafid danFajri ketika pada 9 September lalu bayi perempuannya lahir. Meutya yang melahirkan di usia 44 tahun itu memberi nama bayi tersebut Lyora Shaqueena Ansyah.
Pasangan ini juga menggunakan nama sang bayi, Lyora, sebagai judul buku untuk mengabadikan cerita jatuh bangun mereka mendapat momongan. Buku berjudul Lyora: Keajaiban yang Dinanti itu ditulis oleh Fenty Effendy
Berjuang keras mendapat momongan, seperti apa sosok Meutya Hafid yang tak asing di layar kaca ini? Berikut profilnya.
Profil Meutya Hafid
Baca Juga: Profil dan Agama Isran Noor, Gubernur Kaltim Pamit dari Partai Nasdem, Punya Kekayaan Rp 20 M
Meutya Viada Hafid merupakan seorang politisi yang lahir pada 3 Mei 1978. Sebelum menjadi politisi, Meutya dikenal sebagai jurnalis sekaligus presenter berita di Metro TV.
Pengalamannya di bidang jurnalis sempat menyita perhatian negeri kala Meutya dan juru kameranya, Budyianto, menjalani liputan ke daerah konflik di Irak.
Dalam tugasnya itu, keduanya diculik dan disandera oleh kelompok bersenjata di Irak pada 18 Februari 2005 sebelum hilang kontak pada 15 Februari 2005. Keduanya lantas akhirnya dibebaskan pada 21 Februari 2005.
Tragedi itu diabadikan Meutya Hafid dalam bukunya berjudul 168 Jam dalam Sandera: Memoar Seorang Jurnalis yang Disandera di Irak.
Wanita lulusan S1 New Sotuh Wales University dan S2 Universitas Indonesia ini juga meraih beragam penghargaan di dunia jurnalistik. Tahun 2007, Meutya Hafid memenangkan Penghargaan Jurnalistik Elizabeth O'Neill dari pemerintah Australia yang diserahkan langsung oleh Dubes Australia Bill Farmer.
Kemudian di tahun 2008, Meutya Hafid juga meraih penghargaan alumni Australia 2008 untuk kategori Jurnalisme dan Media.
Tag
Berita Terkait
-
Profil dan Agama Isran Noor, Gubernur Kaltim Pamit dari Partai Nasdem, Punya Kekayaan Rp 20 M
-
Profil Veda Ega Pratama, Pebalap Indonesia Pertama Juara Asia Talent Cup 2023, Siap Gas MotoGP!
-
Profil Joserizal Jurnalis, Dokter yang Pontang-Panting Cari Dana Demi Bangun RS Indonesia di Palestina
-
Disney Donasikan Rp 31 Miliar Untuk Israel, Siapa Sih Bosnya?
-
Sosok Ravel Junardy, Promotor yang Batalkan Konser BMTH
Terpopuler
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Lari Skechers yang Diskon sampai 50 Persen di Sport Station, Mulai Rp500 Ribuan
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
- 6 Sunscreen di Alfamart untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review
Pilihan
-
Hakim Andi Sebut Nadiem Makarim Seharusnya Dibebaskan
-
Selain 10 Tahun Penjara, Nadiem Makarim Wajib Bayar Uang Pengganti Rp809,59 Miliar
-
Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara!
-
Jangan Puji Pemerintah karena Kerja: Mengapa Publik Begitu Mudah Terpesona?
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
Terkini
-
Komunikasi Instan Tanpa Bergantung Internet, Ini Alasan Radio Profesional Masih Dibutuhkan
-
Apa Sunblock yang Bagus? Ini 7 Pilihan Terbaik sesuai Review dan Harga
-
4 Sunscreen yang Tidak Mengandung Alkohol dan Parfum untuk Meminimalkan Risiko Iritasi
-
4 Pensil Alis Waterproof yang Bagus dan Tahan Lama, Hasil Natural Sepanjang Hari
-
7 Sepatu Lari Diskon di Foot Locker, Potongan Harga hingga 30 Persen
-
Ramalan Zodiak Juli 2026 Lengkap, Siapa yang Paling Beruntung Bulan Ini?
-
Penyandang Diabetes Indonesia Tembus 20,4 Juta, Terapi DM Tipe 2 Bertambah
-
Apa Zodiak Tahta Tertinggi? Bintang Ini Juaranya
-
5 Sepeda Gunung MTB Polygon Termurah, Tangguh dan Awet Untuk Harian
-
Merek Sepatu Lari Lokal yang Bagus Apa? Ini 5 Rekomendasi Seri Terlarisnya sesuai Review Pembeli