Suara.com - Pengelolaan sampah masih menjadi pekerjaan rumah besar di kota-kota padat seperti Jakarta. Di Jakarta Pusat saja, produksi sampah harian mencapai sekitar 700 ton.
Sebagian besar belum dipilah dari sumbernya, sehingga menyulitkan proses pengolahan dan meningkatkan risiko lingkungan.
Pemerintah menargetkan pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029 melalui Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025. Namun untuk mencapainya, peran serta masyarakat menjadi sangat krusial.
“Pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama, dimulai dari rumah tangga. Pemerintah sudah menetapkan target pengelolaan sampah 100 persen pada tahun 2029 melalui Perpres Nomor 12 Tahun 2025. Oleh karena itu, masyarakat perlu segera dilibatkan secara aktif,” ujar Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH), Hanif Faisol Nurofiq, di Jakarta, Rabu.
Pernyataan itu disampaikan setelah ia meninjau langsung Kampung SAMTAMA (Sampah Tanggung Jawab Bersama), sebuah inisiatif warga di RW 03 Kelurahan Cempaka Putih Timur, Jakarta Pusat.
Kampung ini berhasil menunjukkan bahwa pengelolaan sampah yang terintegrasi bisa dilakukan dari skala rumah tangga, bahkan di kawasan padat penduduk.
Hanif mengapresiasi inisiatif warga sebagai contoh konkret integrasi pengelolaan sampah dan adaptasi perubahan iklim.
Ia menegaskan bahwa KLH/BPLH akan memperluas replikasi Kampung SAMTAMA ke wilayah lain di Jakarta dan kota-kota besar lainnya.
“Dengan keterlibatan aktif warga, dukungan pemerintah daerah, dan sinergi lintas sektor, transformasi menuju kota yang bebas sampah dan tangguh terhadap iklim bukan sekadar wacana, melainkan sebuah keniscayaan,” katanya.
Baca Juga: Mesin Tukar Sampah Jadi Uang Mulai Diuji di SMAN 2 Sukabumi: Bagaimana Cara Kerjanya?
RW 03 Cempaka Putih Timur merupakan kawasan padat yang dihuni sekitar 3.795 jiwa. Wilayah ini sebelumnya menghadapi tantangan lingkungan seperti risiko banjir dan keterbatasan ruang terbuka hijau.
Namun melalui program ProKlim Lestari yang diinisiasi KLH/BPLH, wilayah ini berhasil mentransformasi diri menjadi kampung tangguh iklim dengan penghargaan tertinggi dalam bidang adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.
Hanif menyoroti sejumlah praktik warga, mulai dari pemilahan sampah, daur ulang, budidaya maggot, pengumpulan minyak jelantah, pemanfaatan air hujan, hingga penggunaan lampu hemat energi.
Ia juga menyebut infrastruktur seperti sumur resapan, jalur evakuasi, dan sistem pemanfaatan air limbah yang kini menjangkau seluruh warga sebagai bagian dari keberhasilan integratif yang bisa direplikasi.
Sebagai pengakuan atas upaya ini, Kampung SAMTAMA masuk dalam 300 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia 2024 dan menjadi percontohan nasional Proklim Lestari.
“Jakarta Pusat saat ini menyumbang sekitar 700 ton sampah per hari. Oleh karena itu, optimalisasi fasilitas pengolahan sampah RDF (Refuse-Derived Fuel) di Rorotan, Jakarta Utara, menjadi sangat krusial. Fasilitas berkapasitas 2.500 ton per hari ini dirancang untuk menerima sampah yang telah dipilah dari wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara,” ujar Hanif.
Model yang dikembangkan warga Cempaka Putih menunjukkan bahwa target ambisius nasional hanya bisa dicapai jika perubahan dimulai dari rumah dan dijalankan secara kolektif.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ganjil Genap Jakarta Resmi Ditiadakan Mulai Hari Ini, Simak Aturannya
- LIVE STREAMING: Sidang Isbat Penentuan 1 Ramadan 2026
- Menkeu Purbaya Pastikan THR ASN Rp55 Triliun Cair Awal Ramadan
- Pemerintah Puasa Tanggal Berapa? Cek Link Live Streaming Hasil Sidang Isbat 1 Ramadan 2026
- Ini 4 Tablet Paling Murah 2026, Memori Tembus 256 GB
Pilihan
-
Persib Bandung Gugur di AFC Champions League Meski Menang Tipis Lawan Ratchaburi FC
-
KPK akan Dalami Dugaan Gratifikasi Jet Pribadi Menag dari Ketum Hanura OSO
-
7 Fakta Viral Warga Sumsel di Kamboja, Mengaku Dijual dan Minta Pulang ke Palembang
-
Hasil Investigasi: KPF Temukan Massa Suruhan di Aksi Penjarahan Rumah Sahroni Hingga Uya Kuya
-
Munculnya Grup WhatsApp KPR-Depok hingga Pasukan Revolusi Jolly Roger Sebelum Aksi Demo Agustus 2025
Terkini
-
Bedak Apa yang Tidak Luntur saat Berkeringat? Ini 5 Rekomendasinya yang Awet
-
Baju Lebaran Ash Blue Cocok dengan Warna Apa? Ini 4 Kombinasi Terbaik untuk Hari Raya
-
Bagaimana Cara Membuat Susu Kurma? Ini 5 Rekomendasi Kurma yang Enak tanpa Gula Tambahan
-
Apa Beda Tinted Sunscreen dan Skin Tint? Intip 5 Rekomendasi Produk Terbaik
-
Niat Mandi Keramas Sebelum Puasa Ramadan yang Benar untuk Pria dan Wanita
-
Bolehkah Tarawih di Masjid Lalu Salat Witir di Rumah? Ini Penjelasannya
-
7 Contoh Kata-kata Undangan Buka Puasa Bersama, dari Formal hingga Santai
-
5 Rekomendasi Bahan Mukena Adem, Bantu Ibadah Lebih Fokus dan Nyaman
-
Kolaborasi Tiga Brand Besar Lokal Luncurkan Sneakers Edisi Spesial
-
Bolehkah Salat Tarawih 4 Rakaat Saja?