- Indonesia Seaweed Initiative, kolaborasi lintas sektor, bertujuan optimalkan potensi rumput laut.
- Lebih dari 187 juta penduduk Indonesia tinggal di wilayah pesisir, namun sebagian besar masih bergantung pada ekonomi subsisten.
Suara.com - Laut Indonesia menyimpan potensi ekonomi yang luar biasa besar. Salah satu yang mulai dilirik dunia adalah rumput laut.
Komoditas ini bukan lagi sekadar bahan mentah ekspor, tapi bisa menjadi penggerak ekonomi biru nasional, dari industri pangan, kosmetik, hingga bahan bakar hayati.
Namun, dari potensi lahan yang begitu luas, baru sekitar 0,8 persen yang termanfaatkan. Artinya, masih ada peluang besar yang bisa dioptimalkan jika rantai nilai rumput laut dikembangkan secara terintegrasi.
Melihat tantangan itu, empat lembaga lintas sektor yaitu APINDO, Standard Chartered, Conservation International, dan Konservasi Indonesia menandatangani nota kesepahaman untuk memperkuat Indonesia Seaweed Initiative. Program ini menjadi langkah konkret mempercepat hilirisasi rumput laut dan membangun ekosistem ekonomi biru yang berkelanjutan.
Berikut lima hal penting dari inisiatif ini yang bisa membuka babak baru ekonomi laut Indonesia:
1. Potensi Besar yang Baru Tersentuh 0,8 Persen
Indonesia adalah produsen rumput laut terbesar dunia, tapi sebagian besar masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Padahal, dengan pengelolaan yang tepat, rumput laut bisa menjadi komoditas bernilai tambah tinggi.
“Hilirisasi rumput laut membutuhkan lebih dari sekadar industrialisasi produk. Yang krusial adalah membangun ecosystem enabler yang mengintegrasikan riset terapan, infrastruktur logistik, pembiayaan inovatif, serta transfer teknologi bagi petani,” ujar Shinta Kamdani, Ketua Umum APINDO.
2. Ekosistem Terpadu dari Hulu ke Hilir
Baca Juga: Mengandung Racun Berbahaya, Inilah 7 Daftar Ikan Laut yang Tidak Aman Dikonsumsi
Lewat Indonesia Seaweed Initiative, para mitra berupaya membangun rantai pasok yang menyatukan sektor swasta, lembaga keuangan, hingga komunitas pesisir.
“Kami melihat industri rumput laut sebagai sektor strategis dengan dampak positif luas, dari pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga kontribusi terhadap agenda iklim global,” kata Donny Donosepoetro OBE, CEO Standard Chartered Indonesia.
Ia menambahkan, dukungan akan diberikan melalui pendekatan blended finance agar investor lebih percaya diri dan pelaku usaha lokal lebih mudah mengakses pembiayaan.
3. Sains dan Konservasi Jadi Fondasi
Dua organisasi konservasi, Conservation International dan Konservasi Indonesia, akan berperan dalam memastikan praktik budi daya berbasis sains.
“Ekosistem laut yang sehat adalah prasyarat penting bagi ketahanan ekonomi biru,” jelas Bjorn Stauch, Senior Vice President Nature Finance Conservation International.
Berita Terkait
-
Siapa Mas Laut? El Putra Sarira Disebut Cocok Perankan Tokoh Laut Bercerita
-
Gelombang Panas Laut Melemahkan Kemampuan Laut Menyerap Karbon: Apa yang Bisa Dilakukan?
-
Luas Es Laut Antartika Catat Titik Terendah Ketiga dalam 47 Tahun
-
Kemeriahan Pesta Nelayan Mamuju, Sulawesi Barat
-
Biznet Garap Proyek Kabel Laut BNCS-2, Siapkan Internet dari Jawa hingga Sulawesi
Terpopuler
- 7 SD Swasta Terbaik di Palembang dan Estimasi Biayanya, Panduan Lengkap Orang Tua 2026
- Begini Respons Kopassus Usai Beredar Isu Orang Istana Digampar Pangkopassus
- Sepeda Dewasa Merek Apa yang Murah dan Awet? Ini 5 Pilihan Terbaik untuk Harian
- 7 Pilihan Lipstik yang Awet 12 Jam, Anti Pudar Terkena Air dan Minyak
- Aksi Kritik Gubernur Rudy Mas'ud 21 April, Massa Diminta Tak Tutup Jalan Umum
Pilihan
-
Purbaya Copot Febrio dan Luky dari Dirjen Kemenkeu
-
Heboh! Gara-gara Putar Balik, Sopir Truk Ini Kena Tilang Polisi Rp 22 Juta
-
Bukan Hoaks! 9 Warga Papua Termasuk Balita Tewas Ditembak saat Operasi Militer TNI
-
Harga Pangan Hari Ini Naik, Cabai dan Minyak Goreng Meroket
-
Perang AS vs Iran: Trump Perpanjang Gencatan Senjata Tanpa Batas Waktu
Terkini
-
5 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama dan Waterproof yang Murah
-
5 Cushion Serum untuk Makeup Dewy Natural, Kulit Sehat Bercahaya
-
5 Sabun Mandi untuk Kulit Kering dan Bersisik bagi Pemilik Kulit Sensitif
-
4 Shio Paling Beruntung 23 April 2026, Siap-siap Tajir
-
Bekas Jerawat Tak Kunjung Hilang? Kenali Pendekatan 3 Modes Lasers Treatment ala FTP Clinic
-
Dari Dapur ke Meja Makan: Tips dari Chef Jaga Rasa Tetap Konsisten di Tengah Kesibukan
-
Perjuangan 75 Kartini Penjelajah Pakai Kebaya, Kibarkan Merah Putih Raksasa di Puncak Gunung
-
5 Rekomendasi Sabun Cuci Muka di Alfamart yang Memutihkan Wajah dan Harganya
-
5 Tinted Sunscreen SPF 50 yang Ringan untuk Mencerahkan Wajah
-
4 Rekomendasi Lulur Mandi Viva dan Daftar Harganya untuk Kulit Lebih Cerah