Jika Anda berencana memasang atap rumah pada Minggu Legi, maka perhitungannya adalah:
5 (neptu Minggu) + 5 (neptu Legi) = 10.
Setelah itu, angka 10 dibagi 4, hasilnya adalah 2,5, yang kemudian dibulatkan menjadi 2.
Angka hasil pembagian inilah yang menjadi acuan untuk membaca makna hari baik atau buruk menurut primbon Jawa.
Cara Membaca Makna Hasil Perhitungan
Apabila Anda sudah mendapatkan hasil dari perhitungan di atas, maka langkah selanjutnya adalah menafsirkan angka tersebut. Berikut makna dari masing-masing sisa angka hasil pembagian:
- Sisa angka 1: Rumah diyakini akan membawa rezeki, ketenteraman, serta keamanan bagi seluruh penghuni. Hari ini dianggap sangat baik untuk memulai sesuatu yang baru.
- Sisa angka 2: Rumah dipercaya akan memberikan keberuntungan dan keselamatan, serta menjauhkan penghuni dari marabahaya, pencurian, dan musibah lainnya.
- Sisa angka 3: Melambangkan energi negatif. Hari ini biasanya dihindari karena dipercaya dapat mendatangkan kesialan, penyakit, atau kehilangan.
- Sisa angka 4: Dipercaya sebagai simbol kemelaratan dan hambatan rezeki. Rumah yang dibangun atau dipasang atapnya pada hari dengan sisa angka 4 diyakini akan sulit berkembang.
Melalui perhitungan neptu hari dan pasaran, masyarakat Jawa berupaya menyelaraskan langkah hidup dengan harmoni alam dan spiritualitas leluhur. Walaupun tidak semua orang mempercayainya secara mutlak, tradisi ini tetap menjadi bagian penting dari kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan