Lifestyle / Komunitas
Rabu, 04 Maret 2026 | 13:57 WIB
Ilustrasi suasana lebaran Idul Fitri [Gemini AI]

Lebaran 2026 Versi Pemerintah

Penetapan 1 Syawal menurut NU dan Pemerintah menggunakan dua cara berupa pemantauan hilal serta perhitungan hisab. Sehingga tanggal kepastian Hari Raya Idul Fitri  langsung terdeteksi akurat.

Melansir dari laman resmi Kemenag, proses pemantauan hilal akan dilaksanakan pada 19 Maret 2026. Lokasinya seluruh Indonesia dengan beberapa titik tertentu yang dipilih.

Saat hilal sudah teramati, selanjutnya masih pada hari yang sama akan dilakukan sidang isbat. Kemenag menyelenggarakannya pada 19 Maret 2026 atau bertepatan dengan 29 Ramadan 1447 H.

Sidang Isbat nantinya akan dilaksanakan di Auditorium HM.Rasjidi, Kantor Kementerian Agama.

Sehingga, sampai sekarang pemerintah belum menetapkan 1 Syawal 1447 H. Meskipun dalam kalender Hari Raya Idul Fitri jatuh pada 21 atau 22 Maret 2026.

Lebaran 2026 Versi Muhammadiyah

Lain halnya dengan Muhammadiyah yang telah menentukan tanggal Idul Fitri 2026 berdasarkan Maklumat PP Muhammadiyah Nomor 2/MLM/I.0/E/2025 tentang Penetapan Hasil Hisab Ramadan, Syawal, dan Dzulhijjah 1447 Hijriah.

Sesuai Maklumat PP Muhammadiyah, Hari Raya Idul Fitri 1447 H jatuh pada Jumat 20 Maret 2026. Saat menetapkan tanggal, Muhammadiyah memakai metode hisab hakiki prinsip, syarat dan parameter KGHT.

Baca Juga: Mudik Gratis Telkom 2026 Dibuka: Simak Jadwal, Cara Pendaftaran, dan Rute Perjalanan

Sebagai tambahan informasi, ijtima menjelang Syawal jatuh pada Kamis, 30 Ramadan 1447 H atau 19 Maret 2026 pukul 01.23.28 UTC.

Saat matahari terbenam seluruhnya pada ijtima, terdapat wilayah di bumi yang sesuai dengan Parameter Kalender Global (PGK) 1, sebagai landasan bagi Muhammadiyah. Maka dari itu, keesokan harinya sudah 1 Syawal 1447 H.

Kesimpulannya, jika dihitung dari hari ini Rabu, 4 Maret 2026. Maka Idul Fitri 1447 H tinggal 16 hari lagi (20  Maret 2026) menurut versi Muhammadiyah, sedangkan versi perkiraan berdasar kalender Pemerintah tinggal 17 hari lagi (21 Maret 2026).

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More