- Nuanu Creative City di Tabanan kini meluncurkan distrik kuliner bernama Sutala, siap hadir akhir 2026.
- Sutala dibangun di lahan 17.000 m² untuk menciptakan ekosistem gastronomi berkelanjutan dengan puluhan gerai.
- Konsep Sutala mengedepankan penyatuan komunitas melalui arsitektur menyatu alam dan mempertahankan ruang terbuka hijau.
Suara.com - Pulau Dewata kembali menghadirkan inovasi menarik dengan kehadiran Nuanu Creative City di kawasan Tabanan.
Kawasan ini kini menjelma menjadi 'kota baru' yang menawarkan berbagai fasilitas lengkap bagi para pelancong.
Tak hanya sekadar resort dan beach club mewah, area ini juga dilengkapi dengan sekolah hingga konservasi flora fauna.
Kini, Nuanu siap menghadirkan daya tarik baru melalui distrik kuliner yang diberi nama Sutala.
"Kita punya pendidikan dan segalanya, tapi hal yang paling penting bagi manusia untuk bertahan hidup adalah makan," ujar Connor Conrad, Director Sutala dalam pertemuan di Tabanan, Bali pada Rabu, 4 Maret 2026.
Pembangunan Sutala bertujuan untuk menciptakan pengalaman yang lebih intim bagi para pengunjung.
"Kami menciptakan sebuah pengalaman di tempat tersebut yang menyatukan orang-orang, komunitas, keluarga," kata Connor menambahkan.
Konsep yang diusung oleh Sutala melampaui standar restoran pada umumnya karena dibangun dengan visi jangka panjang. Pihak pengelola ingin menghadirkan ekosistem gastronomi yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.
"Dan kami melihat peluang untuk bisnis dan bagaimana orang-orang bersantap dan bagaimana orang-orang makan," tutur Connor.
Baca Juga: Tawarkan Paket Buka Puasa, Restoran Nonhalal di Semarang Tuai Kecaman
Distrik kuliner ini akan berdiri di lahan yang cukup luas, sekitar 17.000 meter persegi.
Sutala akan menjadi rumah bagi puluhan gerai makanan pilihan yang siap memanjakan lidah para pencinta kuliner.
"Sutala dari desain ini menuju ke distrik kuliner, jadi kami memiliki kompleks untuk sebagian besar tempat kuliner, lebih dari 60 penyewa (tenant)," ungkapnya.
Pemilihan nama Sutala pun tidak dilakukan secara sembarangan karena memiliki makna filosofis yang sangat mendalam.
Nama tersebut diambil dari nilai-nilai luhur dan sejarah yang berkaitan erat dengan identitas lokal Bali.
"Sutala, nama yang terinspirasi dari alam yang diberikan Tuhan kepada Raja Bali dan melambangkan seperti fondasi, landasan, dan komunitas," jelas Connor.
Berita Terkait
-
Nuanu Creative City di Bali Usung Konsep 'Kota 15 Menit', Semua Fasilitas Bisa Dijangkau Jalan Kaki
-
5 Klub Termahal di BRI Super League 2025/26, Persib Bandung Paling Mewah
-
Dari Instruktur Selancar hingga Steam Master: Gaya Hidup Baru yang Membentuk Wajah Wellness Bali
-
Toleransi Nyepi dan Lebaran di Bali, Menag Atur Takbiran Terbatas
-
Kampoeng Ketandan, Surga Kuliner: Malioboro Dipenuhi Jajanan Khas Tionghoa
Terpopuler
Pilihan
-
Detik-detik Remaja di Makassar Tewas Tertembak, Perwira Polisi Jadi Tersangka
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
Terkini
-
Daftar Mudik Gratis BNI 2026: Cek Syarat, Rute, dan Jadwal Keberangkatan
-
Daftar Kepala Daerah Kena OTT KPK Sepanjang Awal 2026, Terbaru Bupati Pekalongan Fadia Arafiq
-
Review Penginapan Music Camp di Nuanu Creative City Bali, Unik Bak Rumah Hobbit dan Instagramable
-
Link Daftar Mudik Pertamina 2026 Lengkap dengan Jadwal dan Rutenya
-
Gurita Bisnis Bos Rokok HS Muhammad Suryo yang Kecelakaan di Kulon Progo
-
20 Link Kartu Ucapan Lebaran Kreatif untuk Semua Kalangan, Gratis dan Siap Pakai
-
Idul Fitri 2026 Berapa Hari Lagi? Ini Perhitungannya Menurut Pemerintah dan Muhammadiyah
-
Persiapan Mudik Lebaran 2026, Coret 3 Jenis Minuman Ini dari Bekal Perjalanan saat Nyetir
-
Fadia Arafiq Anak A. Rafiq? Bupati Pekalongan Kena OTT, Harta Naik Tajam Selama Menjabat
-
Siapa Saja Golongan Pekerja yang Berhak dapat THR Sesuai Permenaker?