- Menag atur pembatasan takbiran di Bali demi jaga toleransi dengan Nyepi.
- Kemenag siapkan 6.859 masjid ramah pemudik untuk kelancaran arus mudik 2026.
- Takbiran terbatas di Bali disepakati guna menghormati kekhusyukan perayaan Hari Nyepi.
Suara.com - Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, menyoroti kesiapan perayaan Hari Raya Nyepi di Bali yang pada tahun ini waktunya berdekatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Menag menjelaskan bahwa pelaksanaan takbiran tetap diperbolehkan apabila Idulfitri jatuh pada 20 Maret 2026, yang bertepatan dengan rangkaian Nyepi. Namun, kegiatan tersebut harus dilakukan secara terbatas sebagai wujud toleransi antarumat beragama.
"Apabila Idulfitri jatuh pada 20 Maret, takbiran di Bali tetap diperbolehkan, namun dilaksanakan secara terbatas tanpa pengeras suara luar, tanpa arak-arakan kendaraan, dan dengan penerangan minimal," ujar Nasaruddin di Jakarta, Senin (2/3/2026).
Langkah tersebut merupakan hasil kesepakatan bersama guna menjaga kekhusyukan umat Hindu yang merayakan Nyepi, sekaligus memberikan ruang bagi umat Islam untuk menjalankan tradisi menyambut Lebaran. Sebaliknya, jika Idulfitri jatuh pada 21 Maret 2026, maka pelaksanaan Nyepi dan takbiran dapat berjalan normal sesuai waktu masing-masing tanpa pembatasan khusus.
“Negara harus hadir memastikan umat dapat beribadah sekaligus melakukan perjalanan mudik dengan aman dan manusiawi. Masjid menjadi bagian penting dari pelayanan publik tersebut,” tambahnya.
Selain memastikan kerukunan beragama di Bali, Kementerian Agama juga menyiapkan dukungan layanan mudik melalui program 'Masjid Ramah Pemudik'. Program ini mencakup pembukaan akses masjid selama 24 jam, pengamanan area ibadah dan parkir, kebersihan toilet, ketersediaan air wudu, fasilitas pengisian daya gawai (charging), ruang istirahat, hingga penyediaan air minum dan makanan ringan.
“Secara nasional, tercatat sebanyak 6.859 posko Masjid Ramah Pemudik telah disiapkan di berbagai jalur mudik,” terang Menag.
Guna memperkuat peran masjid sebagai pusat pelayanan publik, Kemenag juga meluncurkan Program Ekspedisi Masjid Indonesia (EMI) 2026. Program ini bertujuan menonjolkan fungsi masjid sebagai rumah singgah yang inklusif dan humanis selama masa arus mudik dan balik.
Masjid-masjid yang terlibat diklasifikasikan ke dalam beberapa kategori, yakni Masjid Transit Utama, Masjid Buffer Kota, Masjid Kota Provinsi/Kabupaten, Masjid Ikonik Sejarah, serta Masjid Area Berisiko yang terletak di titik pelabuhan, perbatasan, dan jalur rawan kemacetan.
Baca Juga: 143,9 Juta Pergerakan Diprediksi Saat Lebaran 2026, Pemerintah Siapkan Strategi Pecah Arus Mudik
Berita Terkait
Terpopuler
- Apa yang Terjadi Jika Gunung Anak Krakatau Meletus?
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- 5 Sepatu Lari Reebok yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
- 8 Pilihan Parfum di Alfamart yang Semakin Berkeringat Semakin Wangi
- 25 Kode Redeem FF Aktif 5 Juli 2026: Kesempatan Dapat Bundle BR Elite dan Item Premium
Pilihan
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
-
Mengapa Kursi Komisaris Layak Untuk Sang Loyalis?
-
Cristiano Ronaldo Umumkan Perpisahan! Piala Dunia 2026 Jadi Panggung Terakhir
Terkini
-
Kemasan Rokok Seragam Berisiko Tabrak UU Merek, Wamenkum: Jangan Over Regulation!
-
Sebut Polri Paling Korup, Burhanuddin Muhtadi Bongkar Kelemahan Survei IndexMundi
-
Jalan Cinta Amblas Nyaris 90 Derajat, DKI Bongkar Pemicunya: Tanggul Kali Sunter Retak!
-
Isi Amplop Menhut Raja Juli Masih Misteri, KPK Duga Suap Hutan Kuansing Pakai Dolar Singapura
-
Jokowi Mau Jadikan Jateng 'Kandang Gajah', Gerindra: Bagus, Kompetisi Politik Makin Sehat!
-
Bupati Kuansing Diduga Kumpulkan Duit dari 914 Anggota KUD untuk Suap Pelepasan Hutan
-
Aksi Bersih-bersih atau Cari Aman, Kenapa Menhut Raja Juli Baru Lapor Amplop Usai OTT KPK?
-
Eks Pimpinan KPK Sebut Menhut Raja Juli Akal-akali Balikin Amplop: Tetap Suap, Bisa Jadi Tersangka
-
Kader PSI Kalsel Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Ketua Dewan Pembina, Begini Respons Kaesang
-
Duet 'Indonesia Emas 2045' dan 'India Maju 2047', PM Narendra Modi: Kita Mitra Alami