- Astri Puji Lestari membagikan kebiasaan kecil ramah lingkungan di media sosial sebagai cara efektif mengajak kepedulian lingkungan.
- Chandra Asri Group menginisiasi kampanye Indonesia Asri, mengajak masyarakat membangun perilaku lingkungan baik dari tindakan sederhana.
- Indonesia Asri meluncurkan platform Jejak Asri sebagai ruang ketiga daring-luring untuk berbagi inspirasi aksi lingkungan kolektif.
Suara.com - Perubahan besar bagi bumi sering kali berawal dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Hal sederhana seperti membawa tas belanja sendiri, memilah sampah di rumah, memastikan keran air tidak menetes, hingga mematikan lampu saat tidak digunakan mungkin terlihat sepele.
Namun ketika kebiasaan itu dilakukan banyak orang, dampaknya bisa menjadi gerakan kolektif yang membawa perubahan bagi lingkungan. Pengalaman ini juga dirasakan oleh Astri Puji Lestari, pegiat lingkungan yang aktif membagikan gaya hidup ramah lingkungan melalui media sosial.
Bagi Astri, kebiasaan kecil yang ia jalani sehari-hari justru menjadi cara paling efektif untuk mengajak orang lain ikut peduli terhadap bumi.
“Platform digital memberi saya ruang untuk berbagi kebiasaan kecil yang saya jalani sehari-hari, dan dari sana saya melihat bagaimana hal sederhana bisa menggerakkan orang lain. Awalnya terasa kecil, tetapi ketika dibagikan, banyak yang merasa dekat dan ikut mencoba,” ujarnya.
Ia menilai, banyak orang sebenarnya ingin berbuat sesuatu untuk lingkungan, tetapi sering kali tidak tahu harus memulai dari mana. Melihat contoh sederhana dari kehidupan sehari-hari membuat langkah tersebut terasa lebih mudah untuk diikuti.
“Dari situ saya belajar bahwa sebenarnya banyak orang ingin bergerak, hanya butuh contoh yang relevan dan mudah dilakukan. Ruang seperti Jejak Asri penting karena memberi tempat bagi cerita-cerita sederhana tersebut untuk saling terhubung dan menginspirasi lebih banyak orang,” jelas Astri.
Gagasan bahwa perubahan dapat dimulai dari kebiasaan kecil juga menjadi landasan dari kampanye Indonesia Asri yang diinisiasi oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk atau Chandra Asri Group.
Melalui gerakan ini, masyarakat diajak untuk membangun perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari, tanpa harus menunggu langkah besar.
Head of Corporate Communication Chandra Asri Group, Chrysanthi Tarigan, menjelaskan bahwa menjaga lingkungan sebenarnya bisa dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan di rumah maupun di ruang publik.
Baca Juga: Saham BUMI Diborong Asing saat IHSG Merah Merona
“Yang kita harapkan sebenarnya sederhana. Di mana pun kita berada dan aktivitas apa pun yang kita jalankan, kita bisa berperilaku baik terhadap lingkungan. Misalnya mulai dari memilah sampah dari hal-hal kecil, memastikan air tidak terbuang percuma, atau mematikan lampu ketika tidak digunakan. Hal-hal sederhana seperti itu yang sebenarnya bisa kita lakukan setiap hari untuk bumi ini,” ujarnya.
Menurut Chrysanthi, kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten dapat memberikan inspirasi bagi orang lain dan pada akhirnya menciptakan dampak yang lebih luas.
“Kita berharap perilaku sederhana yang dilakukan setiap orang bisa memberikan inspirasi, sehingga suatu saat kita bisa mewariskan bumi yang lebih baik untuk generasi berikutnya,” tambahnya.
Namun ia juga mengakui bahwa membangun kebiasaan baru tidak selalu mudah. Karena itu, penting untuk menciptakan ruang bagi masyarakat untuk saling belajar dan berbagi pengalaman.
“Kita tahu ekspektasinya semua orang melakukan itu, tapi caranya memang tidak mudah. Karena itu kami mencoba membuat ruang yang partisipatif, di mana masyarakat bisa berkumpul, berdialog, dan belajar dari cerita orang lain tentang bagaimana mereka memulai kebiasaan baik untuk lingkungan,” jelasnya.
Pendekatan tersebut selama dua tahun terakhir telah melibatkan lebih dari 3.300 Warga Asri yang berpartisipasi dalam berbagai kegiatan lingkungan. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 161 Sobat Asri yang berperan sebagai penggerak di komunitas masing-masing.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
PSIM Yogyakarta Datangkan Mantan Bek Timnas Ceko, Ondrej Rudzan
-
RUU Perampasan Aset Belum Rampung, Pemerintah Tunggu DPR
-
5 Posisi Meja Kerja Menurut Feng Shui agar Fokus Meningkat dan Rezeki Lancar
-
Pembukaan Akses Secara Paksa, Kubu PB XIV Purboyo Tegas akan Lawan Usai dapat Ancaman dan Intimidasi
-
Perkuat Sistem Tanggap Darurat Perusahaan, PT Semen Gresik Gelar Sertifikasi Pemadam Kebakaran
-
Misi Sulit Kiandra Ramadhipa Rebut Puncak Klasemen Moto3 Junior di Prancis
-
Mengerikan! Bus Suporter Argentina Dihujani Tembakan, Satu Orang Terluka
-
Kasus Dugaan Intimidasi dr. Icha Naik Penyidikan, Empat Terlapor Mulai Didalami
-
Mobil Brimob Terserempet KA Bandara di Sedayu, Begini Kronologinya
-
Penyelesaian Konflik Papua Harus Dimulai dari Dialog, Bukan Senjata