Suara.com - Puncak Festival Literasi Denpasar #6 berlangsung meriah dan sarat makna, menegaskan komitmen Kota Denpasar dalam membangun generasi yang cerdas, kreatif, berbudaya, dan adaptif terhadap perkembangan zaman. Kegiatan yang telah memasuki tahun keenam ini tidak hanya menjadi panggung apresiasi bagi karya siswa dan guru, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, sekolah, komunitas, dan mitra strategis untuk memperkuat gerakan literasi yang berkelanjutan.
Rangkaian acara diawali dengan Pentas Seni dan Budaya dari SDN 6 Saraswati Denpasar, yang menjadi pembuka suasana puncak festival.
Setelah itu, Koordinator Festival Literasi Denpasar #6, Jemima Mulyandari, menyampaikan laporan capaian program. Ia menegaskan bahwa Festival Literasi Denpasar terus menunjukkan pertumbuhan dari tahun ke tahun.
Pada tahun keenam ini, festival diikuti oleh 161 sekolah dengan total 10.150 peserta, terdiri atas 9.306 siswa dan 844 guru. Seluruh partisipasi tersebut melahirkan 10.150 karya berupa puisi, cerita pengalaman pribadi, cerpen, dan esai.
“Kita semua sedang mengemban sebuah tugas mulia, yaitu menggerakkan siswa dan guru berkarya dari Bali, bersuara untuk Indonesia,” ujar Jemima.
Seluruh karya tersebut telah dibukukan menjadi legasi abadi yang menandai keberanian siswa dan guru di Kota Denpasar dalam berkarya melalui tulisan.
Menurut Jemima, Festival Literasi Denpasar bukan sekadar agenda tahunan, melainkan gerakan untuk menghidupkan nilai-nilai lokal Bali melalui medium kreatif, baik buku, digital, maupun seni.
Dalam sambutan berikutnya, Founder Nyalanesia, Lenang Manggala, menyoroti pentingnya literasi sebagai jalan membangun imajinasi, daya pikir, dan peradaban. Ia menjelaskan bahwa manusia berkembang bukan semata karena fakta-fakta yang dilihat, melainkan karena kemampuan membayangkan dan menuliskan masa depan.
“Kita tidak hanya mendorong anak-anak sekadar menulis. Tidak. Tapi kita melatih anak-anak untuk menciptakan memori eksternal, memori yang berada di luar kepala kita, tetapi ada di dalam sebuah buku,” ungkap Lenang.
Baca Juga: Bagi Generasi Sandwich Seperti Saya, Menjajal LPDP Artinya Mempertaruhkan Hidup Keluarga
Puncak acara juga diwarnai dengan Penganugerahan Tokoh Penggerak Literasi Nasional kepada Wali Kota Denpasar dan Penganugerahan Tokoh Penggerak Literasi Kota Denpasar kepada Bunda Literasi Kota Denpasar.
Setelah itu, dilakukan sesi simbolis perpanjangan kesepakatan bersama antara Nyalanesia dan Pemerintah Kota Denpasar, sebagai penegasan bahwa kerja sama pengembangan literasi akan terus dilanjutkan.
Sambutan Wali Kota Denpasar yang dibacakan oleh Wakil Wali Kota Denpasar memperkuat posisi Denpasar sebagai kota yang serius membangun ekosistem literasi. Dalam sambutan tersebut disampaikan bahwa Denpasar terus melangkah menuju kota literasi berbasis budaya dengan menghadirkan perpustakaan, pojok baca, dan ruang-ruang kreatif di ruang publik.
“Literasi hari ini bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga kecakapan memahami informasi, memilah kebenaran, serta mengubah pengetahuan menjadi inovasi,” demikian petikan sambutan Wali Kota Denpasar.
Pada sesi penghargaan, panitia menganugerahkan Penghargaan Duta Literasi Denpasar kepada Jemima Mulyandari, kemudian Penghargaan Kecamatan Paling Aktif Literasi Kota Denpasar, Penghargaan Sekolah Berdedikasi Literasi Kota Denpasar, serta Penganugerahan Juara Karya Siswa Tingkat Kota, Juara Tim Literasi Daerah, dan juara kategori baru yakni NyalaKreatif, Nyalagames, serta Website Literasi Tingkat Kota.
Untuk Juara karya siswa tingkat kota, kategori Puisi Jenjang SD/Sederajat Juara 1 diraih I Putu Nova Arimbawa dari SD Negeri 16 Pemecutan. Untuk kategori cerita pengalaman pribadi jenjang SD/sederajat, Juara 1 diraih Maulana Putra Ardreansyah dari SD Negeri 5 Pedungan. Lalu untuk kategori puisi jenjang SMP/Sederajat Juara 1 diraih Ni Luh Gede Esa Widianti dari SMP Cipta Dharma.
Berita Terkait
-
Dari Sekolah untuk Dunia, Menguatkan Sikap Menghargai ke Generasi Alpha demi Perdamaian Global
-
Jazz Bertemu Ramadan: Cara Baru Generasi Muda Menyebarkan Kebaikan
-
Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah
-
Investasi Emas Digital Kian Diminati Generasi Muda, Pegadaian Perkuat Layanan Lewat Integrasi PRIMA
-
Gak Usah Sok Paling Tangguh, Setiap Generasi Punya Masalahnya Sendiri!
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
Terkini
-
Bank Sumsel Babel Perkuat Pembiayaan UMKM, Dukung Target 100.000 Sultan Muda Sumsel
-
Intimidasi Satpam MRT Usai Terobos Lampu Merah, 3 Polisi Arogan Polda Jabar Di Patsus 21 Hari
-
Polres Tangsel Buka-bukaan Soal Kasat Narkoba dan 6 Anggotanya Diringkus Bareskrim Polri
-
Cegah Ledakan Sampah Saat Kemarau, DLH dan Damkar Tangsel Kolaborasi Semprot TPA Cipeucang
-
Hattrick Mewah Mitchell Baker Bawa Indonesia Bantai Kamboja 5-1 di Piala AFF 2026
-
Pendaki Gunung Dempo yang Bikin Geger karena Senapan Angin Berhasil Dievakuasi
-
Hasil Akhir: Awal Sempurna Piala AFF 2026, Timnas Indonesia Gasak Kamboja 5-1
-
Akademisi Binus: Dugaan Korupsi Eks Jampidsus Bernilai Besar, Penanganannya Tak Boleh Istimewa
-
Tren Belanja Parfum Berubah, Pengalaman Mencoba Aroma Kini Jadi Daya Tarik
-
Bukan Sekadar Cantik, Makeup Kini Dituntut Praktis dan Nyaman Dipakai Seharian