Lifestyle / Food & Travel
Sabtu, 18 April 2026 | 12:06 WIB
Ilustrasi Road Trip (Pixabay/teknika)
Baca 10 detik
  • Tren Wellness di Jalan mengubah road trip 2026 menjadi perjalanan menyehatkan.

  • Berhenti sejenak untuk beristirahat tak lagi membuang waktu, tapi gaya hidup sehat.

  • Sektor wellness tourism diprediksi menyentuh angka 2,05 triliun dolar pada 2034.

Suara.com - Di tahun 2026 tren perjalanan darat atau road trip kini alami pergeseran. Dari yang sekadar berpindah kota menjadi fenomena wellness di jalan, yaitu perjalanan nyaman dan menyehatkan.

Tren wellness di jalan merupakan bagian dari wellness tourism yang semakin meningkat secara global. Data Global Wellness Institute mencatat ekonomi wellness global telah mencapai 6,3 triliun dolar pada 2023.

Angka ini diprediksi mendekati 9 triliun dolar pada 2028. Bahkan sektor wellness tourism jadi yang berkembang paling cepat dan diproyeksikan menyentuh 2,05 triliun dolar pada 2034 mendatang.

Perubahan tren road trip ini dipicu oleh meningkatnya kesadaran akan kelelahan tekanan sosial dan gaya hidup di kota besar. Apalagi kini perjalanan kerap dimanfaatkan sebagai sarana mengurangi stres dan memulihkan kondisi mental.

Hal ini juga tercermin dalam arus mudik lebaran 2026 lalu. Berbagai pihak seperti pemerintah hingga swasta membuat posko mudik agar perjalanan nyaman dan menyehatkan sehingga bisa menurunkan angka kecelakaan.

Fasilitas posko mudik juga meliputi area istirahat, air minum, pengecekan kondisi kendaraan hingga layanan pijat refleksi untuk membantu mengurangi kelelahan pemudik.

PT Difan Prima Paint melalui program Posko Mudik Diton 2026 memperkenalkan produk perawatan kendaraan. Posko ini jadi cerminan bagaimana konsep wellness di jalan ini diimplementasikan di lapangan.

Posko yang beroperasi pada 12-22 Maret ini berada di jalur strategis seperti SPBU Muri Tegal dan SPBU Pertamina Jambu, Ambarawa ini tidak hanya menyediakan layanan teknis kendaraan, tetapi juga fasilitas yang mendukung kenyamanan fisik pemudik.

"Mulai dari area istirahat, pijat refleksi, air minum gratis, hingga layanan pengecekan ringan kendaraan yang dapat dimanfaatkan baik oleh pengguna roda dua maupun roda empat," ujar MarComm Manager PT Difan Prima Paint, Karina Ghaizany melalui keterangannya, Jumat (17/4/2026).

Baca Juga: Maryamah Karpov: Penutup Epik Perjalanan Ikal dari Laskar Pelangi

Hasilnya, jika dulu fokus perjalanan adalah tujuan akhir. Kini proses perjalanan itu sendiri menjadi bagian dari pengalaman. Berhenti sejenak untuk beristirahat atau sekadar meregangkan tubuh bukan lagi dianggap membuang waktu, melainkan bagian dari gaya hidup sehat.

Fenomena wellness di jalan menunjukkan bahwa masyarakat kini mulai memaknai perjalanan secara berbeda. Bukan lagi sekadar cepat sampai tujuan, tetapi juga bagaimana perjalanan tersebut dijalani dengan lebih sehat dan nyaman.

Wellness di jalan juga jadi bukti meningkatnya tren gaya hidup sehat di masyarakat. Ini sebabnya olahraga lari, hiking hingga panjat tebing semakin tinggi peminat.

Hal ini sejalan dengan outlook pariwisata 2024-2025 yang dipublikasi Kementerian Pariwisata RI. Saat ini 56,41 persen ahli menyatakan bahwa health and wellness tourism atau wisata kebugaran akan menjadi tren.

Load More