Lifestyle / Komunitas
Selasa, 02 Juni 2026 | 08:27 WIB
Program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital yang Inklusif (ANDAL) (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • BPS mencatat 9,58 juta generasi muda Indonesia masuk kategori NEET pada 2024 akibat kesenjangan keterampilan kerja.
  • Ekonomi digital Indonesia diprediksi mencapai US$100 miliar pada 2025 sehingga menciptakan berbagai peluang kerja serta kewirausahaan.
  • Pemerintah dan YCAB Foundation melalui program ANDAL meningkatkan pelatihan keterampilan agar generasi muda lebih siap berkompetisi.

Salah satunya program Anak Muda untuk Dunia Kerja dan Wirausaha Digital yang Inklusif (ANDAL), sebuah inisiatif yang bertujuan memperkuat kesiapan kerja dan memperluas peluang ekonomi digital bagi generasi muda Indonesia, terutama perempuan yanh diinisiasi YCAB Foundation, dengan dukungan dari Global Innovation Challenge 2025 dari Citi Foundation.

Chief Operating Officer YCAB Foundation, Linda Sukandar, menilai bahwa kesiapan kerja saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik. Keterampilan yang sesuai kebutuhan industri dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor yang semakin menentukan.

"Melalui Program ANDAL, YCAB Foundation berupaya membantu generasi muda membangun kesiapan kerja melalui pelatihan keterampilan, penguatan soft skills, dan pendampingan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini," kata Linda.

Bersama Citi Foundation, dukungan pemerintah, dan berbagai pihak, Linda berharap program ini dapat membuka akses dan peluang yang lebih inklusif bagi generasi muda, termasuk perempuan dan penyandang disabilitas, agar mereka lebih siap berkembang di dunia kerja.

Pentingnya pendekatan yang inklusif juga menjadi perhatian utama. Kelompok perempuan dan penyandang disabilitas kerap menghadapi hambatan yang lebih besar dalam mengakses pelatihan maupun kesempatan kerja. 

Karena itu, perlu adanya program yang tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi juga memastikan akses yang setara bagi seluruh kelompok masyarakat.

Komitmen tersebut sejalan dengan pandangan Citi Indonesia mengenai pentingnya investasi pada generasi muda sebagai bagian dari pembangunan ekonomi jangka panjang.

Country Head of Public Affairs Citi Indonesia, Hario Widyananto, mengatakan bahwa pemberdayaan generasi muda merupakan fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Melalui dukungan Citi Foundation terhadap program ANDAL yang dilaksanakan oleh YCAB Foundation, kami ingin membantu membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk mengembangkan keterampilan, membangun kesiapan kerja, serta menangkap peluang ekonomi di tengah perkembangan dunia yang terus berubah," ujarnya.

Baca Juga: Lapas Surabaya Hadirkan Wartelsuspas Digital untuk Warga Binaan

Pada akhirnya, membangun kesiapan generasi muda bukan sekadar mempersiapkan mereka mendapatkan pekerjaan pertama. Lebih dari itu, upaya ini merupakan investasi untuk menciptakan generasi yang mampu beradaptasi dengan perubahan, memanfaatkan peluang ekonomi digital, serta menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Dengan menguatkan dua pilar utama, persiapan kerja dan kewirausahaan digital generasi muda memiliki peluang lebih besar untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja.

Load More