Lifestyle / Male
Rabu, 10 Juni 2026 | 19:36 WIB
Said Iqbal usai dilantik sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/6/2026). [Suara.com/Novian]
Baca 10 detik
  • Presiden Prabowo resmi melantik Said Iqbal sebagai Penasihat Khusus Presiden. 
  • Said Iqbal bertugas memberi masukan strategis terkait isu ketenagakerjaan. 
  • Pelantikan didasarkan pada rekam jejak militan dalam memperjuangkan hak pekerja.

Ia menyisihkan 200 kandidat dunia berkat kegigihannya mengawal demokrasi dan kebebasan berserikat di Indonesia.

Di kancah politik lokal, ia pernah mencalonkan diri lewat PKS pada Pemilu 2009 tapi gagal.

Kemudian, namanyaa identik dengan dukungan militan kepada Prabowo Subianto dalam tiga edisi Pilpres berturut-turut (2014, 2019, dan 2024).

Menariknya, selama masa pemerintahan Joko Widodo, Said Iqbal memosisikan diri sebagai kritikus vokal.

Ia bahkan menulis buku berjudul "Pemerintah Gagal Menyejahterakan Buruh" sebagai kritik atas kebijakan yang dianggap tidak berpihak pada kelas pekerja, termasuk soal Omnibus Law.

Nakhoda Partai Buruh

Pada 5 Oktober 2021, Said Iqbal menghidupkan kembali Partai Buruh dan menjabat sebagai Presidennya.

Di bawah komandonya, partai ini berkomitmen tidak akan berkoalisi dengan pihak yang mendukung Undang-Undang Omnibus Law.

Baca Juga: Rekomendasi HP AI untuk Healing dan Traveling, Galaxy A57 5G Punya Kamera Pintar dan Baterai Awet

Load More