LINIMASA - Akhir-akhir ini istilah "resesi" cukup akrab terdengar. Saat menyimak berita ekonomi pun, pewarta kerap kali mengucapkan istilah resesi.
Tahukah kamu, apa itu resesi? Istilah itu akrab di telinga tapi kamu jangan sampai salah memahami istilah yang menyangkut dengan dunia ekonomi tersebut.
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring Kemendikbud, resesi adalah kelesuan dalam kegiatan dagang, industri, dan sebagainya (seolah-olah terhenti); menurunnya (mundurnya, berkurangnya) kegiatan dagang (industri).
Melansir dari website Sun Life, ekonom menggunakan berbagai kriteria untuk mengetahui apakah sebuah perekonomian berada dalam masa resesi atau tidak.
Umumnya, terjadinya resesi bisa diukur dengan produk domestik bruto (PDB) mengalami penyusutan selama enam bulan atau dua triwulan selama berturut-turut.
Kondisi resesi bisa tergambar melalui adanya peningkatan jumlah pengangguran. Lebih sedikit pekerjaan berarti orang akan memiliki penghasilan sedikit pula. Saat penghasilan kecil, maka kemampuan untuk membelanjakan uang pun cenderung rendah.
Secara makro, kondisi seperti di atas menggambarkan pertumbuhan perekonomian di suatu wilayah akan lebih lambat atau bahkan terjadi penyusutan.
Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan terjadinya resesi, di antaranya;
Baca Juga: Gubernur BI Sebut Lima Alasan Nilai Tukar Rupiah Bakal Kembali Menguat
- Suku bunga yang lebih tinggi, yang membuat bisnis lebih mahal untuk meminjam uang guna mendanai pertumbuhan.
- Kepercayaan konsumen yang lebih rendah, disebabkan oleh peristiwa negatif semisal perang, pandemi, yang menyebabkan konsumen menunda pembelanjaan.
- Krisis dalam sistem keuangan, seperti anjloknya pasar saham.
- perang dagang internasional.
- Pemotongan belanja pemerintah.
- Tiba-tiba gangguan pasokan atau permintaan komoditas penting, seperti minyak, yang menyebabkan kenaikan harga secara drastis.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
Terkini
-
PSIS Rombak Total Tim, Suporter Desak Boyong Pemain Lawas dari Arhan, Dewangga, hingga Fortes
-
Benarkah Daging Kurban Harus Habis 3 Hari? Ini Ketentuannya dalam Islam
-
Broken Home? Ini Cara Keluarga Seong Ekspresikan Cinta di Perfect Crown
-
Prabowo: Selama Purbaya Bisa Senyum, Tak Perlu Khawatir Soal Dolar
-
AS Takut Disadap? Rombongan Trump Buang Semua Barang China Sebelum Naik Air Force One
-
Usai Temui JK, Anies Baswedan Beri Komentar Santai Terkait Putusan MK Soal IKN
-
Ray Rangkuti: DPN Dinilai Perkuat Dominasi Militer di Ruang Sipil
-
5 Skincare Rutin yang Tak Boleh Absen Meski Cuma di Rumah
-
Berita soal motor listrik Yadea, tips merawat ban mobil, dan varian baru BYD Atto 1 menjadi artikel
-
Tampil Cantik saat Melahirkan, Bolehkah Ibu Hamil Pakai Make Up untuk Persalinan?