/
Senin, 17 Juli 2023 | 18:30 WIB
CEK FAKTA: KPK Obrak-Abrik Kantor Erick Thohir, Benarkah? (Thumbnail YouTube)

Beredar kabar yang menarasikan bahwa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengobrak-abrik kantor Erick Thohir.

Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 25,9 ribu pengikut bernama KOPI POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 17 Juli 2023.

"KORUPSI LAGI !! KPK OBRAK-ABRIK KANTOR BUMN" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Senin (17/7/2023).

Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:

"BUMN KORUPSI LAGI
KPK OBRAK-ABRIK KANTOR ERICK THOHIR"

Namun begitu, apakah benar KPK obrak-abrik kantor Erick Thohir?

Penjelasan

Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait KPK yang mengobrak-abrik kantor Erick Thohir.

Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa KPK mengobrak-abrik kantor Erick Thohir.

Baca Juga: 'Sinyal Tinggi' Respons Airlangga Hartarto Saat Ditanya Koalisi Dukung Ganjar 2024

Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau berita kredibel yang menyatakan bahwa KPK mengobrak-abrik kantor Erick Thohir.

Kesimpulan

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'BUMN KORUPSI LAGI, KPK OBRAK-ABRIK KANTOR ERICK THOHIR' merupakan klaim yang salah.

Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.

Catatan Redaksi:

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.

Load More