Beredar kabar yang menarasikan bahwa Ali Mochtar Ngabalin terlibat jaringan teroris.
Kabar itu disebarkan oleh akun Youtube dengan 204 ribu pengikut bernama RODA POLITIK melalui sebuah video yang diunggah pada 15 Juli 2023.
"TERBUKTI TERLIBAT KASUS PANJI GUMILANG & AL ZAYTUN ALI NGABALIN DIJEMPUT DENSUS 88 ?kpk" begitu judul dalam unggahan tersebut seperti dikutip Mamagini, Senin (17/7/2023).
Selain itu, unggahan tersebut juga menyertakan thumbnail berupa gambar yang diduga telah direkayasa dengan narasi sebagai berikut:
"TERBUKTI TERLIBAT JARINGAN TERORIS
AKHIRNYA NGABALIN DIJEMPUT PAKSA HARI INI"
Namun begitu, apakah benar Ali Mochtar Ngabalin terlibat jaringan teroris hingga dijemput paksa Densus 88?
Penjelasan
Setelah melihat unggahan tersebut secara utuh, video itu sama sekali tidak menampilkan tayangan terkait Ali Mochtar Ngabalin terlibat jaringan teroris.
Unggahan tersebut juga sama sekali tidak menunjukkan bukti bahwa Ali Mochtar Ngabalin dijemput paksa karena terlibat jaringan teroris.
Faktanya, berdasarkan penelusuran, hingga saat ini tidak ada bukti atau berita kredibel yang menyatakan bahwa Ali Mochtar Ngabalin terbukti terlibat jaringan teroris hingga dijemput paksa petugas Densus 88.
Kesimpulan
Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa klaim yang menyatakan 'TERBUKTI TERLIBAT JARINGAN TERORIS, AKHIRNYA NGABALIN DIJEMPUT PAKSA HARI INI' merupakan klaim yang salah.
Unggahan tersebut merupakan unggahan yang mengandung informasi tidak benar dan narasi menyesatkan.
Catatan Redaksi:
Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta Mamagini.Suara.com. Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com.
Tag
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Presiden FIFA Gianni Infantino Beri Penghargaan untuk JIS sebagai Stadion Terbaik
-
CEK FAKTA: Geledah Paksa Al Zaytun, Mahfud MD Temuka Bom Jinak Rakitan Santri
-
CEK FAKTA: Resmi Pacaran, Jeje Govinda dan Inara Rusli Umbar Kemesraan di Depan Publik
-
Nyapres 2004, Wiranto Akui Pernah Kampanye di Ponpes Al Zaytun Panji Gumilang: Suara Saya Cukup Besar di Sana
-
CEK FAKTA: Para Legenda Sepak Bola Indonesia Ngamuk Gegera Persoalan JIS?
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Ponsel Misterius Motorola Lolos Sertifikasi Komdigi, HP Lipat Gahar Razr Fold?
-
Apa Beda Waterproof dan Transferproof? Ini 5 Cushion dengan Dua Kelebihan Sekaligus
-
BGN Bantah Siswa SD di Pemalang Dikeluarkan Gara-gara Kritik MBG: Itu Tidak Benar
-
Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
-
Kronologi Maut Bus ALS di Muratara: Berawal dari Percikan Api hingga Terbakar Hebat, 16 Tewas
-
Bahlil Mau Terapkan Skema Bagi Hasil Migas di Sektor Pertambangan
-
Buntut IG Diretas dan Bikin Gaduh, Akun Ahmad Dhani Kini Disita Mulan Jameela: Saya Dimarahin
-
DBH Sawit 4 Persen, Riau Harus Prioritaskan Bangun Jalan dan Jembatan
-
Lepas Jamaah Haji, Ketua DPRD Kota Bogor Titip Doa untuk Kesejahteraan Warga
-
LHKPN Prabowo dan 38 Pejabat Lainnya Dipertanyakan ICW, KPK: Tunggu Verifikasi