/
Minggu, 30 Juli 2023 | 11:03 WIB
kepemimpinan Ketua KPK Firli Bahuri dan jajarannya akan berlaku hingga Desember 2024. [Suara.com/Alfian Winanto]

Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan menyoroti sikap Ketua KPK Firli Bahuri yang asik main Badminton saat penangkapan Kepala Basarnas (Kabasarnas) Marsdya Henri Alfiandi sebagai tersangka dugaan kasus suap proyek di Basarnas. 

Menurut Novel, Firli memang punya "ilmu" untuk menghilang disaat sulit bak seorang ninja.

"Firli ini selain bermasalah, dia juga punya “Ilmu Ninja”, akan menghilang disaat sulit," kata Novel dari akun Twitter pribadi miliknya @nazaqistsha, Minggu (30/7). 

"Lalu KPK mau tangani kasus2 mudah saja?," lanjutnya.

Secara terang-terangan Novel mengibaratkan bahwa KPK saat ini seolah sebuah sapu yang kotor.

Bukan sekedar kotor, bagi Novel pimpinan lembaga anti korupsi itu bahkan sudah rusak.

"Tidak mungkin membersihkan lantai dgn sapu kotor," kata Novel.

"Pimpinan KPK skrg ini, ibarat sapu sudahlah Rusak, Kotor pula," lanjutnya.

Adapun pernyataan yang disampaikan oleh Novel itu terkait sikap KPK yang meminta maaf terkait penetapan Marsdya Henri Alfiandi sebagai tersangka dugaan kasus suap proyek di Basarnas. 

Baca Juga: Konser The Boyz 2nd World Tour: Zeneration Sukses Digelar di Jakarta, Simak Keseruannya

Wakil Ketua KPK Johanis Tanak mengatakan bahwa tim penyelidik KPK mungkin saja ada kekhilafan hingga kelupaan soal penanganan kasus yang melibatkan TNI.

"Kami paham bahwa tim penyelidik kami mungkin ada kekhilafan, ada kelupaan bahwasanya mana kala ada melibatkan TNI, harus diserahkan kepada TNI, bukan kita, bukan KPK yang tangani," jelasnya.

Load More