Ketiganya membagi sudut pandangnya mengenai tantangan dan ancaman kebebasan berekspresi, cara menghadapi serangan digital, dan bagaimana berjejaring untuk mengadvokasi kebijakan. Damar mengatakan jika fokusnya adalah hak-hak asasi manusia karena banyaknya jenis serangan saat ini.
“Orang mulai khawatir, kita berada di persimpangan jalan, harusnya terwujudnya bhineka tunggal ika, tapi berbalik. Karena itu kita harus peduli agar tak berbalik arah jadi otoritarian,” ingat Damar menanggapi isu keberagaman.
Usai diskusi, ada penampilan Sanggar Seni Kelakar yang merespon tantangan remaja di dunia digital. Berikutnya BaleBengong meluncurkan buku kompilasi tulisan pewarta warga bertajuk Suara Berbeda dari Pulau Dewata yang merangkum topik-topik yang tak banyak dibahas di akar rumput. Mulai dari konflik agraria, akses disabilitas pada ruang publik, kegelisahan pekerja pariwisata, dan gerakan advokasi lingkungan.
Sebagai penutup, AJW memanggungkan tiga musisi yang menggunakan musik untuk mengekspresikan pembelaannya pada masalah sosial. Mereka adalah Kai Mata, band punk rock Arusaji, kependekan alumni rumah sakit jiwa yang melawan stigma pada orang dengan gangguan jiwa dengan berkarya. Kemudian kelompok hip hop muda, Madness on tha Block (MOTB) yang merespon isu sosial politik dan budaya.
AJW tahun ini didukung Kurawal Foundation, Spendedirekt, SAFEnet, ITB Stikom Bali, Combine RI, ICT Watch, AJI Indonesia, Mongabay Indonesia, KontraS, Diskoria, PPLH, dan UWRF. Program AJW merupakan kegiatan tahunan BaleBengong sejak 2016 untuk memberikan penghargaan terhadap karya-karya pewarta warga dalam bentuk kompetisi ataupun beasiswa liputan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Guru Besar UII: Publik Tak Cukup Tuntut Maaf, Layak Layangkan Mosi Tidak Percaya pada Prabowo
- Sayembara Rp10 Juta Dedi Mulyadi Dikritik UGM, Dinilai Cermin Gagalnya Negara Jamin Keamanan
- Tak Terima Disita, Pemilik Emas dan Uang Sitaan Kejagung di Kasus Febrie Bakal Ajukan Praperadilan
- Serum Viva untuk Flek Hitam Warna Apa? Ini 2 Varian Terbaiknya
- 5 Rekomendasi Parfum Aroma Vanilla di Alfamart, Wangi Mewah Tahan Lama untuk Harian
Pilihan
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
-
Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
-
Penjaga Rumah Febrie Adriansyah Ditemukan Tewas, Mulut dan Hidung Berbusa
Terkini
-
Dimediasi Dasco, PWI dan Hotman Paris Berdamai: Laporan Dugaan Penghinaan Dicabut
-
Down and Out in Paris and London: Kisah Nyata George Orwell Mengungkap Sisi Gelap Kemiskinan
-
GMFI Hapus Akumulasi Rugi Rp512,9 Juta Dolar AS, Siap Tancap Gas Ekspansi
-
Istana Minta TNI Tak Hambat Ekspor Logam Tanah Jarang
-
Belanja Pegawai Sulit, Mendagri Desak Purbaya Segera Cairkan Anggaran DBH ke Pemda
-
Review Serial Lucky: Pelarian Berdarah Anya Taylor-Joy dan Misteri 10 Juta Dolar
-
Soal Peluang Harga Pertamax Turun Agustus, Wamen ESDM: Kita Ikuti Harga Pasar!
-
The Art of Solitude: Ketika Kesendirian Jadi Jalan Mengenal Diri Sendiri
-
Presiden Macron Sebut Kebakaran Hutan Eropa Lebih Buruk dari Kondisi Perang Dunia II
-
Zero Tolerance to Fraud, BRI Apresiasi Langkah Kepolisian Tangkap DPO Kasus Penipuan