Metro, Suara.com- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Lembaga Sensor Film (LSF) kembali menggaungkan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri yang telah dicanangkan pada penghujung tahun 2021.
Sebagai bentuk usaha dalam mengampanyekan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri, LSF menggandeng Gabungan Pengusaha Bioskop Seluruh Indonesia (GPBSI) guna membangun kesadaran masyarakat dalam memilah dan memilih tontonan.
"Kami telah sepakat bersama GPBSI untuk bersama-sama membangun kesadaran masyarakat dalam memilah dan memilih tontonan melalui Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri," ujar Ketua LSF, Rommy Fibri Hardiyanto saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (27/7).
Rommy menjelaskan bahwa sebelumnya LSF telah mengimbau pengelola bioskop agar melakukan pengawasan lebih intensif terhadap masyarakat yang ingin menonton di bioskop.
"Kita ingin semua masyarakat dapat memilih tontonan sesuai klasifikasi usianya. Untuk penonton yang usianya belum sesuai juga agar memperhatikan jenis filmnya" ujar Rommy.
Rommy menambahkan dalam upaya kampanye Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri, pengelola bioskop melalui media telah melakukan berbagai cara untuk memberikan informasi terkait film dan penggolongan usia penonton. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menayangkan telop, yaitu tayangan singkat yang berisi informasi mengenai film seperti judul, durasi, nomor Surat Tanda Lulus Sensor (STLS), dan peruntukan usia penonton.
Agar Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri lebih tersampaikan kepada masyarakat, LSF berupaya untuk memperbanyak informasi terkait klasifikasi usia. Menurutnya, upaya ini dilakukan untuk menciptakan rasa nyaman bagi pengunjung bioskop, dan menyadarkan kepada masyarakat tentang pentingnya Budaya Sensor Mandiri. “Kami sedang mengkaji detail rancangannya. Nanti di bioskop akan ada media publikasi seperti LED, poster, dan standing banner yang mengimbau penonton agar memperhatikan klasifikasi tontonannya,” imbuh Rommy.
Selain itu, LSF juga membuka akses seluas-luasnya kepada masyarakat untuk mendapatkan informasi terkait film yang akan tayang atau ditonton melalui panduan film LSF. Panduan film LSF ini dapat diakses di laman LSF www.lsf.go.id, media sosial LSF, atau diperoleh secara langsung di beberapa gedung bioskop.
Senada dengan itu, Djonny Syafruddin, Ketua GPBSI, mendukung upaya yang dilakukan LSF dalam mengampanyekan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri. “Kami akan dukung dan siap membantu dalam Kampanye Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri. Mari bersama-sama kita dukung gerakan ini,” ajak Djonny.
Baca Juga: Kunjungi RSJ Provinsi Lampung, Senator dr. Jihan Nurlela Serap Aspirasi Layanan Kesehatan Jiwa
Tak hanya itu, LSF dan GPBSI juga terus berkomitmen dalam meningkatkan literasi kepada penonton agar lebih bijak dalam memilah dan memilih tontonan. “Prinsipnya adalah masyarakat memiliki literasi yang cukup untuk menonton sehingga dapat memilih tontonan sesuai klasifikasi usia,” imbau Rommy.
Selanjutnya, Ketua Komisi I LSF, Nasrullah menjelaskan bahwa LSF telah memberikan STLS untuk digunakan bagi yang berkepentingan sesuai dengan ketentuan. Sesuai Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2009 tentang Perfilman, disampaikan Nasrullah bahwa bioskop menjadi pusat peradaban, pusat pembelajaran di luar sekolah bagi anak. “Bioskop adalah bagian penting dalam pemajuan ekosistem perfilman nasional. LSF hadir bersama bioskop dan masyarakat melalui perfilman,” tutur Nasrullah.
Prayitno, salah satu pengusaha bioskop turut mendukung adanya Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri. Baginya, dalam ekosistem perfilman bioskop merupakan tempat berkumpul masyarakat dalam suasana menyenangkan untuk menonton film. “Mari kita gaungkan Gerakan Nasional Budaya Sensor Mandiri,” ajak Prayitno.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- 7 Sepeda Terbaik untuk Pemula Mulai Rp1 Jutaan: dari Hybrid, Lipat hingga City Bike
- Lipstik Wardah yang Bagus Apa? Ini 4 Pilihan Paling Tahan Lama untuk Dipakai Seharian
Pilihan
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
-
Sudaryono, Mantan Ajudan Prabowo Akan Gantikan Nanik Jadi Kepala BGN
-
Nanik Mundur dari Kepala BGN, Ini Alasannya
-
Nanik S Deyang Mundur dari Kepala BGN, Prabowo Minta Tetap Awasi MBG
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
Terkini
-
Tak Sekadar Bersih-Bersih, Mandi Kini Jadi Ritual Relaksasi untuk Jaga Kesehatan Mental
-
Babak Pertama Final AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Unggul 1-0
-
BRI Dukung BKKBN Salurkan Bantuan Keluarga Berisiko Stunting di Kepulauan Talaud
-
Diskon Mako Bakery Khusus Nasabah BRI, Makan Enak Bayar Gak Sampai Rp20 Ribu!
-
Jonatan Christie Bersyukur Cepat Beradaptasi, Lolos ke Babak Kedua China Open 2026
-
Promo Terbaru BRI di Marugame Udon, Makan Kenyang Cuma Bayar Rp10 Ribu!
-
Serahkan Dugaan Korupsi MBG ke Penegak Hukum, Kepala BGN Baru Pilih Fokus Kerja
-
Seperti Apa Watak Weton Jumat Kliwon? Ini Sifat dan Keistimewaannya Menurut Primbon
-
Bukan Sekadar Angka, Ini Arti Penting Masuknya BRI di Jajaran Elite Perbankan Dunia
-
Soroti Kasus Febrie Adriansyah, Keluarga Terdakwa Korupsi Tuntut Kesetaraan di Depan Hukum