Kapal Perang terbesar milik Badan Keamanan Laut atau Bakamla, KN Tanjung Datu telah bertolak ke Laut Natuna Utara pada pekan ini dan akan segera berhadap-hadapan dengan kapal patroli terbesar China CCG 5901, yang dijuluki sebagai Monster.
Sejumlah akun Twitter open source intelligence atau Osint pada Rabu (18/1/2023) menyebarkan pergerakan KN Tanjung Datu yang disebut telah meninggalkan Selat Singapura untuk menuju Laut Natuna Utara atau Laut China Selatan.
Di sana telah menunggu Monster CCG 5901, kapal patroli China berbobot nyaris 12.000 ton dengan panjang 165 meter dan lebar 22 meter. Kapal ini dilengkapi persenjataan canggih seperti senjata mesin 76 mm, dua senjata anti pesawat terbang dan persenjataan berat.
Kapal Tiongkok ini juga memiliki platform yang bisa digunakan helikopter dan hanggar berukuran besar.
Kapal patroli terbesar China itu diketahui telah berputar-putar di sekitar Laut Natuna Utara dan diduga telah masuk ke Zona Ekonomi Ekslusif Indonesia, sejak akhir Desember 2022 kemarin.
Menurut Reuters, CCG 5901 sering melintas di dekat ladang gas milik Indonesia dan ladang gas Vietnam di lokasi yang sama sejak 30 Desember lalu.
Sementara KN Tanjung Datu hanya punya bobot 2400 ton, panjang 110 meter dan lebar 6,9 meter. Kapal ini dilengkapi dengan sebuah helipad, yang bisa didarati helikopter medium.
KN Tanjung Datu dipersenjatai meriam otomatis Aselsan SMASH, senapan mesin SM5 Pindad 12,7 mm dan meriam air.
Meski demikian sejumlah akun Osint juga membeberkan bahwa di lokasi yang sama, juga ada kapal perang Amerika Serikat yang terus membayangi Kapal Patroli China CCG 5901.
Salah satunya adalah Kapal Perang USS Charleston LCS-18, yang diketahui saat ini juga berlayar di Laut Natuna Utara.
Nyaris Tempur di Natuna
Bakamlah sendiri pada 14 Januari sendiri mengumumkan bahwa KN Tanjung Datu sudah dikerahkan ke Laut Natuna Utara untuk memonitor aktivitas kapal-kapal China.
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Muhammad Ali kepada Reuters mengatakan bahwa selain kapal patroli Bakamla KN Tanjung Datu, TNI juga sudah mengerahkan pesawat patroli dan drone untuk memantau pergerakan Monster China itu di sekitar Natuna.
"Kapal China itu belum melakukan aktivitas yang mencurigakan. Tetapi kami harus terus mengawasinya, karena dia pernah beberapa kali masuk ke ZEE Indonesia," terang Ali.
China mengirim CCG 5901 ke Laut Natuna Utara setelah Presiden Joko Widodo dan mantan Presiden Vietnam Nguyen Xuan Phuc mencapai kesepakatan terkait ZEE di Laut China Selatan. Kesepakatan itu diraih setelah negosiasi selama 12 tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- Tak Perlu Mahal! Ini 3 Mobil Bekas Keluarga yang Keren dan Nyaman
- Dapat Status Pegawai BUMN, Apa Saja Tugas Manajer Koperasi Merah Putih?
- 5 HP Xiaomi yang Awet Dipakai Bertahun-tahun, Performa Tetap Mantap
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
Pilihan
-
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, IRGC: Amerika Serikat Perompak!
-
Selat Hormuz Kembali Ditutup? Iran Dituding Tembak Kapal Tanker di Dekat Oman
-
BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya
-
Kisah di Balik Korban Helikopter Sekadau, Perjalanan Terakhir yang Tak Pernah Sampai
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
Terkini
-
Keenan Pearce dan Tasha Serena Umumkan Kehamilan Anak Pertama, Foto Baby Bump Bikin Gemas
-
Review Film Two Prosecutors: Teror Birokrasi di Era Stalin yang Mencekam!
-
3 Mobil Bekas Kabin Lapang yang Ramah Kantong, Siap Bawa Rombongan
-
Daftar Lengkap Perusahan di Medan Rabu Walk-In Interview 22 April, Ini Posisi yang Bisa Dilamar
-
Rayakan HUT Depok ke-27, FPK Gelar Jalan Sehat Sambil Tanam Pohon dan Pamerkan Seni Budaya
-
Viral Gerakan Tutup Rekening, BNI Janji Kembalikan Dana Gereja di Aek Nabara
-
Di Balik Sekolah Tanpa Bullying: Misteri Gelap Shine High School
-
The Scout Siap Tayang 8 Mei, Hadirkan Jajaran Mentor Penuh Bintang
-
Tenggak Miras di Pinggir Jalan, Sekelompok Pemuda di Jaktim Diamankan saat Diduga Siap Tawuran
-
Skandal Dana Umat di Aek Nabara, BNI Janji Dana Gereja Dikembalikan Sepenuhnya