Pernyataan kontroversial budayawan Emha Ainun Nadjib alias Cak Nun yang menyebut Presiden Joko Widodo sebagai Firaun terus menjadi sorotan publik.
Banyak kritikan dialamatkan kepada Cak Nun, membuat sang budayawan kondang akhirnya meminta maaf dan mengaku kesambet.
Di tengah ramai topik tersebut, Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Amien Rais, ikut buka suara. Namun bukan turut mengomentari pernyataan Cak Nun maupun sebutan "Jokowi Firaun", Amien rupanya menceritakan kekejaman Raja Firaun berdasarkan kisah di dalam Al Quran.
"Saya akan berbicara sedikit mengenai orde kekuasaan Firaun," kata Amien. Menurutnya nama Firaun bahkan disebutkan sebanyak 136 kali di dalam kitab suci tersebut.
Mantan Ketua MPR RI itu menyatakan, kisah Raja Firaun yang berhadapan dengan Nabi Musa AS harus menjadi pengingat agar tidak lagi diulangi oleh penguasa di masa depan.
Amien menuturkan, Firaun dibantu oleh dua penasihat untuk menjalankan roda pemerintahannya. Amien mengistilahkan keduanya sebagai elite dan nama mereka juga disebutkan Cak Nun dalam pernyataan kontroversialnya.
"Ada elite politik, dalam hal ini Firaun sendiri, elite ekonomi yakni Qorun, yang saking kayanya kunci gudang kekayaannya dibawa oleh 7 orang dewasa saja tidak sanggup kata Al Quran. Kemudian ada elite teknokratik yang dipimpin oleh Haman," terang Amien.
Bukan hanya itu, Firaun juga menggunakan banyak tukang sihir yang bekerja untuknya. Menurut Amien, tukang sihir yang disebutnya semacam buzzer tersebut dibayar mahal utuk meneror rakyatnya sendiri.
"Firaun juga memelihara ratusan tukang sihir yang berfungsi sebagai penggertak dan peneror rakyatnya, sekaligus semacam buzzer yang dapat bayaran tinggi. Nah para penyihir ini menjadi penjilat dan buzzer murahan itu dikisahkan dalam Al Quran," ungkap Amien.
Baca Juga: Stafsus Menkeu Ungkap Alasan Ekonomi Indonesia Tembus 5 Persen Tahun 2023
Bahkan para tukang sihir itu sempat menanyakan berapa banyak imbalan yang akan diterima menjelang pertarungan melawan Nabi Musa AS.
"Dan Firaun menjawab, 'Engkau semua akan saya jadikan orang-orang yang dekat dengan diriku', ini ada di surat As-Syura ayat 41 dan ayat 42," ujar Amien menambahkan.
Perilaku para penjilat inilah yang, menurut Amien, masih sangat mudah dijumpai di masa yang telah modern seperti sekarang. Umumnya mereka kemudian akan dijadikan lingkup terdekat penguasa tertinggi, tak terkecuali presiden.
"Ini cerita sesungguhnya terjadi juga sampai zaman sekarang. Banyak berhubungan dengan kekuasaan yang absolut, menjilat kemudian meminta imbalan 'Kalau kami nanti bisa memenangkan peperangan atau konflik atau pertarungan antara Paduka, Bapak Kaisar atau Bapak Raja atau Bapak Presiden dan lain-lainnya apa kira-kira imbalannya?' Ya tadi itu jadikan all the president men," jelas Amien.
"Nah kira-kira mereka akan dapat berseliweran di istana, dibeli harga dirinya oleh Qorun waktu itu, dan hidupnya nista sepanjang masa," pungkasnya.
DISCLAIMER
Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
-
Hubungannya Dinilai Tak Baik, Surya Paloh Disebut Menambah Ego untuk Bertemu dengan Luhut
-
Rocky Gerung Bandingkan 'Kejamnya' Era Soeharto sampai Jokowi, Ruhut Sitompul: Mulut Bau Comberan!
-
Mengutip Ayat Suci, Amien Rais Ikut Buka Suara Soal Firaun: Membangun Kesatuan Elit!
-
Guntur Romli Dicibir Standar Ganda Imbas 'Anies Firaun', Langsung Klarifikasi: Padahal Sindiran Dia Sendiri
-
Wamenag Ingatkan Penceramah Jangan Serang Kehormatan Presiden, Ikut Sindir Cak Nun?
Terpopuler
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dijemput Kejagung, 2 Lainnya Dikejar untuk Ditangkap
- Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Diperiksa Kejagung, Lodewyk Pusung dan Sony Sanjaya Ikut Diciduk
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- 5 HP dengan Kamera Telefoto Terbaik untuk Konten Media Sosial
Pilihan
-
Mengejutkan! Ini Pesan Terakhir Wamen Imipas Silmy Karim Sebelum Dicari KPK Terkait OTT Imigrasi
-
Siasat Dadan Hindayana Cs Korupsi MBG: Pakai Yayasan Sendiri, Sedot Miliaran Rupiah Tiap Hari!
-
Momen Unik Penahanan Dadan Cs, Satu Tersangka Tertinggal Mobil Tahanan hingga 'Dikepung' Wartawan
-
Pakai Rompi Pink dan Diborgol, Kejagung Resmi Tahan Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Cs
-
Drama 'Penjemputan' Dadan Hindayana Cs, Ada yang Sempat Lari ke Jabar
Terkini
-
Kegagalan Investasi TaniHub Risiko Bisnis, Bukan Tindak Pidana
-
Kritik Kunjungan LN Prabowo, Mahfud MD: Terlalu Sering Itu Boros, Produknya Harus Jelas!
-
Perubahan Nasib Iwan Tuaji dalam 15 Bulan: Dilantik Jadi Wabup, Kini Ditahan
-
Eks Dirut BVI Bantah Terima Kickback dari Investasi TaniHub
-
FESyar Sumatera 2026 Hadir di Palembang, Ada 122 UMKM Halal dan Tabligh Akbar Habib Syech
-
Rupiah Melemah Jadi Berkah, Wisatawan Malaysia Makin Gencar Belanja di Pontianak
-
Detik-detik Wamen Imipas Silmy Karim Serahkan Diri ke KPK, Ajudan Dorong Awak Media
-
Perubahan Nasib Dadan Hindayana dalam 48 Jam: Dari Pimpinan BGN hingga Berompi Tahanan
-
Silmy Karim Diburu KPK, Menteri Imipas Angkat Bicara
-
Megawati Bakal Terima Penghargaan dari Timor Leste, PDIP Jajaki Kerja Sama Strategis