Dalam kecelakaan itu, sepeda motor ditabrak Mitsubishi Pajero Sport. Berikut 9 adegan yang diperagakan dalam rekonstruksi ulang.
Rkonstruksi ulang kecelakaan Muhammad Hasya Atallah Saputra, mahasiswa Universitas Indonesia atau mahasiswa UI meninggal dijadikan tersangka berlangsung pada Kamis (2/2/2023), dan ada sembilan adegan diperagakan.
Dikutip dari kanal News Suara.com, dibacakan kondisi dan situasi saat kejadian di Srengseng Sawah, Jagakarsa pada 6 Oktober 2022 malam. Sepeda motor mahasiswa UI ini beradu dengan Mitsubishi Pajero Sport milik eks Kapolsek Cilincing, AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono.
Saat kejadian, Mitsubishi Pajero Sport yang dikemudikan AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono cat hitam. Akan tetapi saat rekonstruksi ulang kecelakaan sudah terjadi perubahan warna menjadi putih. Nomor polisi tetap sama, yaitu pelat nomor B 2447 RFS.
Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Latif Usman menyatakan saat kasus ini dianggap selesai, mobil dikembalikan kepada pemiliknya. Yaitu AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono.
Diduga, sebelum peristiwa yang merenggut nyawa Muhammad Hasya Atallah Saputra, AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono mengubah warna mobil metoda lapis stiker sehingga tampak berwarna hitam.
"Itu karena kemarin sudah di SP3, jadi kendaraan ini dikembalikan. Nanti sepeda motor Pulsar (milik Hasya) juga akan kami kembalikan. Mobil kemarin sudah diambil pemiliknya, stiker dilepas," jelas Kombes Pol Latif Usman di Jagakarsa, Kamis (2/2/2023).
Ia menambahkan, semua bagian mobil yang digunakan dalam rekonstruksi ulang dengan saat kejadian semuanya sama. Termasuk bumper depan yang terlihat penyok akibat menabrak motor milik Muhammad Hasya Atallah Saputra yang saat itu terjatuh.
"Nomor pelat, sama semua, cuma cat saja," tukas Kombes Pol Latif Usman.
Berikut sembilan adegan rekonstruksi ulang kasus meninggalnya Muhammad Hasya Atallah Saputra:
Sebuah motor Yamaha NMax berwarna merah dari selatan ke utara di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Dari arah berlawanan melaju sebuah mobil Mitshubishi Pajero Sport yang dikemudikan AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono, kecepatan 30 km per jam di tempat kejadian perkara (TKP).
Dari arah berlawanan, Muhammad Hasya Atallah Saputra berkendara di belakang Yamaha NMax. Ia mencoba menghindari motor yang hendak berbelok ini.
"Ke arah sini, pengendara motor terlindas," kata AKP Darwis, di Jalan Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Kamis (2/2/2022).
Kemudian mobil Mitsubishi Pajero Sport yang dikendarai AKBP (Purn) Eko Setia Budi Wahono berhenti di sebelah kiri jalan. Saat itu ia terlihat mengecek kondisi dengan turun dari mobil. Muhammad Hasya Atallah Saputra kemudian dibawa ke tepi jalan.
Korban terlentang di dekat sepeda motornya. Pengemudi bersama beberapa masyarakat mengangkat Muhammad Hasya Atallah Saputra ke pinggir jalan.
"Kemudian adegan kesembilan pengemudi dan beberapa warga. Pengemudi menelpon ambulans. Kemudian 30 menit kemudian ambulans datang," baca AKP Darwis.
Selanjutnya, warga mengangkat korban Muhammad Hasya Atallah Saputra ke ambulans untuk dibawa ke rumah sakit.
Tag
Berita Terkait
-
Ini 9 Adegan Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI Meninggal Dijadikan Tersangka, Pengemudi Mitsubishi Pajero Sport Tanpa Pemeran Pengganti
-
Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Polda Metro Jaya Gunakan 3D Laser Scanner untuk Akurasi Maksimal
-
Rekonstruksi Ulang Kecelakaan Mahasiswa UI: Muhammad Hasya Atallah Saputra Diletakkan di Pinggir Jalan Sebelum Dibawa Ambulans
-
Polda Metro Jaya Besok Pagi Gelar Rekonstruksi Ulang Mahasiswa UI Meninggal Jadi Tersangka, Pihak Keluarga Diharap Datang
-
Langkah Polda Metro Jaya Bentuk Tim Pencari Fakta Usut Ulang Kasus Mahasiswa Meninggal Jadi Tersangka Beroleh Dukungan Lemkapi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Beli Sofa melalui TikTok, Warga Pekanbaru Tertipu Rp300 Juta
-
Review How to Say You're Sorry, Buku Anak tentang Arti Permintaan Maaf
-
Beda dari Bos Agrinas, Menteri Zulhas Akui Pengadaan Kipas Angin Rp1,8 Triliun Akan Dicek BPK
-
Meledak di TikTok! Pernikahan Nathalie Holscher Tembus 75 Juta Tayangan, Jadi Top Trending
-
Gas Whip Pink Ternyata Laris Manis di Tempat Hiburan Malam Jakarta, Omzet Tembur Rp5 Miliar
-
4 Shio yang Hidupnya Berubah Lebih Baik 29 Juli 2026, Ada Awal Baru yang Dinanti
-
Ke Mana BBM Ilegal Sumsel Mengalir? Polisi Bongkar 96 Kasus dan Sita 1,28 Juta Liter
-
Danantara Perdana Ikut Rapat KSSK, Purbaya Bela: Arahan Presiden, Cuma Beri Masukan
-
Ip Man: Kung Fu Legend, saat Film Bela Diri Modern Hilang Momen Ikoniknya
-
BMKG Pastikan Gempa M6,8 di Jepang Tak Berpotensi Tsunami di Indonesia