/
Jum'at, 03 Februari 2023 | 16:49 WIB
Pelatih Persija Jakarta Thomas Doll usai memimpin latihan di Nirwana Park, Sawangan, Depok, Jawa Barat. (Suara.com/Adie Prasetyo Nugraha)

 

Thomas Doll tak yakin pemusatan latihan bakal meningkatkan performa awak Garuda Muda.

 

Menurutnya, para pemain muda itu seharusnya mengikuti pertandingan nyata di klubnya masing-masing kalau ingin meningkatkan skill maupun jam terbang di lapangan.

 

"Saya tak bicara sebagai manajer Persija. Tapi seharusnya pemain U20 itu tampil di Liga 1. Mereka akan berlatih dengan pemain seniornya seperti Yusuf Helal, Hanno Behrens, Ondrej Kudela, dan Krmencik,” kata Thomas Doll dalam konferensi pers jelang laga kontra Rans Nusantara, dikutip Metro dari Suara.com, Kamis (3/2/2023).

 

Thomas Doll melanjutkan, pemain-pemain muda Persija sendiri akan terasah kemampuannya bila ikut Liga 1 melawan bintang-bintang semacam Ilija Spasojevic, Ciro Alves.

 

Baca Juga: Selain Dimaafkan Rizky Billar, Pelaku Pengancaman Juga Dikasih Makan hingga Ongkos Pulang ke Aceh

“Jadi ada kompetisi. Itu level sangat bagus karena mereka tampil di hadapan 40 ribu penonton.”

 

Thomas Doll mengkritik kebijakan Shin Tae yong yang justru menggelar pemusatan latihan timnas tatkala Liga 1 bergulir.

 

“Ini (Liga 1) kompetisi bukan latihan saja. Sementara TC itu cuma latihan, latihan, latihan, tak ada kompetisi. Sekarang mereka TC. Saat Piala U20 juga TC lagi. Pulang balik, mereka tak merasakan kompetisi,” kecam Thomas Doll.

 

Gaya Shin Tae yong yang menggelar pemusatan latihan pun tak luput dari sasaran kritik Thomas Doll.

 

Menurut dia, pemusatan latihan seharusnya tak dilakukan saat liga domestik bergulir. Hal yang juga tak dilakukan di dunia sepakbola Eropa.

 

“Di Eropa, malah minta izin bisa tidak pemain U20 diberi waktu tampil di liga utama, di tim senior,” kata dia.

 

Thomas Doll lantas mempertanyakan kompetensi Shin Tae yong, “Pemain U20 butuh kompetisi. Saya rasa STY tak paham soal ini.”

Load More