Ini keterangan salah satu saksi, seperti disebutkan oleh Nong Andah Darol Mahmada.
Dalam penganiayaan brutal atas korban bernama Cristalino David Ozora Latumahina atau David Ozora beredar video yang disebutkan diambil oleh anak berkonflik dengan hukum, AGH. Juga diberitakan perempuan usia 15 tahun ini selfie di atas sosok sudah tidak berdaya.
Bagaimana situasinya, berikut dikutip dari laman Depok Suara.com sebagaimana dituliskan Nong Andah Darol Mahmada via akun Instagram atas nama akun pribadi. Latar belakangnya adalah pendiri Jaringan Islam Liberal (JIL). Juga sahabat dari Jonathan Latumahina, pengurus Gerakan Pemuda Ansor, orangtua korban, David Latumahina.
Nong Andah Darol Mahmada mengemukakan tentang saksi N yang berada di lokasi kejadian atau Tempat Kejadian Perkara (TKP), di salah satu perumahan kawasan Ulujami, Jakarta Selatan.
Saat kejadian, disebutkan saksi N bahwa ia telah meminta AGH membantu dengan meletakkan kepala korban di pangkuannya.
"Tidak ada itu AG membantu David, ia marah dan kesal ke AG karena diam aja. Ia (saksi N) yang meminta AG membantu dengan meminta pahanya untuk menyangga kepala David agar David tidak terlalu kesakitan, tapi malah AG memberikan tangan saja," demikian dituliskan Nong Andah Darol Mahmada dalam unggahan pada Minggu (5/3/2023).
"Jadi menurutnya, dari sejak awal AG tidak pernah niat membantu David. Bahkan kalau kita simak wawancara Rustam Hatala di Cokro TV, AG tertawa-tawa di dalam ruang Polsek, bareng dua pelaku main gitar. Bahkan banyak yang melihat Rubicon yang sempat keluar dan balik lagi ke Kapolsek itu disetiri oleh AG. Kalo cemas, merasa bersalah dan trauma misalnya, AG tidak mungkin sikapnya seperti itu," lanjut Ning Andah.
Nong Andah juga menyampaikan keheranan saksi N atas sikap AGH yang seolah-olah tidak terjadi apa-apa saat penganiayaan atas David Latumahina berlangsung.
"Saksi N bilang begini: Mbak Nong, kalau kita sebagai perempuan melihat peristiwa begitu pastinya kita akan teriak-teriak, coba menghentikan atau minta tolong ke sekeliling atau wajah kita khawatir begitu ya, karena ada orang di depan kita digebuki. Tapi saya lihat AG tidak seperti itu. Biasa saja, sampai saya lihat di Kapolsek pun seperti tidak ada apa-apa," kata Nong Andah menirukan yang disampaikan saksi N.
Saksi N melihat korban David Latumahina, bersama Mario Dandy Satriyo, AGH, dan satu tersangka lainnya di TKP. Juga saat ketiga pelaku berada Polres Jakarta Selatan sedang tertawa sambil bermain gitar.
Nong Andah Darol Mahmada juga telah menyaksikan video tayangan Narasi TV yang memuat kronologi versi AGH, disampaikan oleh Ivana Yoan. Disebutkan oleh Ivana Yoan bahwa AGH tidak terlibat dalam penganiayaan David Latumahina. Juga ditambahkan adiknya dalam kondisi shocked dan freeze karena kaget atas kejadian itu.
Nong Andah Darol Mahmada menyayangkan keterangan ini, karena berdasarkan fakta di lapangan, AGH terlihat tidak berusaha menghentikan aksi brutal itu.
Sebelumnya, polisi membeberkan bukti-bukti terkait keterlibatan AGH, pacar tersangka Mario Dandy Satriyo (20) dalam kasus penganiayaan terhadap David Latumahina (17). Bukti-bukti itu meliputi pesan WhatsApp atau WA hingga rekaman CCTV yang disita dari sekitar lokasi kejadian.
Direskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan dari bukti-bukti ini penyidik memutuskan untuk meningkatkan status AGH menjadi anak berkonflik dengan hukum atau pelaku. Penggunaan istilah ini berlaku bagi anak di bawah umur yang tidak bisa disebut sebagai tersangka seperti halnya orang dewasa.
Berdasar dari serangkaian barang bukti itu, penyidik juga menemukan adanya perencanaan. Sehingga penyidik kemudian menerapkan Pasal 355 Ayat 1 KUHP terkait penganiayaan yang direncanakan.
Kombes Pol Hengki Haryadi menyatakan Mario Dandy Satriyo (20), Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan (19), dan AGH (15) memberikan keterangan palsu saat diperiksa penyidik Polres Jakarta Selatan. Ketiganya mengaku peristiwa atas David Latumahina adalah perkelahian bukan penganiayaan.
Tersangka Mario Dandy Satriyo dijerat dengan Pasal 355 KUHP Ayat 1 Subsider 354 Ayat 1 KUHP lebih Subsider 353 Ayat 2 KUHP lebih-lebih Subsider 351 Ayat 2 KUHP dan atau 76 C Juncto 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Kemudian tersangka Shane Lukas Rotua Pangondian Lumbantoruan dijerat Pasal 355 Ayat 1 Juncto 56 KUHP Subsider 354 Ayat 1 Juncto 56 KUHP lebih Subsider 353 Ayat 2 Juncto 56 KUHP lebih-lebih Subsider 351 Ayat 2 Juncto 56 KUHP dan atau 76 C Juncto 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2012 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.
Sementara anak berkonflik dengan hukum AGH dijerat dengan Pasal 76 C Juncto Pasal 80 Undang-Undang Nomor 35 Tahun Perlindungan Anak dan atau 355 Ayat 1 Juncto 56 KUHP lebih Subsider 353 Ayat 2 Juncto 56 KUHP lebih-lebih Subsider 351 Ayat 2 Juncto 56 KUHP. Atas perbuatannya AG terancam hukuman maksimal 4 tahun penjara setelah dikurangi setengah dari ancaman maksimal dan dikurangi sepertiganya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Anak.
Berita Terkait
-
AGH Berstatus Sebagai Anak yang Berkonflik dengan Hukum, Seluruh Anggota Keluarga Inti Menderita Sakit
-
Kronologi AGH versi Keluarga, Disebutkan Ada Acara ke Salon Perawatan Segala
-
David Latumahina Dapatkan Perlindungan LPSK, Jenisnya Antara Lain Bantuan Medis sampai Rehabilitasi Psikologis
-
CEK FAKTA: FPI Dalangi Penganiayaan David karena Pernah Berkonflik dengan Jonathan Latumahina, Benarkah?
-
Sebelum David Latumahina Dianiaya secara Brutal, Mario Dandy Satriyo Pernah Ancam Tembak dan Diduga AGH Bawa Nama Aparat Negara
Terpopuler
- Menteri PU Panggil Pulang ASN Tugas Belajar di London Diduga Hina Program MBG
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
Terkini
-
John Herdman Akui Lebih Senang Pantau Talenta Muda, Abaikan Pemain Senior di Atas 28 Tahun
-
Kemkomdigi Siapkan Aturan Baru: Wajib Cantumkan Nomor Telepon Saat Daftar Media Sosial
-
10 Film Dokumenter yang Tayang di Netflix Mei 2026, Didominasi Kisah Sepak Bola dan Olahraga
-
Membenahi Percaya Diri di Buku Mind Platter: Kenapa Kita Takut Bersinar?
-
Akui Sakit Gigi di Depan Hakim, Noel Ebenezer Minta Izin ke Dokter Setelah Sidang
-
Pertama Kali, Dompet Dhuafa Hadirkan Program Kurban Unta pada THK 1447 H
-
Misteri Masjid Al Afghani Sukabumi: Habiskan Rp3,6 Miliar APBD, Kini Mangkrak dan Dipenuhi Ilalang
-
Akan Dengar Tuntutan Jaksa, Noel Ebenezer Ngaku Deg-Deg Ser: Ada Rasa Takut
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
Chef Arnold Naikkan Harga Menu Restorannya karena Dolar, Kena Cibir: Kritik Dong Orang Pilihan Lu!