Asosiasi Lawyer Muslim Indonesia (ALMI) melaporkan video syur mirip Rebecca Klopper ke Bareskrim Polri pada Selasa (23/2/2023).
Bukan tanpa sebab, ALMI mengatakan bahwa video syur yang beredar di media sosial itu bisa merusak moral anak bangsa. Oleh karena itu ALMI membuat aduan yang melibatkan artis berinisial RK dan pemilik akun Twitter yang menyebarkan video tersebut.
Menurut Suara.com, aduan ALMI memiliki pasal Undang Undang nomor 44 tahun 2008 tentang pornografi juncto UU ITE. Tak hanya itu, ALMI pun akan membuat laporan ke polisi secara resmi dalam waktu dekat.
Namun alih-alih mendapat dukungan, pengaduan yang dilakukan ALMI justru dihujat oleh warganet. Pasalnya, warganet menilai jika Rebecca Klopper merupakan pihak korban.
Hal itu terlihat dari cuitan warganet di media sosial yang ramai mengecam tindakan pelaporan yang dilakukan ALMI terhadap video syur mirip Rebecca Klopper. Beberapa warganet lainnya menuding jika tindakan ALMI hanya untuk pansos.
"Wkwk biasa, lawyer lagi cari cara buat naikin nama. Nggak usah dikasih perhatian biar nggak tercapai tujuannya. Lagian ALMI siapa? Tidak terkenal," tulis akun @dre********
"Kenapa ya orang-orang tuh nggak sadar kalau video kayak gini itu mostly revenge porn. Udah mah stress karena videonya kesebar, terus harus berurusan sama hukum juga? Kalau mau yang ditangkap yang nyebarin videonya lah, jangan korbannya," komentar @pin****
"Terlepas tindakannya yang nggak dibenarkan tapi Becca beneran jadi korban. Demi deh yang nyebarin emang kayak punya dendam banget apa teledor ya bisa bocor begitu. Kalau mau balas dendam serem banget sih," tambah @har*****
"Cobalah kekerasan pada anak, kasus pemerkosaan baru lu siapkan laporan. Ini kan Rebecca yang direkam ya, terus Rebecca juga bukan penyebar. ALMI tolong sadar lah, kenapa nggak cari si penyebar video gitu loh, kenapa cuma fokus ke yang mukanya terpampang, mau keliatan aksi tapi pengen instan," timpal @cac*******
Berita Terkait
Terpopuler
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- 3 Sampo yang Mengandung Niacinamide untuk Atasi Rambut Rontok dan Ketombe
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
- 4 Bedak Padat Wardah yang Tahan 12 Jam, Coverage Tinggi dan Nyaman Dipakai Seharian
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Daerah Makin Cari Cara Tak Bergantung Dana Pusat, Fiskal Jadi Fokus APEKSI Kalimantan
-
Blackout Sumatra Berulang, Ketahanan Sistem Kelistrikan Nasional Kembali Dipertanyakan
-
Mengenal Golden Period Stroke, Waktu Penting yang Menentukan Pemulihan Pasien
-
Harga Sawit Anjlok Pasca Pidato Prabowo, PKS di Riau Diimbau Beli TBS Sesuai Aturan
-
Heboh! Bocah Tertangkap Curi Dompet Menangis Minta Diviralkan
-
Mendagri Tito: Mayoritas Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Berangsur Normal
-
Maimon Herawati Ungkap 'Silent Hero' di Balik Bebasnya 428 Relawan Global Sumud Flotilla
-
Guru Honorer di Riau Mengajar hingga Akhir 2026, Gaji Diambil dari Dana BOS
-
Janji Humanis Cuma Slogan? Aksi Kasar Satpol PP Usir Tukang Es Krim di CFD Jakarta Panen Kecaman
-
Barry Likumahuwa Tampil di POP: SELAH, Ruang Ibadah Musik yang Intim di Jakarta